Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Perang dimulai kembali


__ADS_3

Di kota Dhu Mai....


Phi Thoek si Pendekar Arif Mabuk yang tidak lain adalah orang yang dipilih menjadi pemimpin negara baru,negara Paja Bing Nguang sedang mengumpulkan semua tokoh aliran putih yang ada.


"Kaisar An Zung benar-benar telah menjadi boneka yang dikendalikan oleh manusia iblis Ghun Thang"


"Dinasti Juryan hampir sepenuhnya berhasil mereka taklukan, pembantaian sadis mereka lakukan dimana-mana"


"Negara timur jauh Ham Pai juga telah dimasuki oleh pengaruh iblis itu"


"Telah beberapa minggu ini kita terus mendapatkan serangan dari pasukan kekaisaran Ming didaerah perbatasan"


"meskipun terbilang hanya pertempuran kecil dan kita selalu dapat mengusir mereka,tapi tetap saja menyebabkan kerugian dipihak kita"


"dan menurut informasi yang aku dapatkan Kaisar An Zung bersama Manusia Iblis Ghun Thang akan langsung memimpin pasukan menuju tempat kita ini"


Ucap Phi Thoek.


"sepertinya kita harus mempersiapkan semuanya dengan matang"


"kekuatan kita saat ini tidak cukup untuk menghadapi mereka"


"belum lagi kepergian beberapa tokoh tangguh ke dinasti Juryan dan Negara Ham Pai cukup membuat kekuatan kita menjadi berkurang"


sambung Tetua Gha Ek


Di istana kekaisaran Ming terlihat An Zung menaiki kuda putih kaisar bersama manusia iblis Ghun Thang memimpin seratus ribu pasukan dan bersiap bergerak menyerang kota Dhu Mai.


"Jika informasi yang kau berikan itu benar,tentu bukan hal yang sulit untuk kita menumpas pemberontak-pemberontak yang bersembunyi di kota Dhu Mai itu"


Ucap kaisar An Zung.


"Tentu saja yang mulia,saat ini kekuatan mereka telah banyak berkurang,selain karena kepergian beberapa orang kuat dipihak mereka, serangan-serangan yang terus kita berikan juga memberikan dampak pada kekuatan mereka"


Jawab Ghun Thang.

__ADS_1


Membawa pasukan dalam jumlah besar itu membuat perjalanan mereka sedikit lambat.


pasukan yang dipimpin langsung oleh kaisar An Zung itu membutuhkan waktu selama sepuluh hari untuk dapat mencapai wilayah perbatasan kota Dhu Mai.


Kaisar An Zung memutuskan untuk tidak langsung melakukan penyerangan,setelah Ghun Thang menyarankan untuk mengistirahatkan pasukan setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan itu.


Sementara itu gabungan para pendekar sekte aliran putih yang dipimpin oleh Phi Thoek terlihat menanti dengan was-was serangan yang akan mereka terima.


Seminggu sebelumnya Phi Thoek telah meminta Kha Chan untuk berangkat menuju dinasti Juryan.


Kha Chan diperintahkan untuk membawa kembali rombongan Tetua Ho dan berharap putra mahkota kerajaan Pha Cah dapat memberikan bantuan.


Putra mahkota kerajaan Pha Cah memenuhi permintaan dari pemimpin negara baru Paja Bing Nguang itu.


Pha Cah memutuskan untuk membawa semua pasukannya meninggalkan benteng pertahanan yang telah mereka dirikan di gunung puncak Lha Wang.


pergerakan pasukan Pha Cah itu,mendapat kan respon dari adik tirinya pangeran Lha Cah.


Lha Cah bersama dengan sekutunya Jun Ben Dhol tentu saja tidak melewatkan kesempatan itu begitu saja.


akan tetapi niatnya itu tidak dapat tercapai karena mereka terlambat mendapatkan informasi tentang bergerak nya pasukan putra mahkota kerajaan Pha Cah itu.


Di Kota Dhu Mai...


setelah menunda penyerangan mereka selama dua hari dan memilih untuk mengistirahatkan pasukannya,kini kaisar An Zung terlihat telah bersiap memimpin pasukannya itu untuk menyerang kota Dhu Mai.


Pertempuran besar sudah tidak dapat terelakkan lagi.


Phi Thoek bersama gabungan pendekar sekte aliran putih dan penduduk kota Dhu Mai telah menyiapkan diri untuk menyambut serangan itu.


terlihat para pendekar pemanah berdiri diatas disepanjang tembok kota Dhu Mai yang dipimpin oleh Tetua Gha Ek dan Sepuh suci sekte Khu Dung ,sementara itu batu-batu dan benda-benda berat lain nya telah menutupi pintu gerbang kota itu.


Tetua Bu dan Kakek Capuk Gembel berdiri didepan tembok kota Dhu Mai bersama Tetua Phi Thoek memimpin pendekar aliran putih yang lain nya.


Jumlah seluruh kekuatan yang dimiliki oleh Negara baru Paja Bing Nguang itu tidak lebih dari sepuluh ribu pasukan saja.

__ADS_1


tentu perang ini bukanlah perang yang seimbang.


Akan tetapi Phi Thoek berkeyakinan jika mereka mampu mengulur sedikit waktu sebelum Kha Chan datang bersama pasukan bantuan dari dinasti Juryan yang dipimpin oleh putra mahkota kerajaan Pha Cah.


Para pasukan Kekaisaran Ming terlihat mulai bergerak memdekati tembok kota Dhu Mai dan disambut oleh serangan anak panah dari para pendekar pemanah.


Kekuatan pendekar pemanah tentu sedikit lebih baik dari pada para prajurit biasa kekaisaran Ming.


Para pendekar pemanah yang berdiri diatas tembok kita Dhu Mai itu dapat memanah dalam jarak yang cukup jauh.


sehingga anak-anak panah yang mereka lepaskan cukup membuat repot dan menyebabkan jatuh korban dari para pasukan terdepan kekaisaran Ming yang ingin menyerang kota Dhu Mai itu.


Melihat banyak jatuh korban di pihaknya An Zung memerintahkan pasukan nya menggunakan Bom setan.


Menara- Menara kayu yang cukup tinggi muncul dari belakang pasukan kekaisaran Ming.


Menara-Menara pelontar itu kini telah siap untuk melemparkan bom-bom setan yang berukuran cukup besar.


dalam satu perintah menara-menara pelontar itu memuntahkan bom-bom setan kearah tembok kota Dhu Mai.


Dengan kekuatan tenaga dalam yang dimiliki oleh para pendekar tingkat tinggi aliran putih itu berhasil menggagalkan beberapa serangan bom setan,sementara sebagian bim setan yang lain berhasil menimbulkan ledakan-ledakan besar saat menghantam tembok kota Dhu Mai.


Tembok kota Dhu Mai dibeberapa bagian kini telah terlihat rusak akibat serangan bom setan itu,dan menimbulkan beberapa korban di pihak sekte aliran putih.


Menara-menara pelontar bom setan itu membutuhkan waktu 10 menit sebelum melontarkan bom setan kembali.


kesempatan itu digunakan dengan baik oleh Tetua Gha Ek dan Khu Dung untuk memerintahkan pendekar pemanah kembali menyerang pasukan kekaisaran Ming dengan panah-panah mereka.


targetnya kali ini adalah para pasukan yang mengendalikan menara-menara pelontar yang mengerikan itu.


tentu saja manusia iblis Ghun Thang telah mempersiapkan semuanya dengan matang.


serangan panah kearah menara pelontar itu terhenti pada tameng-tameng pasukan yang melindungi menara-menara pelontar itu.


Manusia Iblis Ghun Thang kemudian maju membawa sekitar sepuluh ribu pasukannya menuju tempat tetua Phi Thoek dan pendekar aliran putih lainnya berada.

__ADS_1


__ADS_2