Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Setelah Serangan


__ADS_3

Pendekar Topeng Iblis tampak sangat percaya diri dengan jumlah pasukan yang dibawa nya menghadapi hampir semua para pendekar aliran putih yang kini sedang berkumpul di kota Bha Tham.


Lontaran Bom-bom Setan dan anak panah beracun melesat serentak setelah mendapat aba-aba dari Topeng Iblis.


Dewi Mata Dara dalam sosok Ular Pertapa Gunjek sang Monster Agung menghadapi serangan besar itu seorang diri,ditempat lain jendral Phe Phi terlihat sibuk mengarahkan orang-orang untuk berlindung dari serangan yang segera akan datang itu.


Serangan tujuh bom setan dan anak panah beracun itu membuat Gunjek sang Monster Agung terlihat sangat kewalahan.


Hanya empat bom setan dan sebagian panah beracun yang bisa diatasinya.


Bom setan dan panah yang tersisa meluncur kencang ke arah kota Bha Tham.


terjadi ledakan besar saat ketiga bom itu menghantam tembok selatan kota Bha Tham.


sementara itu tidak semua orang dapat menghindari serangan panah beracun itu.


korban mulai berjatuhan,bertepatan dengan itu para pendekar aliran putih bersama kakek Gwen pun tiba di gerbang selatan.


Pendekar Topeng Iblis memberikan tanda perintah pada pasukan nya,dalam sekejap pasukan nya berbalik arah dan melarikan diri menuju arah balik bukit,meninggalkan menara-menara pelontar bom itu.


seperti nya Pendekar Topeng Iblis tidak mau bertindak bodoh dengan berniat bertarung secara langsung dengan para pendekar aliran putih.


meskipun pasukan nya memilik ilmu dan kekuatan yang cukup tinggi,tapi menghadapi semua pendekar persilatan saat ini bukanlah sebuah keputusan yang tepat.


lagi pula Pendekar Topeng Iblis memang hanya menjalankan misi untuk merusak benteng selatan kota Bha Tham yang berhadapan dengan jejeran bukit itu.


Semua orang aliran putih terlihat sangat marah dengan apa yang baru saja mereka alami.


tentu saja Sekte Lembah Salju akan menjadi kambing hitam dari bencana yang dialami oleh kota Bha Tham.


banyak penduduk dan anggota Sekte yang tewas karena serangan Bom setan dan panah beracun itu.


"kita tidak bisa tinggal diam"


"Lembah Salju benar-benar telah melampaui batas"


"Izinkan kami mengejar mereka"


pinta Phi Thoek pada Kuanyu.


Phi Thoek bersikap demikian karena saat ini mereka berada di Sekte Pengemis Suci dan menghargai Kuanyu sebagai tuan rumah.


"Tidak usah mengejar mereka,kita tidak tahu ada perangkap apa lagi yang menunggu kita disana"

__ADS_1


"sebaiknya kita segera mengobati orang-orang yang terluka dan melakukan pemakaman bagi yang telah meninggal"


"Tetua Bu mohon bantuan mu untuk mengobati para korban"


"Kuanyu segera kerahkan orang-orang Sekte melakukan pemakaman dan perbaikan tembok selatan ini".


Ucap Tetua Ho.


"Orang-orang ku akan membantu perbaikan tembok selatan ini"


"Sekte Lembah Salju telah melakukan kesalahan besar karena telah bergabung dengan aliran hitam,dan menyatakan permusuhan dengan kita"


Ucap Kakek Capuk Gembel.


"Sebaiknya kita kirim orang untuk menyelidiki kebenaran yang terjadi pada sekte Lembah Salju"


"Kita tidak melihat secara langsung jika kalau yang menyerang tadi adalah benar-benar Sekte Lembah Salju"


"Bisa jadi ini adalah taktik adu domba Manusia Iblis Ghun Thang dengan mengkambing hitamkan Lembah Salju"


Ucap Tetua Ga Ek.


"ya,perkataan Tetua Gha Ek sangat tepat sekali"


"tidak mungkin mereka segegabah itu,dengan berkhianat pada aliran putih"


"dan aku rasa cucu mendiang si Gagak Hitam Lao Chen dan muridku Inyoko adalah orang yang tepat untuk pergi menyelidiki Lembah Salju"


"tidak ada orang dunia persilatan aliran hitam yang mengenal mereka"


sambung Tetua Ho.


"aku akan ikut bersama mereka"


"mereka juga tidak mengenalku"


"Selain itu,sebaik nya kita bergiliran menjaga tembok dan gerbang kota ini"


"pengamanan harus lebih ditingkatkan"


"kita tidak bisa menebak pergerakan musuh selanjutnya"


"bahkan kota ini, yang kalian sebut sebagai tempat paling sulit untuk diserang,bisa jadi seperti ini hanya dalam waktu singkat dan serangan beberapa orang saja"

__ADS_1


Pinta Kakek Gwen.


Semua orang Sekte aliran putih terlihat sangat sibuk setelah serangan mendadak di kota Bha Tham itu.


para pendekar aliran putih terlihat saling bahu membahu membantu teman mereka,tanpa memandang bendera atau pun sekte.


Malam hari nya semua tokoh-tokoh penting aliran putih berkumpul dalam sebuah ruangan di markas Sekte Pengemis Suci.


malam itu mereka ingin menentukan pemimpin mereka untuk menghadapi kaisar dan aliran hitam.


semua orang sepakat memilih Phi Thoek memimpin gabungan seluruh pendekar aliran putih,selain karena kemampuan nya yang merupakan salah satu dari tiga jagoan terkuat dunia persilatan,juga karena Phi Thoek adalah salah satu ketua Sekte termuda selain Kuanyu.


Pasukan Pendekar Topeng Iblis


Setelah melarikan diri usai melakukan serangan mendadak yang sangat terencana


pasukan yang berjumlah kurang lebih 200 orang itu,berkumpul di suatu tempat ditengah hutan.


di tempat itu berdiri sebuah tenda yang cukup megah berwarna hitam dan terdapat gambar tengkorak emas pada bagian atap nya.


Pendekar Topeng Iblis kemudian memasuki tenda itu dengan sedikit rasa gugup.


"Akhirnya kau kembali"


"mengapa lama sekali ?"


Ucap seorang pria didalam tenda itu ditemani oleh seorang pria berpakaian militer Kekaisaran Ming dan seorang wanita lain nya yang mengenakan Jubah hitam.


Pria itu yang bertanya itu adalah pimpinan tertinggi mereka Manusia Iblis Ghun Thang.


yang ditemani oleh Jun Ben Dhol dan Lin Dha Bhu.


"maafkan aku semua sudah berjalan seperti yang tuan rencanakan,tapi sekte aliran putih memiliki monster dalam wujud ular raksasa berwarna merah yang sempat menghalangi kami, sehingga tidak semua bom setan yang mengenai sasaran,hanya tiga bom yang berhasil diledakkan dan sisanya digagalkan oleh mahkluk itu".


Jawab Pendekar Topeng Iblis itu menjelaskan pada Manusia Iblis Ghun Thang.


Jawaban dari Topeng Iblis itu membuat Manusia Iblis Ghun Thang menjadi sangat kesal, karena situasi berjalan tidak sesuai dengan rencana yg dibuat nya.


manusia Iblis Ghun Thang melampiaskan kekesalannya dengan mengeluarkan hawa energi berwarna hitam pekat.


dalam sekali pukulan sebuah meja dihadapan nya menjadi hancur lebur.


tidak ada satu orang pun didalam tenda itu yang berani bersuara setelah melihat kekesalan pemimpin mereka

__ADS_1


__ADS_2