
Disuatu tempat Sepuh Suci Sekte A Jhi Er bersama dengan Mai Chen sedang melakukan latihan
melihat pertarungan Mai Chen dengan Inyoko saat di markas Sekte Bulan Gio membuat Sepuh A Jhi Er tertarik untuk mengangkat Mai Chen menjadi murid nya.
Sosok Mai Chen mengingatkan diri nya sendiri ketika masih seusia Mai Chen.
oleh karena itu Sepuh Suci Sekte A Jhi Er bersedia membantu Mai Chen menjadi lebih berkembang lagi.
"Duaaaarrr"
Suara ledakan besar terdengar dari tembok pertahanan sebelah utara kota Bha Tham yang sedang dipersiapkan oleh Kakek Gwen.
suara ledakan itu bahkan dapat didengar oleh semua orang yang berada di dalam kota Bha Tham yang mengakibatkan kepanikan terjadi didalam kota.
Semua ketua sekte meninggalkan tempat pertemuan mereka dan menuju tempat asal ledakan itu terjadi.
hampir semua pendekar aliran putih kini menuju tempat terjadi nya ledakan itu,kecuali
Dewi Mata Dara dan Jendral Phe Phi di gerbang selatan kota Bha Tham.
Sementara Inyoko dan Fan Ning disaat kejadian ada ditempat para pengungsi berusaha menenangkan semua orang yang ada ditempat itu.
Semua orang yang saat ini berada di gerbang Utara itu terkejut melihat apa yang ada dihadapan mereka.
Ledakan itu berasal dari sebuah kereta menara,alat pelontar bola api yang meledak di tembok gerbang Utara kota Bha Tham dan menimbulkan kerusakan yang cukup parah.
Bola api itu disebut dengan Bom Setan,dan hanya dapat dibuat oleh Sekte Kuil Iblis dari aliran hitam.
Yang lebih mengejutkan adalah apa yang ada di puncak menara itu.
Bendera Sekte Lembah Salju.
tidak mungkin rasa nya Sekte Lembah Salju menyerang Sekte Pengemis Suci yang sama-sama berasal dari aliran putih.
apalagi kekuatan yang dimiliki Sekte itu masih bisa dikatakan dibawah Sekte Pengemis Suci ditambah pula dikota Bha Tham saat ini semua Sekte sedang berkumpul, tentu saja aksi Sekte Lembah Salju kali ini adalah tindakan yang sangat nekat.
Saat semua pendekar masih merasa terkejut dengan aksi Sekte Lembah Salju,kakek Gwen seorang diri telah berada di depan Menara pelontar itu.
__ADS_1
kakek Gwen terkejut setengah mati,tidak ada siapapun di menara pelontar itu,orang yang menggerakkan menara itu sepertinya langsung kabur setelah beraksi.
"Jebakan !!!!!"
Kakek Gwen berteriak, tapi tidak terdengar jelas oleh para tokoh Sekte aliran putih di depan gerbang Utara kota Bha Tham,karena jarak nya yang sedikit berjauhan.
Kakek Gwen langsung menyadari jebakan ini,dan kini gerbang selatan kota,tempat Dewi Mata Dara berada adalah tempat yang paling lemah pertahanan nya,karena hampir semua ahli beladiri dan para tokoh sekte aliran putih berada di gerbang utara kota Bha Tham.
Kakek Gwen melesat cepat,hingga dalam sekejap telah berada didekat orang-orang aliran putih didepan gerbang utara kota.
"kita semua sedang dijebak"
"tujuan serangan mereka adalah gerbang selatan kota"
Ucap Kakek Gwen pada semua orang.
Disekitar gerbang selatan Dewi Mata Dara bersama jendral Phe Phi sedang menyiapkan pagar berduri sebagai alat bantuan pertahanan benteng Kota Bha Tham.
tiba-tiba mereka dihujani dengan serangan anak panah.
banyak korban yang jatuh dari serangan dadakan tersebut.
sehingga tidak menimbulkan kecurigaan para anggota Sekte yang menjaga garis terluar kota Bha Tham.
Sebuah anak panah menggores lengan jendral Phe Phi,luka goresan itu membiru,menandakan anak-anak panah itu telah dilumuri dengan racun tingkat menengah sebelum nya.
dan racun dari anak panah itu mirip dengan racun buatan Sekte Bukit Tengkorak.
bagi Pendekar tingkat tinggi seperti jendral Phe Phi racun pada anak panah itu bukan lah suatu masalah serius.
tapi berbeda ceritanya jika yang terkena panah itu adalah para pendekar biasa,dan penduduk kota.
Hujan anak panah terus berlangsung,
Dewi Mata Dara dan beberapa anggota Sekte aliran putih ditempat itu tidak sempat membalas serangan itu,karena ingin menyelamatkan korban hujan anak panah itu,
anak-anak panah itu bahkan sudah sampai bagian didalam kota yang terdekat dengan gerbang selatan.
__ADS_1
Kekuatan Pertapa Dewi Mata Dara hanya mampu mengatasi separuh dari serangan anak-anak panah beracun itu.
serangan anak panah itu kemudian berhenti,setelah banyak korban berjatuhan di sekitar gerbang selatan kota Bha Tham.
tiba-tiba muncul sebanyak tujuh menara pelontar bom setan dari belakang pemanah tadi.
Jumlah menara pelontar bom setan itu cukup untuk menghancurkan seluruh tembok gerbang selatan kota Bha Tham.
Dewi Mata Dara yang tidak mengetahui apa-apa tentang menara itu,hanya dapat merasakan firasat buruk yang ditimbulkan dari menara itu.
Sementara jendral Phe Phi berteriak pada semua orang agar menjauh dari tembok dan gerbang selatan kota.
Dewi Mata Dara maju ke depan dan merubah wujud nya menjadi ular merah pertapa Gunjek sang Monster Agung.
perubahan wujud yang baru pertama kali diperlihatkan Dewi Mata Dara didepan orang banyak itu,membuat semua orang merasa sangat terkejut,sosok Dewi Mata Dara yang cantik jelita itu kini berubah menjadi monster raksasa yang terlihat menyeramkan.
Begitupula dengan para pasukan penyerang yang hendak melepaskan Bom Setan dengan menara pelontar itu merasa sangat terkejut dan ketakutan.
"jangan gentar"
"monster itu akan binasa dengan bom setan ini"
"kita rubah rencana"
" kalian pasukan pemanah,keluarkan panah-panah kalian serentak dengan lontaran bom setan"
ucap seseorang pada pasukan itu.
Orang itu sepertinya pimpinan penyerangan ini.
sosoknya tinggi tegap dan menggunakan topeng perak di wajah nya.
para pasukan penyerang itu memanggilnya dengan Pendekar Topeng Iblis.
Pasukan yang dibawanya dalam penyerangan ini hanya berjumlah sekitar 300 prajurit.
Jumlah yang terlihat sangat meremehkan lawan nya.
__ADS_1
apalagi yang akan mereka hadapi adalah gabungan hampir semua Sekte aliran Putih kecuali sekte Lembah Salju.