
Sementara itu kondisi tak jauh berbeda juga sedang dihadapi oleh Kuanyu,Dewi Mata Dara dan Sepuh Suci Sekte Dha Us.
mereka bertiga terlihat kewalahan menghadapi seorang Em Phul.
tidak ada satupun pukulan ketiga pendekar hebat aliran putih itu yang berhasil melukai tubuh lawan nya itu.
"Aku sudah pernah mendengar cerita tentang kemampuan orang itu dari si tua Gwen"
"tapi kenapa kenyataan nya sekarang berbeda?"
"bukan kah dia pernah dikalahkan oleh si tua Gwen"
"seharusnya kita tidak akan kesulitan seperti ini untuk mengalahkan nya"
Ucap Dewi Mata Dara.
"Anda benar Dewi"
"aku juga pernah bertarung dengan iblis ini"
"tapi orang yang sekarang kita hadapi ini jauh berbeda dari sebelum nya"
"mustahil dia bisa menjadi sangat kuat dalam waktu yang singkat"
Sambung Kuanyu.
"Kalian para tikus..."
"tidak usah terkejut dengan kekuatan yang aku miliki"
"hanya tuan Ghun Thang lah yang pantas menjadi lawan ku"
"Jika kalian percaya aliran energi tiga dewa penguasa bumi"
"maka aliran energi yang aku miliki tidak berbeda jauh dengan itu,aku dan tuan Ghun Thang adalah pemilik Aliran Energi Penguasa Neraka"
"aliran energi yang mampu meningkatkan kekuatan manusia"
"tapi sayang sekali bocah pemilik aliran energi tiga dewa penguasa bumi itu telah mati bersama temanku Liem Bong di lembah sungai Tha Bek"
"padahal tuan Ghun Thang punya perhatian khusus pada pemuda itu"
Jelas Em Phul.
Tentu saja Dewi Mata Dara sangat terkejut mendengarkan penjelasan Em Phul tersebut.
tidak banyak yang tahu tentang aliran energi penguasa bumi yang dimiliki oleh Inyoko.
Dewi Mata Dara bahkan tidak dapat membayangkan kengerian kekuatan yang dimiliki oleh Manusia Iblis Ghun Thang.
Sementara itu kondisi Nionyo terlihat semakin menyedihkan.
Nionyo terus mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari Manusia Iblis Serigala Thu Ngau.
__ADS_1
setelah merasa puas menghajar Nionyo,Thu Ngau bermaksud menyelesaikan pertarungan itu dengan sebuah jurus pamungkas.
sesaat sebelum jurus pamungkas nya mengenai Nionyo yang sekarat,sebuah pukulan energi menghentikan gerakan dari Thu Ngau.
seorang pemuda turun dari atas langit bersama burung Rajawali yang ditungganginya.
Kehadiran sosok pemuda dan burung Rajawali yang tiba-tiba itu membuat semua orang terdiam,dan menghentikan pertempuran yang sedang berlangsung.
"Kakaaaaaaak"
Teriak Fan Ning melihat kemunculan sosok pria idamannya itu.
"Inyoko kau..."
Sambung Dewi Mata Dara yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Hahahaha"
"kau sepertinya pemuda yang tidak pandai membaca situasi"
"Paman Nionyo aku akan dengan senang hati mengirimnya bersamamu ke alam baka"
Ucap Thu Ngau sesumbar.
Inyoko hanya tersenyum mendengar ocehan Thu Ngau itu.
"Saudaraku Rajawali aku minta kau membantu Dewi Mata Dara disana"
"aku tidak akan lama,aku akan menyusulmu"
Thu Ngau langsung melesat menyerang Inyoko.
Inyoko terlihat sangat tenang melihat musuh yang kini datang menyerangnya itu.
Jurus-jurus dahsyat Thu Ngau yang sebelumnya membuat Nionyo sekarat tidak memberikan dampak apapun pada Inyoko.
Thu Ngau menjadi semakin murka dan meningkatkan aura energi Manusia Iblis Serigala.
tapi tetap saja tidak mampu mengenai dan memberikan luka pada Inyoko.
"Aku rasa sudah cukup kita bermain-main"
"sekarang adalah giliran ku"
Teriak Inyoko.
Inyoko mencabut Golok Pusaka Naga yang ada di pinggangnya.
Inyoko hanya menggunakan jurus dasar Sekte Pengemis Suci dari kitab ilmu cu cirian yaitu Jurus Tarian Dewa Pengemis.
Jurus sederhana yang dipelajari nya dari kitab yang diberikan oleh gurunya Tetua Ho.
Jurus sederhana itu terlihat sangat dahsyat ketika Inyoko mengkombinasikannya dengan Golok Pusaka Naga yang ada ditangannya.
__ADS_1
Semua orang terpana dengan jurus yang sedang diperlihatkan oleh Inyoko itu.
tanpa terasa hanya dalam waktu singkat dan beberapa tebasan goloknya Inyoko telah memberikan banyak luka di tubuh manusia iblis serigala Thu Ngau.
Thu Ngau yang tidak bisa menerima kenyataan dirinya telah dilukai oleh Inyoko,kembali menyerang Inyoko dengan penuh amarah.
Inyoko mengangkat goloknya dan memejamkan mata nya.
dalam hitungan detik sosok Inyoko menghilang dari hadapan Thu Ngau dan tiba-tiba telah berada di belakang punggung Thu Ngau.
dalam sekejap tubuh Thu Ngau terbelah dua dan jatuh ketanah.
Tidak ada yang tahu apa yang telah dilakukan Inyoko pada Thu Ngau.
bahkan Em Phul sekalipun merasa sangat terkejut melihat Thu Ngau meregang nyawa dalam waktu yang singkat.
Inyoko kemudian berjalan kearah Nionyo yang sedang sekarat,kemudian mengalirkan hawa energi ketubuh Nionyo yang tidak lain adalah kakeknya sendiri,meskipun dia belum mengetahuinya.
Tubuh Nionyo terlihat sedikit membaik dari sebelumnya.
tanpa berkata apa-apa,Inyoko kemudian melesat kearah kelompok Sepuh Suci Sekte Dha Us yang berhadapan dengan Em Phul.
"Kakek Dha,Dewi,Kakak Kuanyu,maafkan aku membuat kalian khawatir"
"Orang ini izinkan aku yang mengurusnya"
"Saudaraku Rajawali terimakasih telah menunggu"
"sekarang giliran ku"
Ucap Inyoko.
Em Phul cukup menyadari jika Inyoko yang kini dihadapannya bukanlah lawan yang mudah untuk dikalahkan,setelah menyaksikannya dengan mudah membunuh Thu Ngau.
"sepertinya tidak salah tuan Ghun Thang menaruh hati kepadamu"
"aku menemukan orang yang pantas dan sepadan menjadi lawan ku selain tuan Ghun Thang"
Ucap Em Phul.
Em Phul kemudian bersiap mengeluarkan jurus untuk menyerang Inyoko.
pertarungan kedua orang itu kini menjadi tontonan orang-orang yang berada ditempat itu.
Inyoko dan Em Phul saling bertukar jurus-jurus hebat tingkat tinggi.
gerakan keduanya sangat cepat,bahkan sampai tidak bisa di ikuti oleh mata.
kecuali para pendekar-pendekar tingkat tinggi.
Pertarungan itu berlangsung semakin dahsyat,membuat orang-orang terpaksa menjauh dari tempat Inyoko dan Em Phul,untuk menghindari terkena dampak dari pertempuran itu.
Kemunculan Inyoko yang mendadak berubah menjadi sangat kuat itu membuat kagum orang-orang yang mengenal nya.
__ADS_1
termasuk kakeknya Nionyo yang merasa sangat bangga dan terharu menyaksikan cucunya yang sedang bertarung itu.
Nionyo seperti melihat kelahiran kembali putra sulungnya Pajako Karasaki yang tidak lain adalah ayah kandung Inyoko.