
Manusia Iblis Ghun Thang melampiaskan kekesalannya dengan mengeluarkan hawa energi berwarna hitam pekat.
dalam sekali pukulan sebuah meja dihadapan nya menjadi hancur lebur.
tidak ada satu orang pun didalam tenda itu yang berani bersuara setelah melihat kekesalan pemimpin mereka.
Pagi itu penduduk kota Bha Tham terlihat lebih sibuk,setelah serangan mendadak kemarin,Kota Bha Tham mengalami kerugian yang tidak sedikit.
pagi itu Phi Thoek selaku ketua gabungan Sekte aliran putih telah terlihat berkeliling kota,memastikan semua berjalan sebagai mana mestinya,sebelum kembali kesebuah paviliun di salah satu taman markas Sekte Pengemis Suci.
Ditempat itu Mai Chen,Inyoko dan Kakek Gwen sedang berdiskusi dengan beberapa tokoh aliran putih lain nya sebelum memulai perjalanan mereka menuju Lembah Salju.
diantara ketiga orang itu hanya Mai Chen yang mengetahui jalan menuju tempat itu,karena saat masih kecil Mai Chen pernah di ajak Kakek nya berkunjung ketempat itu.
Ketiga orang itu sedang mempersiapkan perbekalan untuk perjalanan mereka.
kuda-kuda terbaik pun telah disiapkan karena jarak yang mereka tempuh juga cukup jauh.
"Apakah pagi ini kalian akan melakukan perjalanan menuju Lembah Salju?"
Ucap Sepuh Suci Sekte Dha Us.
"Ya...sebaik nya kami berangkat pagi ini,jika kami terlambat mungkin kami akan bermalam di hutan,dan itu bukan lah sesuatu yang baik untuk saat ini"
Mai Chen menjawab pertanyaan salah satu sepuh sekte Bulan Giok itu.
"aku ingin cucu ku Fan Ning ikut serta dalam perjalanan kalian"
"meskipun ilmu silat nya masih dibawah kalian"
"aku ingin cucu ku mendapatkan pengalaman dari perjalanan ini"
Pinta Sepuh Suci Sekte Dha Us.
Mai Chen terlihat sangat senang mendengar permintaan salah satu sepuh itu.
karena diam-diam Mai Chen mengagumi sosok gadis itu.
"Apa kau sadar dengan apa yang kau minta pak tua?"
"kita tidak tahu perjalanan seperti apa yang akan kami tempuh nanti"
Ucap Kakek Gwen menanggapi permintaan kakek Fan Ning itu.
"Aku bersedia Kakek Gwen"
"jika diperjalanan nanti aku hanya akan menjadi beban untuk kalian,kalian boleh meninggalkan ku"
"aku ingin banyak belajar kehidupan seperti kakak Inyoko"
Jawab Fan Ning membela kakek nya,dengan sedikit malu karena menyebut nama Inyoko dihadapan semua orang ditempat itu.
"Aku juga ingin menitip kan seseorang padamu sepuh pertapa"
__ADS_1
"aku ingin Kha Chan bersama Putri Wa Dehn ikut perjalanan ini hingga kota Dhu Mai"
"aku ingin menitipkan putri Wa Dehn pada seseorang dikota itu"
Tetua Gha tidak mau ketinggalan meminta kepada Kakek Gwen.
"Kalian pikir perjalanan kami ini sebagai perjalanan piknik"
"kalian pikir aku ini petugas penjaga bayi?"
Jawab Kakek Gwen kesal.
semua orang tersenyum melihat raut wajah kakek Gwen yang sedang kesal itu.
Sebelum matahari terik ,akhirnya rombongan Kakek Gwen meninggalkan kota Bha Tham dan memulai perjalanan mereka menuju Lembah Salju.
Ada sepasang anak manusia yang merasa sangat senang dengan perjalanan ini.
Mai Chen senang sekali karena Fan Ning akhirnya jadi ikut dengan mereka menuju lembah salju.
dan Fan Ning juga merasakan kebahagiaan yang sama karena bisa selalu dekat dengan laki-laki yang membuat nya merasa jatuh cinta,yaitu Inyoko.
Setelah setengah hari berjalan...
"Sebaiknya kita berhenti sejenak di tempat ini"
"biarkan kuda-kuda ini beristirahat sebentar"
"Sebaik nya kita lanjutkan perjalanan ini,aku merasa tempat ini bukan tempat yang tepat untuk berhenti"
Pinta Kha Chan,setelah dengan kemampuan nya dapat membaca adanya hawa energi gelap disekitar tempat mereka berhenti.
Sebenarnya Kakek Gwen juga merasakan hal yang sama dengan Kha Chan.
Kakek bahkan dari setengah jam yang lalu sudah mengetahui jika perjalanan mereka di ikuti oleh beberapa orang yang mengeluarkan hawa energi gelap.
tentu saja orang-orang yang mengikuti mereka itu memiliki niat yang tidak baik.
Kakek Gwen melirik Kha Chan,seolah memberi sebuah tanda.
Kha Chan seakan mengerti dengan maksud Kakek Gwen itu.
Mai Chen dan Inyoko kemudian membawa kuda-kuda rombongan itu dan mengikatkan nya pada sebuah pohon di dekat sungai.
"Kha Chan,aku rasa dengan jumlah sebanyak ini kita dapat bersenang-senang selama seminggu penuh di kota berikut nya"
Ucap Kakek Gwen dengan suara yang keras,membuat semua orang bingung dengan maksud ucapan nya itu,kecuali Kha Chan.
"Kau benar sekali orang tua,aku ingin bersenang-senang dengan banyak gadis dan menghabiskan banyak arak di kota itu,jika uang kita habis,kita masih punya banyak lempengan emas untuk persediaan.
Belum sempat Kha Chan menyelesaikan bicara nya, tiba-tiba tempat itu telah dikepung oleh beberapa orang bertopeng dan memegang pedang.
Jumlah mereka ada 10 orang dengan pakaian serba hitam.
__ADS_1
"Hahahahah"
"aku tidak ingin menakuti dan menyakiti kalian"
"kami cuma lah orang-orang yang kelaparan"
"jadi bermurah hatilah pada kami"
"serahkan semua barang bawaan kalian pada kami"
Ucap salah seorang pria bertopeng itu.
"aku juga ingin dua gadis itu ikut bersama kami"
"kami akan membawa kalian bersenang-senang bersama kami Nona"
Sambung pria bertopeng lain nya.
"Kami tidak memiliki apa-apa untuk kami berikan kepada kalian tuan"
Jawab Kakek Gwen.
"kalian jangan berbohong,kami melihat kalian memiliki kuda-kuda bagus,tentu harga nya juga tidak murah"
"selain itu aku dengar kalian membawa cukup banyak uang dan juga kepingan emas"
"serahkan saja semua,dan kami akan membiarkan kalian pergi dengan selamat"
Ucap Pria bertopeng itu lagi.
Kakek Gwen tersenyum,dengan ujung sepatu nya kakek Gwen menendang sebuah batu kecil dan tepat mengenai tangan salah satu orang perampok itu.
pedang yang dipegang orang yang terkena batu itu terjatuh,di iringi teriakan keras orang itu..
"tanganku..."
"tanganku patah .."
Ucap nya penuh kesakitan .
Melihat teman nya yang di lukai oleh kakek Gwen,membuat kelompok perampok itu sangat emosi dan ingin menghabisi semua rombongan itu.
"Aku sedang malas bermain,sisa nya aku serahkan kepadamu Kha Chan"
ucap Kakek Gwen.
tanpa menunggu Kha Chan langsung beraksi menghajar para perampok itu.
tidak butuh lama bagi Kha Chan melumpuhkan semua perampok itu.
tapi tidak satupun dari perampok itu yang tewas dibunuh oleh nya.
Kemampuan Kha Chan membuat semua orang terkejut,setelah berhasil mengalahkan perampok-perampok itu seorang diri.
__ADS_1