
Rombongan Inyoko kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju kota Dhu Mai setelah cukup beristirahat.
Rajawali Dewa Perang kembali melesat terbang dengan cepat.
Sudah hampir seminggu mereka meninggalkan ibukota Mang Kuak yang berada di negara timur jauh Ham Pai,dan tidak akan lama lagi mereka akan tiba di kota Dhu Mai tempat para tokoh aliran putih berkumpul dan mendirikan negara baru Paja Bing Nguang,serta telah bergabung dengan putra mahkota kerajaan Pha Cah dari dinasti Juryan.
"Kota Dhu Mai sepertinya sudah mulai terlihat,tidak lama lagi kita akan tiba ditempat itu"
Ucap jendral Phe Phi
"saudaraku rajawali,sebaiknya kami engkau turunkan di depan tembok kota"
Sambung Inyoko sambil menunjuk sebuah tempat yang berada didepan tembok kota Dhu Mai.
Para penduduk dan para pendekar aliran putih bersama prajurit-prajurit dinasti Juryan terlihat bahu-membahu memperbaiki bagian-bagian tembok kota yang telah rusak akibat perang beberapa hari yang lalu dengan kekaisaran Ming.
Tentu saja kedatangan rombongan Inyoko membuat semua orang merasa sangat gembira,selain tentu saja sangat terkejut karena tidak semua orang aliran putih yang mengetahui tentang sosok Rajawali Dewa Perang yang membawa kelompok Inyoko itu.
"Selamat datang kembali Jendral dan para tetua"
Ucap salah seorang pendekar aliran putih menyambut kedatangan Inyoko dan teman-temannya.
Sebelum memasuki gerbang kota Inyoko meminta Rajawali Dewa Perang untuk pergi dan beristirahat disuatu tempat.
dibagian dalam pintu gerbang kota terlihat rombongan tetua Phi Thoek dan putra mahkota kerajaan Pha Cah yang langsung menyambut Inyoko dan rombongannya.
kabar tentang sepak terjang Inyoko dan rombongan nya saat perang di negara Ham Pai menghadapi pasukan kalajengking merah dan suku Khe Tek yang dipimpin oleh Em Phul telah tersebar sampai ke kota Dhu Mai.
tapi mereka tidak mengetahui jika Inyoko menolak jabatan sebagai kepala suku besar negara timur jauh Ham Pai.
"Inyoko,kami semua merasa sangat senang dan terkejut mendengar kabar jika kau masih hidup,dan mengalahkan pimpinan pasukan kalajengking merah Em Phul"
__ADS_1
Sambut tetua Phi Thoek.
"Sepuh kau terlihat lebih gemuk dari terakhir kalinya kita berpisah"
Ucap Tetua Bu mencoba menggoda sepuh suci dari sekte nya itu.
Kemudian mereka semua langsung berjalan menuju ke gedung pemerintahan yang ada ditengah kota Dhu Mai.
disepanjang jalan menuju gedung pemerintahan itu terlihat pemandangan yang membuat Inyoko dan rombongannya yang baru datang itu menjadi gelisah.
tidak sedikit dari penduduk yang mereka lihat seperti tidak memiliki semangat hidup terlihat dari sorot mata mereka yang kosong dan penuh rasa putus asa.
Sejak kaisar An Zung yang berada dibawah pengaruh manusia iblis Ghun Thang mengerahkan pasukan besar nya menyerang kota Dhu Mai,membuat sebagian penduduk kota yang memutuskan untuk bertahan bersama para pendekar aliran putih menjadi seperti kehilangan semangat dan gairah hidup mereka,karena perang itu menimbulkan banyak korban dari penduduk yang tidak berdosa.
Andai saja saat itu pasukan bantuan dari dinasti Juryan datang terlambat entah apa yang akan terjadi pada kota Dhu Mai dan semua penghuninya.
Tetua Phi Thoek cukup memahami apa yang dirasakan oleh Inyoko dan rombongannya,dan memilih mengalihkan perhatian mereka dengan mengajak mereka mengobrol sepanjang perjalanan menuju gedung pemerintahan itu.
disekitar gedung pemerintahan tersebut terlihat banyak berdiri tenda-tenda pasukan yang berisi prajurit-prajurit dinasti Juryan.
Phi Thoek meminta para prajuritnya itu untuk bersikap biasa saja karena merasa sungkan dengan para elit aliran putih yang ada di dalam rombongan itu.
Setelah memasuki gedung pemerintahan kota Dhu Mai mereka semua terkecuali duduk disebuah ruangan pertemuan untuk mendengarkan informasi yang dibawa oleh rombongan Inyoko dari negara timur jauh Ham Pai.
Jendral Phe Phi menjelaskan semua yang telah mereka lalui selama berada di negri tanah kelahiran Inyoko itu,termasuk bersedianya kepala suku besar yang baru negara Ham Pai untuk bekerjasama menghadapi manusia iblis Ghun Thang.
tidak lupa juga mantan jendral di kekaisaran Ming itu menceritakan sepak terjang Inyoko dan cerita tentang Inyoko yang menolak jabatan kepala suku besar negara Ham Pai.
Semua orang yang mendengarkan apa yang baru saja diceritakan oleh jendral Phe Phi seakan-akan tidak dapat mempercayai apa yang telah dilakukan oleh Inyoko.
Tetua Ho dan kakek Gwen yang merupakan orang terdekatnya juga seakan tidak mempercayai hal tersebut.
__ADS_1
"apa yang ada dalam pikiranmu anak muda"
"mengapa kau menolak posisi tertinggi dalam negara itu?"
"bukankah akan lebih mudah menggerakkan bangsa pengembara itu jika kau yang menjadi pemimpin nya"
Ucap Mha Lhum Pek jendral besar dinasti Juryan, sambil memperkenalkan dirinya pada rombongan Inyoko.
"Aku merasa tidak pantas mendapatkan kedudukan setinggi itu"
"pemimpin yang dibutuhkan sebuah negara adalah pemimpin yang mampu mempersatukan rakyatnya,kekuatan bukanlah tolak ukur dari sebuah kepemimpinan"
"Pemimpin terbaik adalah pemimpin yang diterima oleh semua rakyatnya'
"dan aku belum mencapai tahap itu,aku masih terlalu muda untuk memikul beban itu"
"bagiku posisi atau jabatan itu tidak akan ada gunanya jika aku tidak bisa melindungi orang-orang yang tidak berdosa dari kekejaman manusia-manusia berhati iblis"
Jawab Inyoko.
Jawaban yang keluar dari mulut Inyoko itu membuat semua orang terdiam dan semakin kagum kepadanya.
"Anak ini memiliki sesuatu yang dapat membuat nya menjadi seorang kaisar besar"
"bagaimana mungkin pemuda seperti dia memiliki pemikiran tentang kebangsaan setinggi ini"
"Kau adalah orang kedua yang aku akui sebagai pemimpin besar masa depan selain putra mahkota Pha Cah"
Jendral Mha Lhum Pek berbisik dalam hati.
Selain kekaguman mereka pada Inyoko semua orang terlihat lebih senang karena tahu negara timur jauh Ham Pai bersedia bekerjasama dengan mereka.
__ADS_1
Kemudian Inyoko pamit dari ruangan pertemuan itu,ketika para tokoh-tokoh elit sedang mendiskusikan rencana mereka selanjutnya dalam menghadapi kekuatan kaisar An Zung.
langkah Inyoko di ikuti oleh Mai Chen dan para gadis yang juga ada didalam ruangan itu.