Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Jiwa Harimau Putih


__ADS_3

Kini mereka semua telah kembali ketempat semula,Hutan Kabut tempat pertarungan antara Kakek Gwen dengan Inyoko dan kawan-kawan.


tempat itu terlihat sangat berantakan akibat pertarungan itu.


Inyoko terlihat diam mematung berdiri dihadapan Rajawali Dewa Perang.


pikiran nya berkecamuk,karena pengaruh aura pertapa naga belum sepenuhnya hilang dari diri nya.


tubuh dan kesadaran Inyoko kini diperebutkan oleh Aura merah pertapa naga dan diri nya sendiri.


Harimau Putih Hi Nyiak yang sekarat dengan tubuh penuh luka tiba-tiba berdiri.


semua orang terkejut melihat Hi Nyiak yang tiba-tiba berdiri dan berjalan ke arah Inyoko.


Kakek Gwen berusaha menghentikan nya.


"Biarkan dia".


"dia dan aku memiliki ikatan bathin yang kuat dengan bocah itu".


"saat ini mungkin hanya Harimau itu yang bisa menyadarkan Inyoko".


"Karena melihat Harimau itu Inyoko berubah seperti ini".


"kita percaya kan saja semua nya pada Harimau Putih itu".


Ucap Rajawali Dewa Perang menghentikan niat Kakek Gwen.


"Semua ini kesalahan ku"


"aku terlalu angkuh,dan dibutakan dendam masa lalu".


"sehingga aku tidak menyadari racun Monster Laba-Laba itu telah menguasai jiwa ku"


"aku berhutang maaf pada kalian semua"


Ucap Kakek Gwen sambil memapah Kha Chan Mai Chen untuk berdiri.


Harimau Putih Hi Nyiak meraung lembut sambil menyeret tubuh nya yang pincang akibat luka yang didapatkan nya saat bertarung dengan Kakek Gwen.


Saat berada tepat dihadapan Inyoko Harimau Putih itu menggesek kan kepalanya di kaki Inyoko.


seolah-olah memberikan sebuah sapaan manja kepada tuan nya itu.


tatapan mata Harimau Putih itu terlihat sendu dan matanya sedikit berair,menandakan ada sebuah rasa keharuan dan kesedihan yang teramat dalam pada hati Harimau Putih itu.


Terjadi gejolak dalam bathin Inyoko.


Kesadaran Inyoko yang belum sepenuh nya kembali masih sulit mencerna apa yang sedang dilakukan oleh Harimau Putih Hi Nyiak itu.


Harimau Putih itu menatap dalam ke mata Inyoko.


tatapan yang bahkan menembus ruang hati Inyoko.


tatapan Harimau Putih membawa ingatan Inyoko pada saat pertama kali bertemu dengan hewan pertapa itu.


Saat ketika Harimau Putih terluka dan ingin memangsa Inyoko sewaktu perjalanannya menuju Gunung Salju Abadi.

__ADS_1


pertarungan yang berakhir dengan Inyoko mengobati Harimau Putih Hi Nyiak.


dan saat itulah hubungan bathin kedua nya terjalin kuat.


Hari itu Harimau Putih menyerahkan Jiwa nya pada Inyoko dan memilih Inyoko sebagai tuan nya.


"tuan Inyoko hatimu bersih dan seluas samudra"


"dan kau berikan aku sedikit tempat disana"


"aku bahagia dan senang sekali"


"kau manusia terbaik yang pernah aku temui"


"seluruh jiwa ku ini adalah milikmu"


"bangunlah tuan Inyoko,bangkit dan tumbuhlah menjadi kuat"


Suara yang terdengar penuh rasa kesedihan itu mengisi Kepala Inyoko.


Tiba-tiba Inyoko duduk dan mengelus kepala Harimau Putih yang dari tadi terus menggesekkan kepalanya di kaki Inyoko.


Inyoko memeluk erat binatang pertapa yang sudah dianggap nya sebagai teman itu.


air mata nya berlinang.


Inyoko telah lepas dari pengaruh aura merah pertapa naga.


"Tuan Inyoko...."


"Jangan tenggelam dalam kesedihan"


"Kuatkan hatimu,banyak orang yang ingin berlindung di hatimu yang teduh itu tuan"


"Maafkan aku..."


"Aku tidak bisa menemani dan melihat mu tumbuh menjadi kuat"


"semua berjalan terlalu singkat untuk kita"


"percayalah di seribu kehidupan yang lain aku akan terus mencarimu"


Suara berat dan terasa sangat menyayat hati itu kembali terdengar dalam hati Inyoko.


Tubuh Harimau Putih Hi Nyiak yang berada dalam pelukan Inyoko itu bersinar sangat terang.


membuat silau semua orang yang berada ditempat itu.


Tubuh Harimau Putih itu perlahan memudar dan menghilang bersama sinar yang dikeluarkan tubuh nya.


Inyoko meratap dan menangis,menyadari jika ini adalah saat-saat terakhir kebersamaan antara dia dan Harimau Putih.


Nafas nya sesak,suara tangis nya seperti tertahan akibat perasaan sedih yang begitu dalam.


Selain guru nya Tetua Ho, Harimau Putih punya tempat yang spesial di hati nya.


Hati Inyoko masih tidak bisa percaya dan tidak bisa menerima jika Harimau Putih yang dianggapnya sebagai teman terbaik nya itu kini harus pergi untuk selamanya.

__ADS_1


Tak hanya Inyoko,Kakek Gwen,Kha Chan,Mai Chen dan Rajawali Dewa Perang juga merasakan kesedihan yang dalam.


apalagi Kakek Gwen,orang yang paling merasa bersalah atas kejadian ini.


Kakek Gwen salah satu orang yang menyaksikan perjalanan Harimau Putih Hi Nyiak bersama Inyoko walaupun hanya berjalan singkat.


Ingatan Kakek Gwen melayang mengingat saat pertama kali dia bertemu dengan Harimau Putih saat ikut dengan Inyoko meninggalkan Gunung Salju Abadi.


saat-saat Harimau Putih itu ikut bertarung menghadapi Serigala Iblis Neraka.


tangis pertapa itu pun tak tertahan.


Sinar cahaya yang keluar dari tubuh Harimau Putih Hi Nyiak itu akhir nya sirna bersama tubuh Harimau itu.


saat terakhir sebelum sinar cahaya itu benar-benar lenyap,sesuatu seperti berbisik di hati Rajawali Dewa Perang.


"aku titipkan tuan Inyoko padamu saudara Rajawali"


suara bisikan itu seperti sebuah permintaan Harimau Putih pada rekan nya Rajawali Dewa Perang.


Harimau Putih adalah salah satu alasan Rajawali Dewa Perang bersedia menjadikan Inyoko sebagai tuan nya.


ketika di pagoda obat tempat Rajawali Dewa Perang di tahan,Inyoko datang dan bercerita tentang hubungan nya dengan Harimau Putih.


Cerita Inyoko tentang Harimau Putih itu yang telah membuka hati Rajawali Dewa Perang.


"percayakan padaku saudaraku"


"tuan Inyoko akan aku jaga sepenuh Jiwa ku"


Jawab Rajawali Dewa Perang dalam hati.


Setelah cahaya dan tubuh Harimau Putih itu lenyap,muncul sebuah permata bercorak seperti warna tubuh Harimau Putih.


" Mustika Harimau".


Mustika itu terserap kedalam tubuh Inyoko,dan menyatu dengan aliran hawa energi milik Inyoko.


tubuh Inyoko seperti bercahaya karena energi mustika harimau yang telah diserap nya.


Rajawali Dewa Perang yang paling tahu mengenai mustika itu, karena dia juga adalah binatang pertapa sama seperti Harimau Putih.


Inyoko bangkit dan menghapus air mata nya.


Inyoko berjalan ke arah Rajawali Dewa Perang dan yang lain nya.


langkah nya terlihat gontai seperti tanpa semangat.


tatapannya terlihat kosong tanpa harapan.


"Kakek..."


Ucap Inyoko lirih dan menahan tangis nya.


Inyoko tumbang dihadapan Kakek Gwen,dan segera disambut oleh sepuh pertapa itu.


Rajawali Dewa Perang segera membawa mereka semua keluar dari Hutan Kabut yang kini sudah terlihat normal kembali setelah pengaruh Monster Laba-Laba itu benar-benar telah lenyap.

__ADS_1


__ADS_2