Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Juryan,Ham Pai,dan Dhu Mai


__ADS_3

Pagi itu di gedung pemerintahan kota Dhu Mai,semua para tokoh-tokoh penting sedang berkumpul membicarakan sesuatu yang sangat penting.


semua orang terlihat dengan ekspresi wajah yang tidak baik setelah mendengarkan informasi dari seorang prajurit.


Informasi itu adalah tentang negara timur jauh Ham Pai yang telah dikuasai oleh kekaisaran Ming.


yang lebih menyeramkan pasukan Kekaisaran Ming hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari setengah hari untuk menjatuhkan kekuasaan suku besar Tung Gak dan bisa dikatakan tanpa perlawanan yang berarti.


Bing Nga adalah orang yang paling bersedih menerima informasi itu.


bersama dengan prajurit pembawa informasi itu ikut serta pula prajurit para bawahan Em Phul yang berjanji mengabdikan hidup mereka kepada Inyoko.


"Bagaimana dengan kakekku ?"


Tanya Bing Nga penuh cemas.


"Maaf nona sepengetahuan kami,semua orang dalam istana telah menjadi tahanan pasukan kekaisaran Ming,dan mereka semua menurut informasi yang kami kumpulkan ditahan dalam penjara bawah tanah bersama dengan para kepala suku yang lain dan dijaga dengan sangat ketat oleh prajurit-prajurit dengan kemampuan cukup tinggi"


Setidaknya jawaban dari prajurit itu sedikit membuat lega Bing Nga,karena merasa kakeknya masih hidup meskipun berada dalam tahanan pasukan kekaisaran Ming.


Dewi Mata Dara dan tetua suci sekte Dha Us merasa sangat terkejut mendengar berita tersebut,karena menurut mereka selain kepala suku besar Tung Gak,terdapat beberapa orang yang memiliki ilmu cukup tinggi di negara timur jauh Ham Pai itu,tapi mengapa dengan mudahnya mereka di taklukan oleh pasukan kekaisaran Ming.


Menurut kakek Gwen hanya ada dua kemungkinan yang membuat negri itu dengan mudahnya jatuh ke tangan kaisar An Zung.


Kalau bukan karena adanya kelompok pengkhianat di negara itu,bisa jadi karena pasukan yang menyerang negara Ham Pai itu dalam jumlah dan kekuatan yang besar serta dipimpin oleh seorang jendral dengan kemampuan yang sangat tinggi pula.


sebenarnya kedua tebakan dari kakek Gwen itu sangat tepat.

__ADS_1


karena sebelum hari penyerangan itu sedang berlangsung pertemuan para kepala suku negara timur jauh Ham Pai di istana.


salah satu tamu pertemuan tersebut adalah orang kiriman manusia iblis Ghun Thang murid dari Lin Dha Bhu si iblis seribu wajah yaitu Ta Sha Pik yang yang berhasil menyamar dengan sempurna sebagai kepala suku salah satu suku kecil di negara Ham Pai.


Ta Sha Pik berhasil meracuni hidangan perjamuan di istana yang membuat semua orang yang menyantap dan meminum hidangan dipertemuan itu kehilangan semua tenaga dalamnya.


sehingga ketika pasukan kekaisaran Ming menyerang dan dipimpin oleh Men Dhi Wu dapat dengan mudah menaklukan negri itu.


Tidak lama kemudian salah seorang prajurit dinasti Juryan masuk memberikan informasi yang lain.


Bahwa kerajaan La Dho Khu Tu kini juga telah menyerah tanpa perlawanan kepada Lha Cah,adik tiri dari putra mahkota kerajaan Pha Cah yang memberontak dan menjalin kerjasama dengan manusia iblis Ghun Thang dan pasukan kalajengking merah.


Situasi ini tentu sangat tidak baik untuk semua orang yang ada di dalam ruangan itu karena selain berita penaklukan yang dilakukan oleh kekaisaran Ming akibat yang ditimbulkan oleh pasukan itu juga mengerikan.


meskipun dapat dengan mudah menaklukan setiap negara dan kerajaan lain,pasukan kekaisaran Ming juga tidak berhenti menebar teror dengan kekejamannya,sesuai dengan misi dari manusia iblis Ghun Thang yang ingin menciptakan jalan penuh darah.


Hal itu lah salah satu alasan mengapa sampai saat ini Ghun Thang belum berhasil menaklukkan negara baru Paja Bing Nguang yang dipimpin oleh tetua Bu.


Semua tokoh-tokoh penting sekte aliran putih bersama dengan para pejabat tinggi dinasti Juryan saat ini sibuk mengatur siasat dan strategi menghadapi manusia iblis Ghun Thang,karena saat ini hanya kota Dhu Mai dengan negara Paja Bing Nguang lah yang akan menjadi target dari pasukan kekaisaran Ming.


"Dengan kekuatan pasukan kita saat ini,aku rasa kita belum siap untuk berhadapan langsung dengan para pasukan kekaisaran Ming"


Jelas Jendral Phe Phi mencoba menjelaskan situasinya saat ini.


"Akan tetapi berdiam diri dan menunggu mereka menyerang kita di kota ini juga bukan sesuatu yang baik"


"karena akan sama saja dengan menunggu datangnya maut tanpa berbuat apa-apa"

__ADS_1


Sambung Kha Chan.


"Jika begitu,sebelum mereka menyerang,sebaiknya kita menyerang mereka lebih dulu"


Ucap jendral besar dinasti Juryan Mha Lhun Cek.


"Bukan kah jendral Mha cukup mengerti,bahwa seluruh kekuatan yang kita miliki saat ini tidak dapat untuk berhadapan langsung dengan pasukan kekaisaran Ming"


Tetua Bu mencoba membantah pendapat dari jendral Mha Lhun Cek.


"Tentu saja yang tetua katakan itu sangat benar sekali,akan tetapi kita tidak akan langsung menyerang mereka"


"yang akan kita serang adalah negara dan kerajaan yang telah mereka kuasai"


"itu adalah jalan terbaik paling tidak,kita dapat mengurangi kekuatan pasukan musuh"


"Selain itu tidak akan mungkin rasanya kaisar An Zung membiarkan pasukan besarnya untuk terus berada di negara jajahannya itu"


"dan itu adalah harapan kita semua, sehingga akan sangat membantu kita dalam merebut kembali negara dan kerajaan yang telah mereka kuasai"


Jelas jendral Mha Lhun Cek,yang sepertinya disetujui oleh semua orang yang berada didalam ruangan pertemuan itu.


Tetua Phi Thoek kemudian segera memerintahkan kepada kakek Cha Puk Gembel dan tetua Ho memimpin pasukan dari negara timur jauh Ham Pai.


sementara itu putra mahkota kerajaan Pha Cah meminta jendral besar Mha Lhun Cek lah yang langsung memimpin para pasukan dinasti Juryan untuk melakukan penyerangan kesemua negara ataupun kerajaan yang telah dikuasai oleh kekaisaran Ming.


Ketiga orang itu kemudian bersiap-siap mengumpulkan pasukannya masing-masing sebelum meninggalkan kota Dhu Mai dan bergerak ke setiap wilayah yang telah dikuasai oleh kaisar Ming.

__ADS_1


__ADS_2