Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Menuju Wisma Keluarga Chen


__ADS_3

Hantaman energi dahsyat itu menimbulkan ledakan yang cukup dahsyat pula,hutan sekitar tempat pertarungan itu kini telah rata dengan tanah.


Tubuh serigala iblis neraka pun lenyap tanpa bekas.


bahkan ketiga sepuh yang telah menjauh pun dapat merasakan getaran yang ditimbulkan oleh kekuatan yang baru saja dikeluarkan oleh inyoko.


Setelah keadaan mulai tenang kakek gwen dan dewi mata dara segera menuju ketempat inyoko berada,sementara tetua ho tidak ikut serta karena kondisinya yang cukup lemah.


Ketika tiba ditempat pertarungan yang telah hancur berantakan itu,kakek gwen dan dewi mata dara menemukan inyoko dalam keadaan tidak sadarkan diri bersama golok pusaka naga didekat nya,tubuhnya mengeluarkan asap berwarna putih.


Kakek gwen mencoba mengalirkan tenaga dalamnya yang tersisa pada inyoko.


tapi apa yang dilakukan oleh kakek gwen cuma sia-sia saja,inyoko tetap tidak sadarkan diri.kakek gwen terkejut mendapati hampir seluruh saraf otot inyoko yang telah terputus.


Dewi mata dara cukup mengerti dengan apa yang dialami oleh inyoko.


dengan kekuatan fisik dan ilmu yang dimiliki nya sekarang tidak akan mampu menerima kekuatan yang sangat besar seperti itu.


"apa yang terjadi pada bocah ini?"


tanya kakek gwen penuh heran.


"fisik dan kekuatan yang dia miliki tidak cukup untuk menerima kekuatan seperti tadi"


"akibat nya seluruh otot dan organ vitalnya menerima beban yang lebih besar dari yang semestinya"


"setelah efek aura biru pertapa naga itu hilang,maka akan menimbulkan kerusakan yang sangat parah pada tubuh inyoko"


"mungkin saat anak ini sadarkan diri seluruh tubuh nya dalam keadaan lumpuh"


Dewi mata dara menjelaskan kepada kakek gwen.


Kemudian dewi mata dara menjulurkan selendang nya , melilitkan selendang itu pada tubuh inyoko.


dengan aliran tenaga dalam nya dewi mata dara mengangkat tubuh inyoko itu.


mereka kembali ke pinggir sungai,setelah menjemput tetua ho.


tetua ho sangat terkejut melihat murid nya dalam keadaan yang jauh lebih buruk dari keadaan nya sendiri.


"sebaiknya kita segera ke ibu kota kekaisaran ming"


"setidaknya aku punya relasi yang mungkin bisa membantu kita disana"


ucap tetua ho.


Tanpa berpikir panjang,mereka segera berangkat menuju ibu kota kekaisaran ming.


tempat yang mereka tuju adalah kediaman keluarga bangsawan Chen.


dalam waktu setengah hari mereka tiba di kediaman bangsawan Chen.


Kedatangan mereka langsung di sambut kepala keluarga bangsawan Chen yaitu Lao chen si gagak hitam.


Lao chen menaruh rasa hormat yang begitu tinggi kepada tetua ho.


walau bagaimana pun tetua ho yang dikenal sebagai sang pengelana suci adalah salah satu dari tiga jagoan terkuat di dunia persilatan,selain status nya sebagai sepuh pendiri sekte pengemis suci.

__ADS_1


"Jangan terlalu sungkan padaku orang tua ini,tetua lao"


"aku datang kemari bersama rombongan ku sangat mengharapkan bantuan mu"


ucap tetua ho.


"Bagi ku kau tetap sang pengelana suci tetua"


"jadi sudah seharusnya kami marga chen hormat kepadamu"


"Apapun itu akan kami lakukan sebatas kemampuan kami untuk membantu anda tetua"


Jawab lao chen.


Dimasa lalu,tidak banyak yang tahu jika keluarga bangsawan chen berhutang budi kepada sekte pengemis suci.


saat terjadi pergolakan dan pemberontakan di kekaisaran ming,keluarga bangsawan chen menjadi target oleh pemberontak.


Saat itu lao chen masih sangat muda,dan sekte pengemis suci lah yang membantu keluarga chen menghadapi pemberontak itu.


Mata Lao chen melirik ke arah dua orang sepuh yang ikut bersama tetua ho, kakek gwen dan dewi mata dara yang baru pertama kali dilihat nya,kemudian pandangan nya tertuju pada sosok inyoko yang belum sadarkan diri.


Melihat gelagat lao chen,tetua ho lantas menerangkan apa yang telah terjadi kepada lao chen.


"kami baru saja mengalami pertarungan yang sangat berat"


"bocah ini terluka parah setelah pertarungan itu"


"seandainya tidak ada dia mungkin kami semua hanya tinggal nama"


tetua ho menjelaskan situasi yang baru saja mereka alami.


bagaimana mungkin ada lawan yang bisa membuat tetua ho sang pengelana suci salah satu dari tiga jagoan terkuat dunia persilatan mengalami kesulitan seperti ini.


Bahkan hampir seluruh aliran dunia hitam di kekaisaran ming tidak berani bergerak dan berbuat onar,karena keberadaan tetua ho ini.


Ditambah lagi kenyataan kalau yang menyelamatkan mereka adalah inyoko,bocah yang di kenal nya beberapa hari yang lalu hanyalah bocah yang lemah.


"hmmmm"


"aku hampir lupa"


"ini sepuh pertapa gwen,dia adalah guru ku"


"dan ini sepuh pertapa dewi mata dara"


tetua ho mengenalkan dua sepuh pertapa itu pada lao chen.


Lao Chen kembali menjadi sangat terkejut dengan dua sosok yang kini ada di kediaman nya.


Lao chen tidak dapat membayangkan besarnya kekuatan yang dimiliki oleh kedua pertapa itu,jika benar tetua ho adalah murid salah satu dari mereka.


"Musuh seperti apa yang bisa menyulitkan para sepuh dan tetua ho?"


Lao chen mulai bertanya.


"kami tidak dapat memberitahukan nya pada mu saat ini tetua lao"

__ADS_1


"tapi aku ingin meminta tolong kepadamu"


"bisakah kau kumpulkan semua sekte aliran putih dan mengadakan pertemuan dengan mereka"


"bawalah segel sekte pengemis suci ini,untuk mempermudah mu mengundang sekte-sekte yang lain"


ucap tetua ho sambil menyerah kan sebuah segel milik sekte pengemis suci kepada lao chen.


"Baik lah besok aku akan segera berangkat tetua"


jawab lao chen.


Lao chen tidak berani untuk bertanya lebih jauh,tapi firasat nya mengatakan sesuatu yang besar akan segera terjadi dan itu bukan lah hal baik.


Tak beberapa lama,mai chen cucu lao chen yang punya janji bertarung dengan inyoko masuk kedalam ruangan itu.


"kalian datang untuk meminta ampun kepadaku ?"


"sekarang gembel ini pura-pura pingsan dihadapan ku"


"jangan kira aku akan mengampuni nya begitu saja"


"aku akan segera menghabisi nya"


Ucap Mai Chen penuh amarah.


Mai Chen masih menyimpan rasa dendam yang dalam pada inyoko,karena insiden beberapa hari yang lalu di tengah kota.


"Bocah bodoh"


"kau sangat lancang dan tidak tahu sopan santun"


"sekarang bukan saat nya mengikuti amarah dan dendam mu"


"jika kau berani menyentuh nya,aku bahkan bisa lupa kalau kau itu adalah cucu ku"


Lao Chen terlihat sangat marah pada mai chen,dan merasa sangat malu di hadapan para sepuh itu.


Tentu saja mai chen hanya bisa terdiam dan tidak berani menentang ucapan kakek nya itu.


kemudian Lao Chen mengantarkan Tetua Ho,kakek gwen dan dewi mata dara pada ruangan terpisah untuk beristirahat,sementara inyoko ditempatkan pada ruangan khusus untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut oleh tabib-tabib keluarga bangsawan chen.


Akhirnya mai chen bisa mengerti dengan situasi yang sedang terjadi,setelah kakek nya Lao Chen menjelaskan semua yang dia ketahui pada mai chen.


"Kini kau sudah paham posisi keluarga kita?"


"kau adalah penerus keluarga chen ini"


"mereka bukanlah orang yang bisa kita jadikan musuh"


"sekarang aku akan pergi untuk beberapa hari"


"Wisma keluarga Chen ini aku serahkan kepadamu mai chen"


"Jamu dan layani lah tamu-tamu kita itu"


ucap Lao chen pada cucu nya.

__ADS_1


Mai Chen mengangguk setuju,dan mengantarkan kepergian kakek nya sampai ke depan gerbang wisma keluarga chen.


Lao Chen berangkat menggunakan kuda dan ditemani beberapa pendekar pengawal keluarga chen.


__ADS_2