Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Hilang nya Segel Dewi Ular


__ADS_3

Matahari mulai tenggelam, mengakhiri pesta dan kegembiraan manusia-manusia gunung di tempat itu,mereka harus segera bergegas kembali ke tempat tinggal mereka, rumah-rumah pohon yang berada didalam hutan wilayah selatan sebelum gelapnya malam tiba dan menyelimuti kawasan itu.


Bagi manusia gunung saat malam tiba adalah saatnya mereka melanjutkan aktifitas mereka didalam rumah-rumahan pohon.


Malam hari adalah saat-saat yang begitu menakutkan bagi manusia gunung.


Menurut mitos ketika malam hari tiba hewan-hewan siluman akan berkeliaran didalam kawasan hutan wilayah selatan.


Dan rumah-rumah pohon adalah tempat teraman bagi mereka.


Rumah-rumah pohon itu merupakan rumah-rumah peninggalan leluhur mereka.


Hanya ada sekitar puluhan rumah untuk menampung ratusan manusia gunung.


Kok Satang menceritakan jika rumah-rumah pohon peninggalan leluhur mereka dibangun dengan bantuan dewi ular.


Dewi ular menyegel sekeliling tempat rumah pohon tersebut sehingga tidak dapat dilihat oleh binatang buas ataupun para siluman.


Membuat Inyoko teringat dengan sosok sang pertapa naga Ghon Jong.


Ghon Jong dengan kekuatannya mampu menciptakan dimensi dunia pertapa di tanah dewa ular di puncak gunung salju abadi.


Tetapi apa yang dibuat oleh leluhur putri Koa itu sedikit berbeda, karena hanya berpengaruh kepada binatang buas dan makhluk-makhluk siluman.


"Tuan,aku sangat mengerti apa yang kini sedang engkau pikirkan"


"Aku juga merasakan hal yang sama"


"Segel buatan leluhurku tentu tidak sebanding dengan buatan leluhur pertapa naga di puncak gunung salju abadi"


"Segel tempat ini sekarang telah rusak,aku rasa ini akibat ulah Pasa La Ngang yang tadi baru kau habisi tuan"


Ucap putri Koa kepada Inyoko.


Hanya Inyoko dan putri Koa yang memahami tentang segel tersebut,dan mereka cukup yakin Pasa La Ngang yang telah merusak segel tersebut.

__ADS_1


Inyoko meminta Kok Satang untuk segera mengumpulkan semua manusia gunung.


Situasi pemukiman manusia gunung kini dalam situasi yang berbahaya dan tidak aman lagi,jika benar ketika hari gelap tempat itu dilewati oleh banyak binatang buas dan makhluk-makhluk siluman.


Belum sempat melakukan apa-apa mereka semua dikagetkan oleh kedatangan seekor siluman rubah.


Untuk pertama kali dalam seumur hidup para manusia gunung,siluman hutan wilayah selatan masuk ke rumah pohon mereka.


Inyoko bereaksi sangat cepat,dalam sekali pukulan energi,siluman rubah itu terkapar dan mati.


"Sebaiknya kau sedikit bergegas saudara Satang"


"Aku merasakan tidak lama lagi para siluman akan segera berdatangan ke tempat ini"


"Putri Koa dan yang lain nya,bantu dan kawal para manusia gunung menuju kuil pemujaan,saat ini tempat itu lah yang paling aman"


"Siluman-siluman ditempat ini biar menjadi urusanku"


Teriak Inyoko kepada semua orang.


Mai Chen yang kondisinya terlihat sudah lebih baik pada awalnya menolak permintaan Inyoko dan memilih untuk tinggal menghadapi makhluk-makhluk siluman bersama Inyoko.


Apa yang dikatakan oleh Inyoko terbukti benar,belum sempat manusia-manusia gunung bergerak pergi, rumah-rumah pohon mereka telah didatangi oleh makhluk-makhluk siluman.


Situasi seketika berubah,karena manusia-manusia gunung yang terlihat panik menyaksikan secara langsung makhluk-makhluk siluman yang bermunculan dihadapan mereka.


Inyoko bergerak cepat menghadapi makhluk-makhluk siluman tersebut, memberi kesempatan untuk para manusia gunung dan temannya yang lain pergi meninggalkan rumah-rumah pohon milik manusia gunung.


Satu persatu makhluk-makhluk siluman itu tewas di tangan Inyoko.


Kekuatan siluman-siluman dan monster yang menyerang rumah-rumah manusia gunung itu jauh daripada monster dan siluman yang selama ini dihadapi oleh Inyoko.


Rumah-rumah pohon manusia gunung mulai hancur satu persatu akibat terkena dampak pertarungan antara Inyoko dan para siluman.


Kok Satang hanya dapat pasrah melihat dari kejauhan menyaksikan tempat tinggal mereka yang telah turun temurun mereka tempati mulai hancur berantakan.

__ADS_1


Selama perjalanan dari rumah pohon menuju kuil dewi suci,rombongan manusia gunung juga harus menghadapi rintangan dari para siluman,seperti perkiraan Inyoko Mai Chen dan rekan-rekannya akan sangat membantu untuk memastikan manusia gunung aman dari gangguan para siluman.


Gabungan kekuatan Mai Chen,Putri Koa,Putri Wa Dehn dan Bing Nga cukup untuk menghadapi para siluman yang tidak terlalu merepotkan bagi mereka,tapi cukup menakutkan untuk para manusia-manusia gunung yang tidak memiliki kemampuan dan ilmu tenaga dalam.


Sementara itu Inyoko harus berhadapan dengan siluman dan monster yang terus berdatangan kearahnya.


Sudah tidak terhitung lagi jumlah siluman dan monster yang mati ditangannya.


Sekujur tubuh Inyoko dipenuhi oleh darah dan cairan yang dikeluarkan oleh siluman-siluman yang telah dibunuhnya.


Keadaan itu membuat Inyoko menjadi incaran para siluman dan monster yang murka melihat kawanannya yang tewas dibantai.


Inyoko kini berhadapan dengan sekitar lima makhluk siluman kelabang,kelima siluman itu kelihatan lebih kuat daripada siluman-siluman yang kini menjadi tumpukan bangkai disekitar rumah pohon.


Monster siluman kelabang itu bertarung menggunakan kaki-kaki tajam nya,dan semprotan racun yang keluar dari mulut mereka,bahkan racun kelabang itu mampu melelahkan besi dan baja.


Membuat Inyoko harus lebih hati-hati menghadapi kelima monster siluman itu.


Selain karena kekuatannya, kelima monster siluman itu juga memiliki pola serangan yang teratur seolah-olah bisa saling bekerjasama,tidak seperti siluman lain yang tidak segan-segan memangsa kawanan nya sendiri.


Kaki-kaki tajam yang jumlahnya puluhan itu membuat Inyoko terdesak,sebuah goresan luka bahkan didapat Inyoko pada bahu kanannya.


Inyoko berdecak penuh kesal,akan tetapi dia juga tidak dapat bergerak menyerang dengan gegabah karena siluman kelabang itu juga memiliki racun yang berbahaya.


Inyoko memilih untuk menghindari setiap serangan para siluman kelabang tersebut,sambil mempelajari pola serangannya.


Hampir setengah jam lamanya Inyoko bertarung dalam posisi bertahan,hingga akhirnya Inyoko menyadari jika kelompok siluman kelabang itu menghindari bertarung serentak dan memilih menyerang Inyoko secara bergantian karena takut terkena kaki tajam temannya sendiri.


Selain itu kelompok siluman kelabang itu bergerak berdasarkan kendali dari seekor siluman kelabang yang terlihat lebih besar ukurannya daripada siluman kelabang yang lain.


Selain pola serangan siluman kelabang tersebut, Inyoko juga mulai menyadari jika siluman-siluman kelabang itu membutuhkan waktu jeda dalam mengeluarkan bisa berbahaya mereka.


Paling tidak siluman kelabang membutuhkan waktu sepuluh menit untuk menembakan bisa nya kembali setelah menembakkan bisa yang sebelumnya.


Sehingga ini menjadi kesempatan dan celah bagi Inyoko untuk mengalahkan kelima monster siluman kelabang itu.

__ADS_1


Inyoko berniat menyelesaikan pertarungan itu dengan menghabisi siluman kelabang yang berukuran paling besar terlebih dahulu.


Tentu saja pertarungan itu tidak akan mudah karena keempat siluman kelabang lain nya siap untuk menghalangi dan membuat Inyoko kesusahan.


__ADS_2