
Pertempuran terus berlangsung di depan tembok kita Dhu Mai yang sudah mulai terlihat rusak parah akibat hantaman bom-bom setan dari menara pelontar milik pasukan kekaisaran Ming.
melihat situasi yang tidak menguntungkan itu sepuh suci sekte Khu Dung bergerak cepat secara diam-diam menyelinap kedalam pasukan musuh yang mengendalikan mena
ra pelontar itu.
tentu saja hal tersebut dilakukan oleh Khu Dung setelah melihat manusia iblis Ghun Thang maju bersama pasukannya meninggalkan menara pelontar itu dan mendekati tembok kota.
Kaisar An Zung terlihat sangat murka ketika terlambat mengetahui enam dari tujuh menara pelontar bom setan telah dirusak oleh Khu Dung.
dan sepertinya satu menara pelontar yang tersisa akan bernasib sama seperti menara pelontar bom setan lain nya.
akan tetapi saat akan merusak menara pelontar bom setan yang terakhir tiba-tiba langkah Khu Dung terhenti.
Ahm Peh salah seorang prajurit kekaisaran Ming dengan senjata cambuk menghadangnya.
Ahm Peh adalah adik kandung dari Sha Rok yang baru saja tewas ditangan kakek Cha Puk Gembel.
Cambuk ditangan Ahm Peh terlihat hidup ketiak bergerak memutari tubuhnya seperti ular,diujung cambuknya itu terdapat mata pisau yang sangat tajam.
"kalian benar-benar membuatku sangat terkejut"
"ternyata kaisar menyimpan banyak pendekar kuat dalam pasukannya"
Ucap sepuh suci sekte Khu Dung.
"kau terlalu cepat untuk terkejut,tuan Ghun Thang telah menyebar semua pendekar kuat,bahkan lebih kuat dari aku hampir di semua pasukannya"
"tapi kali ini dengan tanganku,aku akan menghabisi kalian semua untuk membalas kematian kakak ku"
Ahm Peh berteriak keras penuh emosi.
Ahm Peh bergerak dengan cepat bersama cambuknya menyerang sepuh Khu Dung.
kecepatan serangan cambuk Ahm Peh sangat luar biasa,kecepatan yang tidak dapat terlihat dan diikuti oleh mata.
akan tetapi dengan kemampuan yang dimilikinya sepuh Khu Dung dapat menghindari setiap serangan cambuk itu.
sementara itu kaisar An Zung meminta para pasukannya untuk mengepung sepuh suci sekte Khu Dung yang telah membuat kekuatan pasukan nya berkurang setelah menara pelontar bom dirusak oleh sepuh dari sekte bulan giok itu.
akan tetapi Ahm Peh menghentikan pergerakan para prajurit itu.
__ADS_1
Ahm Peh tidak ingin pertarungannya diganggu oleh siapapun.
"Aku akan menghabisi siapapun yang berani menyentuh pak tua ini"
"nyawanya adalah milik ku"
teriak Ahm Peh.
Ahm Peh kembali bergerak menyerang,sepuh Khu Dung tidak mau tinggal diam dan balik menyerang.
terjadi pertukaran jurus dan serangan dari kedua orang pendekar itu.
hingga akhirnya sebuah pukulan sepuh Khu Dung mengenai tepat tubuh Ahm Peh,dan sebuah lecutan cambuk Ahm Peh juga berhasil melukai bagian lengan sepuh sepuh Khu Dung.
Ditempat lain saat ini manusia iblis Ghun Thang sedang berhadapan dengan kakek Cha Puk Gembel,tetua Bu dan tetua Phi Thoek.
"sepertinya kalian sudah lebih kuat dari pertemuan kita yang terakhir"
"tapi percayalah kali ini aku tidak akan membiarkan kalian semua kabur lagi"
teriak Ghun Thang.
ketiga ketua sekte aliran putih menyerang Ghun Thang secara bersamaan.
telah hampir lima belas menit ketiga jagoan aliran putih itu menyerang Ghun Thang,tapi tidak juga menampakan hasil.
tetua Bu yang sebelumnya telah terluka saat berhadapan dengan Sha Rok terlihat semakin kesusahan untuk mengatur pernapasannya,celah itu tidak dilewatkan begitu saja oleh manusia iblis Ghun Thang.
Ghun Thang melepaskan sebuah pukulan yang telak mengenai organ vital tetua Bu.
tetua Bu terpental dan tersungkur ditanah.
Ghun Thang tidak ingin memberikan waktu bagi tetua Bu untuk bangkit kembali, dan berniat menghabisi ketua sekte bulan giok yang sudah sekarat itu.
saat manusia iblis Ghun Thang hampir saja merenggut nyawa tetua Bu,sebuah anak panah melesat kearahnya.
tanpa melihat kearah dari tempat datang nya anak panah itu,dengan enteng manusia iblis Ghun Thang dapat menangkapnya.
namun tiba-tiba anak panah yang digenggam nya itu tiba-tiba meledak dan menimbulkan banyak asap.
saat asap yang menyelimuti tubuh Ghun Thang lenyap,tetua Bu yang sebelumnya sekarat dihadapannya kini telah berada ditempat tetua Phi Thoek dan kakek Cha Puk Gembel.
__ADS_1
Manusia iblis Ghun Thang terlihat sangat murka karena baru saja mendapat gangguan dalam pertarungannya itu.
Ghun Thang menoleh kearah datangnya anak panah itu,tetua Gha Ek ternyata pemilik anak panah yang telah dialiri tenaga dalam itu.
tetua Gha Ek terlihat sangat terkejut ketika menyaksikan manusia iblis Ghun Thang masih baik-baik saja setelah anak panah yang dilepaskannya meledak dalam genggaman tangan targetnya itu.
"Hahahahahah"
"kalian pikir mainan seperti ini berpengaruh kepadaku"
"terlalu cepat 100 tahun untuk kalian menghadapi ku"
Teriak manusia iblis Ghun Thang.
Tetua Gha Ek memutuskan untuk turun dari atas tembok kota tempat dia berada memimpin para pendekar pemanah.
dan kemudian bergabung dengan kelompok tetua Phi Thoek dan yang lainnya menghadapi manusia iblis Ghun Thang.
tidak lama setelah itu para pendekar hebat aliran putih itu kembali bersama-sama menyerang manusia iblis Ghun Thang.
tapi tetap saja setiap juris dan serangan yang mereka lakukan itu tidak memberikan dampak apapun pada Ghun Thang,bahkan mereka semua mendapatkan luka dalam dari setiap serangan balasan yang dilepaskan oleh manusia iblis Ghun Thang.
Hampir di semua titik pertempuran kelompok aliran putih kini dalam keadaan terdesak.
waktu terasa berjalan sangat lama bagi mereka semua yang mengharapkan datangnya bantuan dari dinasti Juryan yang dibawa oleh Kha Chan.
Kaisar An Zung tersenyum puas melihat perkembangan pertempuran dihadapannya.
Kaisar An Zung sudah merasakan kemenangan ada didepan matanya.
Kembali ketempat pertempuran antara sepuh Khu Dung dan Ahm Peh.
Tubuh sepuh sekte bulan giok itu kini telah penuh dengan luka.
dihadapan nya tubuh Ahm Peh telah terbujur tak bernyawa.
Sepuh Khu Dung baru saja melewati pertarungan panjang dan mengerikan dengan salah satu pendekar aliran hitam itu.
orang tua itu menopang dirinya yang sudah kehabisan tenaga dan kehilangan banyak darah pada sebuah pedang yang ditancapkan nya di tanah.
dirinya kini dikepung oleh banyak prajurit yang ingin menghabisi nyawanya.
__ADS_1
Sepuh suci sekte Khu Dung tersenyum dan terlihat pasrah menunggu maut.