
Untuk pertama kali nya semua jagoan dan Pendekar sekte aliran putih berkumpul di tempat yang sama.
pertemuan ini hanya berlangsung satu hari.
Semua ketua sekte memutuskan untuk tinggal sementara di wisma chen karena mereka sepakat akan bertemu kaisar ming esok hari nya.
Keesokan harinya...
Lao Chen bersama tetua ho memimpin rombongan para ketua sekte aliran putih menuju istana kekaisaran ming.
Jendral besar Nong Chan dan Jendral Phe Phi sudah kembali ke istana kaisar sehari sebelum nya.
Sementara tidak terlihat adanya sosok kakek gwen dan dewi mata dara dalam rombongan yang menuju istana kaisar.
kedua pertapa itu memang tidak ingin ikut ke istana dan lebih memilih tinggal di wisma chen bersama inyoko yang belum juga sadarkan diri.
"apa sebenarnya yang terjadi pada bocah ini?"
"dia masih hidup tapi seperti sudah mati"
ucap kakek gwen.
"aku juga bingung"
"mustika terbaik yang kumiliki telah aku berikan padanya,tapi tidak juga menunjukan adanya perkembangan"
"setelah mereka kembali dari istana kaisar,sebaik nya kita langsung membawanya ketempat si raja dewa seribu obat"
sahut dewi mata dara.
--------------------------------------------------------------------------
Rombongan para ketua sekte aliran putih akhir nya tiba di depan gerbang istana.
tidak perlu waktu yang lama bagi rombongan itu untuk meminta prajurit penjaga membuka kan gerbang istana untuk mereka.
karena Lencana keluarga Chen yang ditunjukan oleh Lao Chen.
Karena memang status keluarga chen sebagai salah satu keluarga bangsawan yang cukup disegani di kekaisaran ming.
Pagi itu istana kaisar ming terlihat lebih ramai daripada biasanya.
terdapat prajurit di setiap sudut istana yang terlihat sangat siaga.
sepertinya kaisar ming akan mengadakan suatu acara penting di istana.
kemudian rombongan lao chen dan tetua ho itu didatangi oleh salah seorang kasim istana.
"Tuan Chen ,mari ikut dengan ku"
"kaisar sudah menunggu kedatangan rombongan tuan"
"tapi saat ini kaisar sedang bertemu dengan tamu penting lain nya,dan beliau juga sedang mempersiapkan sesuatu"
"jadi hamba mohon tuan chen bersabar menunggu"
__ADS_1
"sambil menunggu, kaisar ingin menjamu tuan chen dan rombongan"
ucap kasim itu sembari mengajak lao chen dan rombongan nya ke sebuah tempat di samping taman istana.
Lao chen tidak berkata apa-apa,dan hanya mengikuti ajakan kasim itu.
Di tempat itu terdapat sebuah meja panjang dengan hidangan mewah dan lezat.
"silahkan menikmati jamuan ini tuan-tuan sambil menikmati teh terbaik di istana kaisar ming ini"
"nanti hamba akan kembali lagi menjemput tuan-tuan,setelah kaisar selesai dengan urusan nya.
ucap kasim itu dan hendak segera pergi
"tunggu dulu !!!"
"dari tadi aku tidak melihat jendral besar Nong Chan dan Phe Phi,dimana mereka?"
"bisakah kau panggilkan mereka kesini?"
ucap kakek Cha Puk gembel.
"ma..maaf tuan-tuan pendekar,jendral besar Nong Chan dan jendral Phe Phi sepertinya sedang mendapatkan tugas dari kaisar,jadi mungkin mereka tidak dapat menemui tuan-tuan saat ini"
"baiklah tuan hamba permisi dulu"
sambung kasim itu dan berlalu pergi.
Lao Chen bersama rombongan tetua ho terlihat sangat menikmati jamuan hidangan dari istana itu.
Setelah hampir dua jam,kasim tadi kembali dengan membawa banyak pasukan istana dan memberitahukan bahwa kaisar telah menunggu para rombongan ketua sekte aliran putih di aula istana.
para rombongan itu dikawal pasukan istana sampai ke aula kekaisaran.
terdapat lebih banyak prajurit disana bersama pejabat-pejabat istana lain nya.
tapi sosok jendral besar Nong Chan dan jendral Phe Phi tak jua kelihatan.
para ketua sekte diberikan sebuah meja memanjang tepat didepan singgasana kaisar.
tidak beberapa lama kaisar ming masuk dan duduk di singgasana nya di ikuti oleh seseorang dengan atribut militer.
Lao Chen yang mengenal hampir semua pejabat kekaisaran merasa asing dengan sosok yang berdiri di samping kaisar itu.
Sosok Laki-laki berbadan tegap,berambut panjang dengan tatapan tajam dan dingin.
Siapa sosok misterius itu?
Lao Chen bertanya-tanya dalam hati.
Kaisar Ming yang ditemui Lao Chen hari ini sedikit berbeda dari biasanya.
"pengawal bawa mereka kesini"
perintah kaisar ming pada prajurit istana.
__ADS_1
Tak lama kemudian prajurit istana membawa dua orang laki-laki yang di ikat dengan rantai dan kepala terbungkus kain hitam,bersamaan dengan itu ruangan itu semakin dipenuhi oleh banyak prajurit istana.
Tetua Ho,Phi thoek dan Kakek Cha Puk Gembel memiliki firasat yang kurang baik dengan situasi yang sedang mereka hadapi saat ini.
"Rencana murahan kalian telah gagal pemberontak!!!"
tiba-tiba kaisar berteriak,dan seketika semua prajurit menghunuskan senjata nya ke arah para ketua sekte aliran putih.
Kemudian kaisar berdiri dan membuka kain hitam yang membungkus kepala tahanan tadi.
Jendral besar Nong Chan dan jendral Phe Phi !!!!
"aku sudah mengetahui niat buruk kalian semua para bedebah"
"hahahahah"
"kalian ingin mengambil alih kekuasaan ku bukan?"
"tapi tidak segampang itu"
Kaisar terlihat penuh amarah.
Laki-laki misterius yang dari tadi hanya diam,mulai bereaksi.
Laki-laki itu berjalan mendekati kaisar dan membisikkan sesuatu kepada kaisar.
dan kaisar hanya tersenyum.
"kalian semua minggir dari hadapan ku"
"jika kalian masih ingin hidup "
perintah laki-laki misterius itu kepada prajurit istana sambil berjalan mendekati para ketua sekte aliran putih.
"hahahaha"
"perkenalkan..."
"aku Jhun Bhen"
"kalian bisa memanggilku dengan Manusia Iblis Ghun Thang."
bersamaan dengan perkataan nya itu, pejabat-pejabat istana yang semula hanya duduk dan menyaksikan kini semua berdiri dibelakang nya.
Pejabat-pejabat istana tersebut ternyata adalah para jagoan-jagoan aliran hitam.
Lao Chen,tetua ho dan semua rombongan ketua sekte aliran putih masih belum percaya dengan apa yang sekarang ada dihadapan mereka.bagai mana mungkin kekaisaran ming jatuh ke tangan aliran hitam tanpa mereka sadari.
Dan mengapa kaisar ming menerima uluran tangan dari manusia iblis ghun thang dan aliran hitam.
Lao chen dan semua rombongan para ketua sekte aliran putih,kini seperti terjebak didalam kandang macan.
Pertempuran aliran putih dan aliran hitam sepertinya akan terjadi lebih cepat dari pada perkiraan kakek gwen sebelum nya.
dan pertempuran itu akan dimulai di dalam istana kaisar ming
__ADS_1