Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Pesan Kakek Dha Us


__ADS_3

Setelah terbang dengan kecepatan tinggi rajawali dewa perang akhirnya berhasil tiba di kota Dhu Mai dengan cepat.


Kehadiran sosok rajawali raksasa itu bukan lagi menjadi sesuatu yang baru bagi penduduk kota Dhu Mai,karena sebelumnya rajawali dewa perang juga pernah muncul di tengah kota.


Namun tetap saja kemunculan rajawali dewa perang mengundang keramaian dan menarik perhatian dari penduduk kota.


Kedatangan Inyoko disambut langsung oleh tetua Phi Thoek selaku pemimpin negara Paja Bing Nguang bersama dua orang sepuh suci sekte A Jhi Er dan Khu Dung.


Tampak pula kehadiran putri Wa Dehn dan Bing Nga dalam kerumunan orang itu.


Mereka mengetahui kedatangan Inyoko dari prajurit yang bertugas menjaga menara pengawas di tembok kota Dhu Mai.


"Inyoko apa yang terjadi?"


"Mengapa kau kembali hanya seorang diri?"


"Dimana yang lain nya?"


Tanya tetua Phi Thoek kepada Inyoko.


Tetua Phi Thoek dan semua orang yang berada di kota Dhu Mai,tentu belum mendapatkan berita tentang perang antara kerajaan Lha Do Khu Tu dan kekaisaran Ming yang telah berakhir.


"Perang di kerajaan Lha Do Khu Tu telah berkahir,pasukan kekaisaran Ming telah berhasil kita kalahkan"


"Setelah perang berakhir aku bersama kakek Dha Us segera meniggalkan medan pertempuran menuju lembah sungai Tha Bek, tempat jasad Fan Ning berada"


"Kakek Dha Us memutuskan untuk tinggal disana,dia menitipkan pesan kepadaku untuk tetua Phi Thoek dan kakek A Jhi Er serta kakek Khu Dung"


"Dan sebuah surat lain nya untuk ketua sekte bulan giok,tetua Bu"


Jelas Inyoko kepada tetua Phi Thoek sambil memberikan selembar surat yang tergulung dan terikat.


Tetua Phi Thoek membuka gulungan surat dari kakek Dha Us dan membaca nya bersama dengan dua orang sepuh suci sekte bulan giok yang tersisa di kota Dhu Mai yaitu Dha Us dan Khu Dung.


Ketiga orang itu membaca dengan serius pesan yang dititipkan oleh kakek Dha Us dalam surat yang dibawa oleh Inyoko.


Ekspresi wajah mereka terlihat berubah setelah membaca surat itu.


"Inyoko terimakasih telah membawa pesan sepuh suci Dha Us ini kepada kami"

__ADS_1


"Sepertinya sesuatu yang besar akan terjadi disini"


"Sepuh suci sekte Dha Us memperkirakan jika tujuan berikutnya dari kaisar An Zung dan manusia iblis Ghun Thang adalah kota Dhu Mai"


Jelas tetua Bu setelah membaca surat dari sepuh suci sekte tersebut.


Tiba-tiba terjadi suara ledakan dahsyat di bagian timur tembok kota Dhu Mai.


Bumi seperti bergetar bersamaan dengan munculnya suara ledakan itu,yang membuat panik para penduduk kota Dhu Mai.


Inyoko segera menaiki rajawali dewa perang dan menuju ketempat sumber suara ledakan dahsyat yang berada disebelah timur tembok pertahanan kota.


Dalam waktu singkat Inyoko berhasil tiba di tembok kota,ia sangat terkejut melihat mayatnya para prajurit penjaga tembok kota yang berserakan.


Sementara itu Inyoko juga melihat pasukan diluar tembok kota dengan atribut dan bendera kekaisaran Ming.


Setidak nya terdapat 10.000 pasukan yang berada diluar tembok kota Dhu Mai.


Ledakan dahsyat itu ternyata bukan berasal dari bom setan,karena Inyoko tidak menemukan adanya menara pelontar bom setan dalam pasukan musuh.


Ledakan dahsyat itu berasal dari hantaman gelombang energi seorang pria bertubuh tegap yang mengenakan jubah merah dengan gambar kalajengking merah.


Lha Bas Ono adalah salah satu pemimpin sekte aliran hitam kalajengking merah,menggantikan manusia iblis Ghun Thang setelah manusia iblis Ghun Thang diangkat oleh kaisar An Zung menjadi jendral besar kekaisaran Ming.


Tembok kota Dhu Mai sebelah timur terlihat telah rusak dan menjadi terbuka akibat dari perbuatan Lha Bas Ono.


Lha Bas Ono kembali bersiap melakukan pukulan gelombang energi untuk menghancurkan tembok kota,untuk memberikan jalan kepada pasukannya.


Inyoko bereaksi dengan sangat cepat,dengan energi tebasan golok pusaka naga miliknya Inyoko mementahkan pukulan gelombang energi Lha Bas Ono.


Lha Bas Ono sangat terkejut, mengetahui serangannya mendapatkan gangguan dari Inyoko.


Inyoko melompat turun dari rajawali dewa perang.


"Hahahaha"


"Aku akhirnya mendapatkan lawan yang akan membuatku bersenang-senang hari ini"


Ucap Lha Bas Ono sambil tertawa.

__ADS_1


"Tertawa lah,karena itu akan jadi yang terakhir dalam hidupmu"


Balas Inyoko.


Lha Bas Ono tanpa basa basi mengarahkan tombak bermata tiga miliknya kepada Inyoko.


Tombak bermata tiga milik Lha Bas Ono berputar cepat menyerang Inyoko.


Inyoko terlihat cukup tenang menyambut serangan dari lawan nya.


Putaran tombak Lha Bas Ono sangat cepat bahkan tidak dapat terlihat oleh mata, tombak bermata tiga itu bahkan menghilang dari pandangan karena kecepatannya.


Inyoko bereaksi dengan golok pusaka naga,Inyoko berhasil menghentikan putaran golok yang tidak terlihat itu.


Lha Bas Ono menarik tombak dan mundur beberapa langkah.


Lha Bas Ono sangat kesal sekali karena serangan pertama nya yang gagal.


Lha Bas merasa sangat terhina harga dirinya,karena untuk pertama kali tombak bermata tiga berhasil ditahan dengan sempurna oleh lawannya.


"Ku akui kau cukup beruntung memiliki golok yang bagus seperti itu bocah"


"Tapi menurutku mainan itu tidak cocok berada ditangan mu"


"Berikut nya aku tidak akan memberi ampun kepadamu"


Ucap Lha Bas Ono.


Lha Bas Ono kembali menyerang Inyoko dengan putaran tombak yang dialiri oleh tenaga dalam,kali ini serangan tombak itu terlihat menjadi serangan tombak yang sangat banyak jumlahnya.


Namun lagi-lagi serangan Lha Bas Ono tidak menghasilkan apa-apa,karena Inyoko berhasil menghindari semua serangan itu dengan sempurna.


Bahkan sebuah ayunan golok pusaka naga berhasil memberikan luka pada tubuh Lha Bas Ono.


Setelah itu gantian Inyoko yang mengawali serangan terlebih dahulu.


Jurus tarian pengemis suci terlihat sangat indah sekali dimainkan oleh Inyoko.


Kilatan cahaya kebiruan golok pusaka naga membuat semua orang yanga menyaksikan pertarungan itu menjadi terpana.

__ADS_1


Termasuk rombongan tetua Phi Thoek dan prajurit negara Paja Bing Nguang yang baru saja tiba ditembok timur kota Dhu Mai.


__ADS_2