Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Kejutan di Puncak Gunung


__ADS_3

Rombongan Inyoko memulai pengembaraan mereka dengan menaiki rajawali dewa perang.


Inyoko meminta rajawali dewa perang terbang menuju arah selatan.


Tempat yang selama ini jarang disentuh oleh dunia persilatan dan jarang pula terdengar beritanya.


Hal ini juga disebabkan oleh desas desus jika wilayah selatan benua daratan tinggi dihuni oleh banyak siluman.


Kehidupan masyarakat wilayah selatan tidak lazim layaknya masyarakat yang ada di empat negara besar.


Bahkan menurut berita pasukan sekte terkuat aliran hitam,kalajengking merah pernah mengalami kegagalan saat mencoba masuk dan menguasai wilayah selatan tersebut.


Mai Chen dan putri Wa Dehn terlihat sedikit gelisah dengan tempat tujuan yang dipilih oleh Inyoko, karena mereka berdua cukup memahami situasi dan telah sering mendengarkan cerita tentang wilayah selatan dari orang tua mereka.


"Saudaraku Inyoko,sebaiknya kita mencari tempat istirahat sekarang,hari sudah mulai gelap,bahkan sejauh mata memandang kita tidak dapat melihat adanya tanda-tanda kehidupan manusia"


Ucap Mai Chen kepada Inyoko,setelah matahari terlihat mulai tenggelam di ufuk barat.


Inyoko memenuhi permintaan dari Mai Chen tersebut dan memerintahkan rajawali dewa perang untuk turun dan mencarikan tempat untuk mereka beristirahat.


Rajawali dewa perang memilih sebuah puncak gunung di tengah hutan yang membentang cukup luas.


Hutan itu menjadi pemisah antara benua daratan tinggi dan wilayah selatan.


Rajawali raksasa itu memilih puncak gunung,karena merasa tempat tersebut jauh lebih aman daripada kawasan hutan luas yang tidak mereka kenal sama sekali.


"Engkau sungguh pintar mencari tempat untuk beristirahat saudara rajawali,selain tempat ini cukup tinggi,tempat ini juga cukup luas,sehingga kau dapat beristirahat juga disini"


Ucap Inyoko memuji rajawali dewa perang.


Selain luas,dipuncak gunung tersebut juga terdapat sebuah goa, sehingga tidak membuat mereka harus beristirahat dibawah langit malam itu.


Dibalik goa itu terdapat aliran sungai kecil yang cukup untuk dapat mereka gunakan sebagai tempat membersihkan diri.


Saat para gadis sedang membersihkan diri di aliran sungai kecil tersebut dan Mai Chen tengah sibuk membersihkan golok gagak hitam miliknya,Inyoko memilih untuk berjalan keluar dari goa itu.


Inyoko ingin melatih dan mempertajam gerakan jurus kelima dari kitab ilmu cu cirian yang baru saja dia kuasai.


Inyoko kembali kedalam goa setelah berlatih hampir dua jam lamanya.

__ADS_1


Ketiga gadis dan Mai Chen sudah terlihat lebih segar daripada sebelum nya,karena mereka telah membersihkan diri di sungai kecil yang ada dibalik goa tersebut.


Keempat orang itu tengah duduk di depan sebuah perapian dan tidak ketinggalan beberapa ekor ikan diatasnya yang sedang dibakar.


Aroma ikan yang sedang dibakar itu cukup untuk memancing selera mereka tidak terkecuali Inyoko.


"Kakak,sebelum menyantap makan malam ini sebaiknya kau bersihkan dulu dirimu itu kak"


Ucap putri Wa Dehn sedikit manja.


"Air sungai dibelakang cukup segar dan aku yakin akan membuat pikiran mu lebih tenang"


Sambung Bing Nga tak mau ketinggalan.


Inyoko sedikit cemberut mendengarkan ocehan kedua orang gadis itu,perut dan rasa lapar yang tidak tertahan seolah ingin menolak keinginan keduanya,akan tetapi Inyoko tetap menuruti permintaan dua wanita muda tersebut.


Inyoko kemudian menuju aliran sungai kecil dibelakang goa untuk mandi dan membersihkan diri.


Di sungai itu Inyoko menemukan rajawali dewa perang sedang menyantap beberapa ekor ikan segar.


"Tuan setelah ini aku akan mencari tempat untuk ku beristirahat"


Pinta rajawali dewa perang kepada Inyoko.


Inyoko mengabulkan permintaan hewan pertapa miliknya itu.


Inyoko mulai melepas satu persatu pakaiannya dan masuk kedalam sungai yang tidak terlalu lebar tersebut.


Tampak jelas tubuh Inyoko telah jauh berubah setelah mencapai kekuatan pertapa,selain ada beberapa bekas luka yang tampak jelas menempel di tubuhnya.


Malam itu mereka lewati dengan sedikit santai dan penuh tawa saat mereka berlima dapat saling berbicara lepas sambil menikmati beberapa ikan bakar sebagai santapan malam mereka.


Mereka saling bercerita mengenai perjalanan hidup mereka masing-masing,kecuali Inyoko yang hanya memilih diam dan menjadi pendengar yang baik.


Hanya sesekali saja Inyoko menyela pembicaraan itu dengan sedikit gurauan yang membuat mereka menjadi semakin akrab.


Mai Chen dan yang lain nya juga tidak ingin memaksa Inyoko untuk gantian bercerita tentang kehidupannya,karena hanya akan membuat Inyoko menjadi bersedih karena akan mengenang sosok kekasihnya Fan Ning.


Malam telah semakin larut,perjalanan mereka yang cukup panjang hari ini cukup membuat tubuh mereka merasakan lelah.

__ADS_1


Mereka berlima kemudian memilih untuk tidur didalam goa.


Disekitar goa mulai terlihat kerlipan-kerlipan cahaya yang menembus gelap nya malam.


Kerlipan-kerlipan cahaya itu muncul dari sinar mata beberapa ekor binatang buas.


Beberapa ekor macan gunung mulai mengelilingi goa tempat Inyoko dan yang lainnya sedang tertidur lelap.


Macan gunung itu datang bersama dengan sekumpulan manusia dengan pakaian dan dan aksesoris yang terlihat unik.


Mereka adalah kelompok manusia gunung yang mendiami wilayah hutan disekitar puncak gunung tempat Inyoko dan yang lain nya sedang terlelap.


Beberapa diantara manusia gunung terlihat membawa senjata berupa tombak dan panah.


Hanya Inyoko saja yang menyadari akan kedatangan para manusia gunung bersama macan gunung peliharaan mereka.


Kejadian sebelumnya di desa ilusi saat Inyoko terperdaya oleh siluman ular hitam,membuat Inyoko semakin mempertajam instingnya dengan menggunakan aliran energi alam,sehingga Inyoko dapat merasakan hawa keberadaan orang lain disekitarnya, termasuk perubahan situasi disekitarnya.


Inyoko terus melanjutkan tidurnya dan berpura-pura tidak mengetahui kedatangan kelompok manusia gunung tersebut.


Karena tidak ingin membuat teman-temannya yang lain menjadi panik dan terkejut.


Beberapa orang manusia gunung dan beberapa ekor macan gunung memasuki goa tempat Inyoko dan teman-temannya sedang tertidur,sementara sebagian lainnya menunggu tepat didepan mulut goa.


Seiring dengan itu tiba-tiba suara petir menggelegar dari langit dan setelahnya hujan lebat turun,membuat para manusia gunung yang berada diluar goa memutuskan untuk ikut masuk kedalam goa.


Goa tempat Inyoko dan teman-temannya yang sedang tertidur itu kini telah dipenuhi oleh manusia gunung dan binatang peliharaan mereka.


Salah seorang dari kawanan manusia gunung tersebut berjalan mendekati tempat para gadis sedang tertidur pulas.


Orang itu terlihat tertarik dengan kalung permata ular hijau yang melingkar di leher putri Koa.


Orang itu mulai menjulurkan tangannya dengan perlahan-lahan dan sangat hati-hati,agar tidak membuat putri Koa terjaga.


Saat tangan orang itu hampir menyentuh kalung permata ular hijau milik putri Koa tiba-tiba saja sebuah batu kecil melesat cepat dan mengenai siku orang tersebut.


Orang itu berteriak karena merasakan sakit yang luar biasa,akan tetapi suara teriakannya tidak terdengar begitu jelas karena tersamarkan oleh suara hujan yang juga turun cukup deras.


Setidaknya lemparan batu kecil itu membuat tulang sikunya retak.

__ADS_1


Inyoko tertawa geli dalam hatinya karena berhasil mengerjai manusia gunung yang ingin mengambil kalung permata ular hijau tersebut.


__ADS_2