
Seorang anggota Sekte Bulan Giok tampak terburu-buru memasuki paviliun.
sepertinya ada sesuatu yang penting yang ingin disampaikan nya pada Tetua Bu.
"Lapor Ketua"
"Rajawali Dewa Perang telah tiba disini"
"sekarang Rajawali itu ada didepan Pagoda Obat"
"kehadirannya membuat anggota sekte kita yang sedang memperbaiki Pagoda Obat menjadi ketakutan"
Seorang anggota Sekte Bulan Giok menjelaskan situasi diluar paviliun.
Mendengar laporan anggota sekte itu,semua orang pergi ke Pagoda Obat tempat Rajawali Dewa Perang kini berada.
"mengapa lama sekali?"
"aku sampai bosan menunggu kalian"
"hampir saja manusia-manusia itu kujadikan sarapan pagi ku"
Sambut Rajawali Dewa Perang.
"Bocah bodoh teman mu ini,biang masalahnya"
"dia tertidur bahkan sampai lupa jika kita sudah punya janji pagi ini"
"apakah kau cukup kuat membawa tiga orang?"
Balas Sepuh Suci Sekte Dha Us.
"hahahhaha"
"ternyata kau seorang pemalas Inyoko"
"dan kau orang tua...kau terlalu meremehkan ku,jangan kan tiga orang bahkan aku mampu membawa kalian semua"
Jawab Rajawali Dewa Perang dengan sombong nya.
Kemudian Rajawali Dewa Perang meminta Inyoko,Sepuh Dha Us dan cucunya Fan Ning naik ke atas punggungnya.
Inyoko duduk di bagian paling depan,sementara sepuh Dha Us berdampingan dengan cucunya Fan Ning di belakang.
setelah ketiga orang itu naik kepunggung Rajawali Dewa Perang, Rajawali itu langsung mengepak-ngepak kan sayap nya dan terbang meninggalkan Sekte Bulan Giok.
Dari ketinggian ketiga orang itu melihat kota Ma Er dan sekitarnya.
__ADS_1
Inyoko dan Rajawali Dewa Perang mulai terlibat dalam perdebatan konyol.
seperti dua orang anak kecil yang sedang berkelahi karena sedang memperebutkan mainan.
Fan Ning yang sejak dari Sekte Bulan Giok hanya diam mematung tanpa ekspresi kini mulai terlihat ada sedikit senyuman di bibirnya.
Kakeknya Sepuh Dha Us tentu merasa sangat senang sekali.
entah sudah berapa lama rasanya Sepuh Suci Sekte Dha Us tidak melihat senyum di wajah cucunya itu.
Fan Ning adalah cucu Sepuh Suci Sekte Dha Us satu-satunya.
Fan Ning tinggal bersama kakek nya itu sejak 10 tahun yang lalu,ketika kedua orang tua dan tiga orang kakak laki-lakinya meninggal dunia karena sebuah perampokan. saat itu usia Fan Ning masih 9 tahun.
Ibunya adalah anak kandung dari Sepuh Suci Sekte Dha Us,sedangkan ayahnya adalah seorang anak bangsawan yang seluruh anggota keluarga nya habis dibantai saat terjadi nya perampokan itu.
pelayan keluarga lah yang membawa Fan Ning ke tempat kakek nya Sekte Bulan Giok.
sejak saat kejadian itu Fan Ning tidak pernah tersenyum dan berbicara.
oleh karena itu banyak orang-orang di kota Ma Er dan Sekte Bulan Giok yang beranggapan bahwa gadis itu bisu.
Fan Ning mengalami trauma yang sangat dalam karena perampok-perampok itu membunuh dan menyiksa kedua orang tua dan ketiga kakak nya tepat didepan mata Fan Ning.
Bahkan mayat keluarga nya itu tidak dimakamkan sama sekali,karena dijadikan makanan serigala-serigala hutan oleh perampok itu.
Kakek nya Sepuh Suci Sekte Dha Us telah berusaha mencari perampok-perampok kejam yang telah membantai seluruh anggota keluarga anak nya itu untuk membalaskan dendam.
Tentu saja melihat sedikit senyuman di wajah Fan Ning adalah sebuah keajaiban bagi kakek nya Sepuh Dha Us.
Setelah beberapa lama terbang di ketinggian Rajawali Dewa Perang itu turun dan berhenti di pinggir sebuah danau karena saat itu hari sudah mulai gelap dan menjelang malam.
Ketiga orang itu turun.
sementara Rajawali Dewa Perang mengitari bagian tengah danau dan menangkap beberapa ekor ikan dengan cakar nya.
Ikan-ikan itu diletakan nya dipinggir danau ketiga orang itu berdiri.
tempat
"Ambil dan masak lah sesuatu untuk mengisi perut kita siang ini"
sebut Rajawali Dewa Perang.
Sepuh Suci Sekte Dha Us mengajak Inyoko masuk ke dalam hutan didekat danau itu, untuk berburu beberapa ekor kelinci dan mencari kayu bakar.
dan meninggalkan Fan Ning bersama Rajawali Dewa Perang.
__ADS_1
ketika berburu kelinci dan mencari kayu bakar itu,Sepuh Dha Us menceritakan semua tentang Fan Ning pada Inyoko.
Sontak saja Inyoko merasa tersentuh mendengar cerita dari Sepuh Dha.
Inyoko dapat merasakan kesedihan dan sakit yang dialami oleh Fan Ning, karena sama-sama dibesarkan tanpa orang tua.
Tak lama Inyoko dan Sepuh Dha Us telah berhasil menangkap dua ekor kelinci dan beberapa ranting sebagai kayu bakar.
mereka segera keluar hutan karena memang hari sudah gelap.
dipinggir danau terlihat Fan Ning menatap jauh ke arah tengah danau.
disamping nya Rajawali Dewa Perang sibuk mengurus dan merapikan bulu-bulu nya.
Inyoko mulai menyusun ranting-ranting kayu itu untuk menjadi penerangan dan membuat makan malam untuk mereka.
Inyoko yang sudah terbiasa hidup sebatang kara tentu sudah terbiasa hidup dengan alam.
Ikan dan kelinci itu dibakar nya pada api unggun,dalam sekejap menimbulkan aroma yang mengundang selera.
"kriiuuuuuk..."
Suara perut itu terdengar jelas,dan berasal dari Rajawali Dewa Perang.
Semua orang tertawa mendengarkan nya kecuali Fan Ning yang hanya melepaskan sebuah senyuman kecil sedangkan sang Rajawali jadi bertingkah sedikit aneh karena tidak dapat menyembunyikan rasa malu nya.
Ini pengalaman pertama bagi Fan Ning berada diluar markas besar Sekte Bulan Giok saat malam hari.
setelah menyantap makan malam mereka, Inyoko bangkit dari duduk nya dan menarik tangan Fan Ning.
"ayo adik Fan kita berkeliling danau ini sebentar"
Ajak Inyoko,sementara Fan Ning tetap diam tak bergeming dalam duduk nya
"Apakah kau tahu?"
"air danau terlihat lebih indah ketika malam hari karena pantulan cahaya rembulan"
"kita bisa melihat butiran berlian di tengah danau ini"
Bujuk Inyoko pada Fan Ning.
Sepuh Suci Sekte Dha Us ikut serta membujuk Fan Ning supaya Fan Ning mau ikut dengan Inyoko.
meskipun terus diam namun Fan Ning tidak pernah membantah setiap perkataan kakek nya itu.
Inyoko dan Fan Ning akhir nya berdiri dan berjalan mengelilingi pinggir danau itu.
__ADS_1
Inyoko berniat menghibur dan mengenal Fan Ning lebih jauh.
sementara Sepuh Suci Sekte Dha Us terlihat cukup senang karena Inyoko begitu peduli pada cucu nya.