Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Cinta


__ADS_3

Akhirnya rombongan Inyoko memulai perjalanan mereka menuju ke kota Dhu Mai dengan menaiki Rajawali Dewa Perang,dengan tambahan Bing Nga dalam kelompok mereka.


Rajawali Dewa Perang melesat terbang dengan cepat.


Rombongan Inyoko itu memilih berhenti dan beristirahat ketika hari mulai gelap dan memilih daerah hutan sebagai tempat mereka melepas penat dan menghindari tempat-tempat yang dekat dengan pemukiman penduduk karena tidak ingin membuat kehebohan karena sosok burung rajawali raksasa yang ada bersama dengan mereka.


Hari keempat perjalanan mereka,Inyoko meminta Rajawali Dewa Perang menurunkan mereka dikawasan hutan dibalik sebuah gunung.


tidak jauh dari tempat mereka turun terdapat sebuah gua di kaki gunung itu.


mereka memilih tempat itu sebagai tempat mereka bermalam.


"Aku akan berkeliling sejenak,tidak jauh dari sini aku sempat melihat ada aliran sungai,aku ingin menangkap beberapa ekor ikan sebagai santapan kita malam ini"


Ucap Inyoko.


"Kakak,aku ikut bersamamu"


Ucap Fan Ning meminta.


Inyoko tidak menjawab apa-apa,ia hanya tersenyum menanggapi permintaan cucu sepuh suci sekte Dha Us itu.


Sementara itu Bing Nga sebenarnya juga ingin ikut bersama Inyoko,karena sebelum mereka berangkat meninggalkan kota Mang Kuak kakeknya Tung Gak berpesan agar Bing Nga terus mengikuti kemanapun Inyoko pergi.


tapi Bing Nga mengurungkan niatnya itu karena dia merasa belum mengenal Inyoko sepenuhnya.


Tak lama Inyoko dan Fan Ning berjalan,akhirnya mereka tiba dipinggir sungai didalam hutan itu.


"Adik Fan apakah kau masih mengingat ketika aku pernah menangkap kan ikan untukmu saat kita berada di kota Ma Er markas sekte bulan giok"


Ucap Inyoko membuka percakapan dipinggir sungai itu


"Tentu saja aku mengingatnya kakak"


"ditempat itu aku seperti terlahir kembali,dan itu semua karena mu"


"kakak muncul dan menjadi semangat baru untuk ku menjalani kehidupan"


Jawab Fan Ning yang kemudian memeluk erat tubuh pujaan hatinya itu.


"Adik Fan"


Inyoko tidak dapat melanjutkan perkataannya lagi,tubuhnya seperti bergetar,dan detak jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya saat ia berusaha mengangkat tangan nya untuk membelai rambut Fan Ning.


"Kakak"


"Kau kenapa?"

__ADS_1


"Mengapa detak jantungmu terasa begitu kencang seperti memukul-mukul wajahku"


Ucap Fan Ning manja.


Inyoko sangat kaget mendengar ucapan Fan Ning itu,Inyoko menurunkan tangannya yang gemetar itu,mengurungkan niatnya untuk membelai rambut gadis yang ada dalam pelukan nya itu.


Wajahnya memerah,hatinya bergejolak hebat secara tiba-tiba,Inyoko sendiri tidak memahami apa yang sedang ia alami itu.


entah mengapa pelukan Fan Ning membuat hatinya merasa sangat senang dan sangat nyaman.


tanpa disadarinya benih-benih cinta telah tumbuh dihatinya untuk Fan Ning.


"Sampai kapan kakak akan memeluk tubuhku"


"Bukankah kakak ingin menangkap kan ikan untuk kita santap malam ini"


Ucap Fan Ning.


"Ikan itu akan menunggu"


"tapi memelukmu,entah kapan lagi aku bisa melakukannya"


"aku ingin saat ini waktu berhenti,dan membiarkan aku terus memelukmu"


"Karena aku mencintaimu adik Fan"


Jawab Inyoko tanpa disadari nya.


suasana terasa menjadi sangat canggung,Fan Ning berusaha mendorong tubuh Inyoko dan melepaskan pelukannya,akan tetapi Inyoko terus mempertahankan pelukannya itu.


Wajah sepasang anak manusia itu terlihat menjadi sangat gugup dan merah merona akibat pantulan cahaya bulan purnama pada air sungai yang tenang itu.


"Kakak aku takut"


"dirimu yang sekarang pasti disukai oleh banyak perempuan diluar sana"


"Kepala suku Khe Tek pun secara terang-terangan menginginkanmu menjadi pasangan dari cucunya"


"Aku takut kau akan pergi lagi dan meninggalkanku"


Ucap Fan Ning dan dalam seketika raut wajahnya terlihat menjadi begitu sedih.


"Kau jangan takut adik Fan"


"kau sudah pernah memintaku untuk jangan pernah pergi lagi,saat kita berada di danau di kota balai gadang"


"aku akan penuhi permintaanmu itu"

__ADS_1


"sebenarnya aku ingin mengatakannya malam itu kepadamu,akan tetapi hatiku begitu kacau,mulutku seperti terkunci tidak tahu apa yang harus aku katakan kepadamu"


"perjalanan yang ada di hadapanku saat ini, tentu tidak akan mudah"


"aku membutuhkan hatimu untuk terus menguatkan aku"


Balas Inyoko yang mulai memberanikan diri dan mengecup kening dari perempuan yang ia cintai itu.


Dua orang anak manusia itu kemudian duduk sejenak di pinggir sungai itu saling berangkulan tangan menikmati malam yang indah, seolah-olah langit pun merestui cinta mereka.


tak beberapa lama mereka pun bangkit dari tempat duduknya,saat suara riuh terdengar dari perut Inyoko,dan mengingatkannya akan ikan yang hendak ditangkapnya.


Tak perlu waktu lama bagi Inyoko untuk dapat menangkap beberapa ekor ikan disungai itu untuk disajikan sebagai makan malam mereka.


Inyoko dan Fan Ning akhirnya kembali ke gua ketempat mereka memutuskan beristirahat malam itu.


"Inyoko,kenapa begitu lama sekali"


"sudah terjadi perang besar dalam perutku ini karena menunggu ikan yang kau bawa itu"


Teriak sepuh suci sekte Dha Us sambil mengelus perut buncitnya.


"Ikan disungai itu sepertinya mengetahui cara bersembunyi,aku sampai kesulitan untuk menangkapnya"


Jawab Inyoko dengan tersenyum dan raut wajah yang masih merah merona setelah melirik ke arah kekasih hatinya Fan Ning.


Kemudian Dewi Mata Dara dan Bing Nga serta Fan Ning mengambil ikan yang dibawa oleh Inyoko itu untuk mereka masak.


malam itu semua terlihat sangat bahagia,mereka saling bercanda dan bersenda gurau didepan api unggun sambil menikmati santapan ikan bakar mereka.


terlebih lagi Inyoko dan Fan Ning yang terus saling mencuri pandang dengan raut wajah penuh kebahagiaan.


hingga akhirnya rasa lelah dan rasa ngantuk membuat mereka semua tertidur lelap malam itu,kecuali satu orang yaitu Inyoko.


saat semua orang telah tertidur Inyoko berdiri dan berjalan keluar dari gua.


Inyoko berjalan menuju tempat Rajawali Dewa Perang sedang beristirahat.


Inyoko membelai kepala burung raksasa yang sedang tertidur itu.


tindakan Inyoko itu membuat rajawali itu terbangun dari tidurnya tanpa diketahui oleh Inyoko dan memilih untuk berpura-pura masih tertidur


"Aku tidak tahu sampai kapan keadaan ini akan berakhir"


"aku takut kekuatanku tidak cukup untuk melindungi orang-orang yang aku sayangi"


Ucap Inyoko dengan wajah sedih sambil terus membelai kepala rajawali yang berpura-pura tertidur itu.

__ADS_1


Inyoko mengeluarkan semua kegelisahan yang menyelimuti hatinya.


Inyoko cukup menyadari jika kekuatan yang dia miliki saat ini tidak cukup untuk menghadapi manusia iblis Ghun Thang.


__ADS_2