
Malam itu bulan bersinar terang sekali menembus hingga ke dalam jantung kawasan hutan wilayah selatan,tempat perkampungan rumah-rumah pohon milik manusia gunung berada,dimana pertarungan antara Inyoko dan kelima siluman monster kelabang berlangsung sengit.
Niat Inyoko untuk menghabisi siluman yang berukuran paling besar pun mendapat rintangan dari siluman kelabang yang lain.
Tidak ada cara lain selain menghabisi satu persatu siluman-siluman tersebut.
Sekitar 15 menit Inyoko berhasil menumbangkan seekor siluman kelabang,pukulan dari jurus dewa pengemis suci yang penuh tenaga dalam tepat menghujam bagian kepala salah satu siluman kelabang.
Siluman monster tersebut tewas dan jatuh ketanah dengan kepala yang pecah dan mengeluarkan cairan berwarna hijau.
Tersisa empat siluman kelabang lagi dihadapan Inyoko.
Tiga siluman kelabang membentuk formasi mengelilingi Inyoko,sementara seekor siluman lain yang berukuran besar hanya berdiri sambil memperhatikan.
Ketiga siluman kelabang menyerang Inyoko secara membabi buta, ketiganya mengambil jarak yang cukup sehingga tidak perlu takut untuk melukai satu dan yang lainnya.
Terjangan-terjangan kaki-kaki tajam siluman kelabang dan diselingi dengan tembakan racun yang mematikan membuat Inyoko menjadi tersudut.
Saat Inyoko sibuk menghadapi ketiga siluman kelabang tersebut,terjadi sesuatu yang diluar dugaan,seekor siluman kelabang yang sebelumnya tewas dengan kondisi kepala terpecah akibat terkena pukulan tenaga dalam Inyoko bangkit dan hidup kembali.
Siluman kelabang itu memutuskan bagian kepalanya yang telah hancur dan berganti dengan kepala baru yang keluar dari bagian tubuhnya yang lain.
Dengan cepat siluman kelabang yang hidup kembali itu menyerang kearah Inyoko yang sedang sibuk menghadapi tiga siluman kelabang lainnya.
Inyoko sedikit terlambat menghindari serangan siluman kelabang yang datang menyerang secara tiba-tiba tersebut.
Akibatnya dua kaki tajam siluman kelabang itu menancap dan menembus bagian lengan serta dada sebelah kiri Inyoko.
Inyoko berteriak keras setelah mendapatkan luka tersebut diiringi dengan darah yang keluar mengalir deras dari luka yang didapatnya.
Disaat posisinya kian terpojok Inyoko menggosok cincin jantung rajawali di jarinya,berharap bantuan dari rajawali dewa perang.
Inyoko melepaskan pukulan tenaga dalam kearah perut siluman kelabang yang sedang menusuk tubuhnya dengan kaki tajam itu.
__ADS_1
Siluman kelabang tersebut terpental dan mencabut dua kaki tajamnya yang menusuk tubuh Inyoko sambil menahan sakit.
Inyoko memilih mundur dengan cepat dengan ilmu meringankan tubuh langkah dewa miliknya,sambil menunggu rajawali dewa perang datang membantunya.
Nafasnya mulai tidak beraturan akibat luka yang didapatkannya.
Inyoko kemudian memusatkan aliran tenaga dalam dan aura energi tiga dewa penguasa bumi miliknya untuk menghentikan pendarahan yang dideritanya.
Tak lama kemudian rajawali dewa perang tiba ditempat pertempuran tersebut,dan mendapati tuan nya dalam keadaan terluka.
"Apa yang terjadi padamu tuan?"
"Mengapa kau bisa terluka menghadapi siluman-siluman tengik ini?"
Ucap rajawali dewa perang penuh heran.
Inyoko lalu menjelaskan situasi yang sedang dihadapinya kepada rajawali raksasa miliknya itu.
"Jika benar apa yang engkau katakan itu tuan,tidak salah lagi kelabang yang berukuran besar itu adalah kunci dan pusat kekuatan para siluman ini"
Inyoko dan rajawali dewa perang mulai bergerak mendekati para siluman-siluman kelabang itu,tentu saja target nya adalah kelabang berukuran besar yang dari awal tidak pernah ikut bergerak menyerang Inyoko.
Tetapi tentu saja tidak semudah itu bagi Inyoko dan rajawali dewa perang untuk dapat melaksanakan keinginan mereka,karena keempat siluman kelabang lainnya terus berusaha menghadang mereka.
Sudah hampir dua jam Inyoko dan rajawali dewa perang melakukan kombinasi pertarungan menghadapi para siluman kelabang,entah sudah berapa kali keempat siluman itu tewas dan dapat hidup kembali.
Sementara itu baik Inyoko maupun rajawali dewa perang sudah mulai terlihat kehabisan tenaga dan mendapatkan beberapa luka ditubuh mereka.
Malam semakin larut menyelimuti kawasan hutan wilayah selatan,pertarungan antara Inyoko dan rajawali dewa perang menghadapi para siluman kelabang belum juga menemukan hasil akhirnya.
Inyoko meminta rajawali dewa perang menyerahkan kembali golok pusaka naga miliknya,yang selama ini disimpan oleh sang rajawali raksasa.
Tetapi rajawali dewa perang menolak permintaan dari Inyoko tersebut,karena merasa saat ini Inyoko belum siap untuk menggunakan golok pusaka itu kembali.
__ADS_1
Rajawali dewa perang mencoba meyakinkan Inyoko,jika Inyoko pasti dapat mencari jalan keluar untuk menghadapi para siluman kelabang itu.
Rajawali dewa perang meminta Inyoko untuk kembali mengumpulkan tenaga dalam sambil memperhatikannya bertarung dengan para siluman kelabang dan mencari celah titik lemah kawanan siluman itu.
Rajawali dewa perang bergerak sangat cepat dan menyerang para siluman kelabang dengan mengandalkan paruh dan cakaran kaki nya serta kepakan sayapnya yang teramat kuat karena rajawali raksasa itu juga mampu mengeluarkan serangan dengan tenaga dalam.
Inyoko berdiri menyaksikan pertarungan antara rajawali pertapa miliknya itu menghadapi para siluman kelabang sambil mengumpulkan kembali aura energi tiga dewa penguasa bumi dan energi alam.
Mata nya juga tak lepas menatap seekor siluman berukuran besar yang terus diam melihat kawanannya bertarung.
Setelah hampir setengah jam bertarung, rajawali dewa perang mulai kehabisan tenaga dalamnya,setiap serangan rajawali dewa perang yang jelas-jelas telak mengenai para siluman itu seperti sia-sia saja, karena dengan cepat para siluman itu bangkit dan kembali pada keadaan semula.
Inyoko melihat sesuatu yang aneh pada setiap kali para siluman itu kembali ke wujudnya semula,setiap kali aliran energi tenaga dalam rajawali dewa perang mengenai para siluman,tenaga dalam itu menimbulkan efek luka parah pada para siluman dan disaat bersamaan tubuh para siluman itu menyerap sisa-sisa tenaga dalam yang mengenainya itu untuk berubah ke wujudnya semula.
Rajawali dewa perang sudah benar-benar kehabisan tenaga dalamnya,para siluman kelabang mulai mengambil alih jalannya pertarungan.
Seekor siluman kelabang melesat menyerang rajawali raksasa itu,dan dengan reflek rajawali dewa perang menahan serangan itu dengan cakaran kakinya.
Cakaran dari kaki rajawali dewa perang merobek bagian perut siluman kelabang,cairan kebiruan keluar dari bagian perut yang terkoyak itu.
Siluman kelabang yang lain menjadi murka dan berniat menyerang rajawali dewa perang secara bersamaan.
Inyoko melesat cepat,setelah seluruh tenaga nya pulih kembali untuk melindungi rajawali pertapa miliknya itu.
"Terimakasih tuan rajawali, sekarang giliran mu beristirahat,cukup beri aku waktu lima menit untuk menghabisi mereka semua"
"Berkatmu aku sudah melihat jelas kelemahan mereka"
Sebut Inyoko kepada rajawali dewa perang sambil melepaskan sebuah tinju dengan kekuatan otot murni kepada salah satu siluman kelabang.
Siluman kelabang yang terkena pukulan otot murni Inyoko,tubuhnya hancur berantakan,cairan biru dari tubuh siluman yang hancur itu berserakan dimana-mana.
Kejadian ini sepertinya diluar dugaan siluman kelabang lainnya.
__ADS_1
Kali ini siluman yang hancur akibat terkena pukulan otot murni Inyoko tidak dapat bangkit kembali.