Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Setelah Perang


__ADS_3

Tanpa berkata apapun Inyoko terus memeluk tubuh kekasihnya yang mulai dingin itu dengan erat diatas punggung Rajawali Dewa Perang yang membawanya terbang.


air mata cucu dari kepala suku Awai itu terus mengalir membasahi pipinya.


"Sungai Tha Bek"


Ucap Inyoko tiba-tiba.


Hanya kata itu yang keluar dari mulutnya selama perjalanan itu.


Rajawali Dewa Perang sudah cukup mengerti maksud perkataan pemuda yang dipilihnya sebagai tuan nya itu.


Burung rajawali raksasa itu mempercepat terbangnya dan menuju sungai Tha Bek tempat Inyoko pernah berlatih sebelumnya dengan guru Kha Ram Fang.


entah apa yang ada dibenak Inyoko hingga dia memutuskan untuk menuju tempat yang cukup jauh dan membutuhkan banyak waktu untuk sampai ketempat itu.


Sementara itu di ibukota A Ngek para prajurit gabungan dinasti Juryan dan negara Paja Bing Nguang bersama dengan sisa-sisa prajurit kerajaan Lha Do Khu Tu terlihat mengumpulkan para tahanan perang mereka yang hanya tersisa kurang lebih 1000 prajurit,karena banyak dari mereka yang berhasil melarikan diri.


para prajurit kekaisaran Ming yang tersisa itu sebagian besar adalah para penjahat.


para prajurit Lha Do Khu Tu yang tersisa terlihat menyimpan dendam yang amat dalam pada tahanan perang itu,tidak sedikit dari mereka yang melampiaskan kemarahannya dengan menyiksa para tahanan perang yang telah banyak memakan korban.


Teriakan yang menggambarkan rasa sakit terdengar kuat dari kelompok para tahanan yang disiksa itu.


membuat kakek Gwen yang sedang berkumpul bersama tokoh-tokoh ketiga negara itu menjadi terusik dan segera mendatangi tempat itu.


langkah kakek Gwen diikuti oleh jendral Mha Lhum Pek dan jendral Jhi Tu.


"Berhenti"


"Jangan menyiksa mereka terus"


Teriak kakek Gwen kepada para prajurit yang sedang menyiksa tahanan itu.


"Mereka telah menghabisi seluruh keluarga kami dengan sangat keji"


"bahkan siksaan ini tidak sebanding dengan apa yang telah mereka perbuat"


Jawab salah seorang prajurit sambil menangis memperlihatkan amarah yang begitu besar karena kehilangan seluruh anggota keluarga nya akibat pembantaian yang dilakukan oleh para pasukan kekaisaran Ming.


"Apakah dengan menyiksa mereka akan membuat kalian merasa lebih baik?"


"apakah dengan begitu keluarga kalian itu bisa hidup kembali?"

__ADS_1


"jika kalian menyiksa mereka dengan keji seperti itu,terus apa yang membedakan kalian dengan mereka?"


ucap kakek Gwen yang membuat semua orang terdiam,para prajurit kerajaan Lha Do Khu Tu semua tertunduk setelah mendengarkan ucapan dari kakek Gwen.


Kakek Gwen kemudian meminta izin kepada putra mahkota kerajaan Pha Cah dan raja Tho Gel untuk mengambil alih mengurus para tahanan perang itu.


menurut kakek Gwen para tahanan itu akan cukup berguna bagi mereka suatu saat nanti.


kakek Gwen berniat menggabungkan para tahanan itu bersama bekas prajurit kalajengking merah yang telah memilih untuk mengabdi pada Inyoko.


para prajurit itu di komandani oleh Shan Jae murid dari Kha Suik,salah satu pendekar hebat aliran hitam yang telah dikalahkan oleh Inyoko di negri timur jauh Ham Pai.


para prajurit itu menamakan diri mereka sebagai Prajurit Pelindung Naga.


Diam-diam kakek Gwen ternyata ikut serta melatih para prajurit pelindung naga itu tanpa diketahui oleh siapapun.


sehingga kakek Gwen cukup memahami karakter dari para prajurit yang sebagian besar adalah pendekar aliran hitam dan para penjahat itu.


Keinginan dan permintaan kakek Gwen akhirnya disetujui oleh semua orang.


kakek Gwen kemudian memanggil Shan Jae untuk mengurus para tahanan perang itu.


Putra mahkota kerajaan Pha Cah sebagai pemimpin pasukan gabungan dinasti Juryan dan negara Paja Bing Nguang memutuskan untuk tinggal sementara waktu di ibukota A Ngek untuk memulihkan kondisi para pasukannya sebelum melanjutkan perjalanan menuju dinasti Juryan tanah kelahirannya yang kini telah dikuasai oleh adik tirinya pangeran Lha Cah.


Raja Tho Gel merasa sangat berhutang budi kepada pasukan Pha Cah yang telah mengalahkan pasukan. kekaisaran Ming dan mengembalikan tahta kerajaan Lha Do Khu Tu kepadanya.


akan tetapi Pha Cah menolaknya,menurut Pha Cah akan lebih baik jika para prajurit itu tetap tinggal di kerajaan Lha Do Khu Tu membantu raja Tho Gel membangun kembali kerajaan Lha Do Khu Tu yang telah hancur akibat perang.


Lagi pula Pha Cah percaya dengan insting kakek Gwen yang merekrut para tahanan perang itu akan dapat cukup membantu mereka.


Tiga hari kemudian Inyoko akhirnya tiba di lembah sungai Tha Bek,aliran sungai yang berwarna merah seperti darah itu.


selama perjalanan bersama jasad Fan Ning itu Inyoko terus mengalirkan hawa energi dan energi alam miliknya agar jasad Fan Ning tetap terjaga dalam keadaan hangat.


mereka akhirnya tiba di daratan yang terdapat pada lembah aliran sungai Tha Bek,tempat kediaman guru Inyoko pertapa suci Kha Ram Fang.


Kha Ram Fang sangat terkejut dengan kedatangan muridnya itu.


Inyoko kemudian menceritakan semua hal yang telah terjadi kepadanya semenjak meninggalkan lembah sungai Tha Bek termasuk apa yang menimpa Fan Ning kekasihnya.


"Menghidupkan orang yang sudah mati itu bukanlah kemampuan manusia"


"dan itu adalah sesuatu yang mustahil"

__ADS_1


"hanya pertapa iblis yang mampu dan mau melakukannya"


"orang yang sudah mati akan dijadikan mayat hidup oleh pertapa iblis"


"dan mayat hidup itu bukan lagi manusia seperti kita"


"mayat hidup tidak lain adalah boneka iblis yang dikendalikan penciptanya"


"saat jasad manusia dijadikan mayat hidup, mahkluk itu tidak memiliki emosi dan perasaan seperti kita"


"Tentu kau tidak menginginkan wanita yang kau cintai ini berubah menjadi mahkluk seperti itu"


Jelas Kha Ram Fang setelah Inyoko bertanya kepadanya tentang menghidupkan orang yang sudah mati.


Inyoko merasa putus asa, tujuannya membawa jasad kekasihnya ketempat pertapa suci Kha Ram Fang karena berharap gurunya itu mengetahui ilmu yang dapat menghidupkan Fan Ning kembali.


"Inyoko muridku"


"kuatkan hatimu"


"ini semua adalah jalan takdir yang harus kau terima"


"Jangan siksa wanita yang kau cinta ini"


"segera makamkan lah dia dengan layak"


Ucap Kha Ram Fang pada Inyoko.


Inyoko hanya terdiam dan tenggelam dalam isak tangis nya.


hatinya masih tidak rela melepaskan kekasih yang sangat dicintainya.


Kemudian guru Kha Ram Fang meminta Inyoko ikut bersama nya dengan membawa jasad Fan Ning dengan menaiki Rajawali Dewa Perang.


Kha Ram Fang membawa Inyoko ke tempat lain yang ada di lembah sungai Tha Bek.


sebuah tempat yang jauh lebih indah dari tempat kediaman guru Kha Ram Fang.


Tanah Sunyi Lembah Tha Bek.


tempat yang berada diantara dua lembah yang dikelilingi pepohonan hijau dan beraneka macam burung yang terus berkicau.


di ujung nya terdapat air terjun yang mengalir deras hingga menuju sungai Tha Bek.

__ADS_1


Kha Ram Fang menyerahkan tempat itu kepada Inyoko.


sebagai tempat pemakaman kekasihnya Fan Ning.


__ADS_2