Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Klan Ular dan Perang


__ADS_3

Inyoko berjalan keluar dari gua ular yang berada dibalik air terjun puncak gunung salju abadi.


Rajawali dewa perang dan para klan ular terlihat masih berada disana.


Semua orang merasa ada yang berbeda setelah melihat Inyoko kembali.


"Tuan pertapa,apakah kau menemukan apa yang kau cari didalam gua ular itu?"


Tanya Kubes monster ular biru kepada Inyoko.


"Ya aku menemukan apa yang aku cari didalam sana"


"Dan aku ingin menyampaikan pesan dari pemilik dunia dewa ular ini,sang pertapa naga Ghon Jong untuk kalian semua"


"Dia sangat berterimakasih kepada kalian semua klan ular yang telah menjaga tempat ini dengan sangat baik"


Jawab Inyoko.


"Tuan,kami baru saja mendapatkan pesan dari Dewi Mata Dara"


"Beliau meminta kami membantu nya berperang menghadapi pasukan iblis disebuah lembah"


"Lembah kelok sembilan, di wilayah kerajaan Lha Do Khu Tu"


Ucap salah seorang anggota klan ular yang lain.


"Sekarang semua keputusan ada ditangan anda"


"Anda adalah pemimpin klan ular"


"Kami semua siap menerima perintah anda"


Sambung Kubes monster ular biru sambil berlutut dihadapan Inyoko dan di ikuti oleh para anggota klan ular yang lain.


"Tapi aku tidak bisa menerima ini semua,aku bukan siapa-siapa"


Jawab Inyoko.


Akan tetapi rajawali dewa perang kemudian menoleh kearah Inyoko,tatapan mata rajawali raksasa itu seperti meminta Inyoko dapat menerima apa yang di inginkan oleh klan ular itu.


"Baik lah,kita akan berangkat ketempat Dewi Mata Dara berada"


"Tinggalkan beberapa anggota Klan disini untuk menjaga dunia dewa ular ini"


"Aku harap kita dapat tepat waktu sampai disana"

__ADS_1


"Karena sepertinya Dewi Mata Dara dan yang lainnya berada dalam situasi yang sulit"


Ucap Inyoko memberikan perintah kepada seluruh anggota klan ular.


Tanpa membuang waktu Inyoko segera bergegas berangkat menaiki rajawali dewa perang bersama 4 orang anggota klan ular,karena kemampuan terbang rajawali dewa perang yang terbatas untuk membawa banyak penumpang.


Sementara itu Kubes monster ular biru memimpin anggota klan ular lainnya melewati jalur air.


"Aku harap kita tiba disana sebelum semuanya menjadi terlambat,dan Kubes beserta anggota klan lain juga berhasil tiba disana tepat pada waktu nya"


Ucap Inyoko kepada rajawali dewa perang dan anggota klan ular yang ikut bersama nya.


"Tuan,anda tenang saja mungkin mereka akan tiba lebih dulu disana jika jalur air tidak terputus sampai ke lembah kelok sembilan itu"


"Kami klan ular punya kemampuan khusus ketika bergerak melewati jalur air"


"Sama hal nya dengan sepuh rajawali ini ketika terbang di angkasa"


Jawab seorang anggota klan ular yang bernama Su Duang kepada Inyoko.


Mendengar penjelasan Su Duang tersebut membuat Inyoko sedikit lega,karena jika mereka tiba tepat waktu,tentu bantuan yang dibawa Inyoko itu akan sangat berharga sekali.


Karena hampir semua anggota klan ular adalah pendekar yang telah mencapai tingkat pendekar pertapa atau memiliki kemampuan setara dengan para ketua sekte-sekte besar aliran putih seperti tetua Phi Thoek dan kakek Cha Puk.


Inyoko meminta rajawali dewa perang untuk terbang melesat lebih cepat daripada sebelumnya.


Awalnya Inyoko berniat,setelah meninggalkan puncak gunung salju abadi akan kembali ke lembah sungai Tha Bek tempat guru nya Kha Ram Fang serta jasad kekasih nya Fan Ning berada.


Hampir membutuhkan waktu satu hari perjalanan tanpa henti,bagi rajawali dewa perang membawa Inyoko dan 4 orang anggota klan ular untuk tiba dikawasan kerajaan Lha Do Khu Tu.


Tidak lama kemudian dikejauhan mulai terlihat kepulan asap dan debu yang disebabkan oleh perang yang sedang berlangsung di pinggiran hutan lembah kelok sembilan.


Tak jauh dibelakang Inyoko terlihat kelompok klan ular merayap menyusul melewati jalur air.


Dan tidak jauh dari tempat itu Inyoko juga dapat melihat pergerakan ribuan prajurit yang membawa panji-panji negara Paja Bing Nguang menuju arah tempat pertempuran.


"Kita sudah hampir sampai saudara rajawali"


"Aku berharap kita tidak terlambat"


Ucap Inyoko kepada rajawali raksasa yang ditungganginya itu.


Rajawalai dewa perang segera menuju pusat pertempuran itu.


terlihat jelas kekuatan yang tidak seimbang dikedua belah pihak.

__ADS_1


Pasukan besar kekaisaran Ming berhasil membuat pasukan yang dipimpin oleh putra mahkota kerajaan Pha Cah dan raja Tho Gel dalam posisi terdesak.


Dewi Mata Dara dan para tokoh sekte aliran putih terlihat sangat sibuk menghadapi pendekar-pendekar hebat aliran hitam yang ikut bersama dengan pasukan kekaisaran Ming yang dipimpin oleh jendral Men Dhi Wu itu.


Dewi Mata Dara terlibat pertarungan langsung dengan jendral Men Dhi Wu dan dua orang anak buah nya Pin Chi dan Thali A Luih.


Kedua orang itu memiliki kemampuan sebanding dengan Che Lek yang berhasil membuat repot jendral Mha Lhum Pek dan kakek Gwen seorang diri.


Dewi Mata Dara sendiri terlihat sudah mulai kewalahan menghadapi ketiga musuh nya itu, tubuhnya terlihat mulai dipenuhi luka sabetan pedang dari lawan-lawannya.


Nafas nya sudah mulai tidak beraturan.


Dewi Mata Dara menghabiskan banyak tenaga dalam miliknya untuk menghentikan pendarahan yang ada hampir diseluruh tubuhnya.


Men Dhi Wu semakin bernafsu untuk segera menghabisi salah satu pertapa yang terlihat sudah mulai tidak berdaya itu.


Men Dhi Wu mengangkat kembali pedang ditangannya dan melesat cepat ketempat Dewi Mata Dara yang masih sibuk mengatur aliran tenaga dalam nya.


Tiba-tiba sebuah gelombang energi besar menghentikan langkah Men Dhi Wu,tubuh nya terpental beberapa meter karena tidak siap menerima pukulan gelombang energi yang datang secara tiba-tiba itu.


Pin Chi dan Thali A Luih segera bergerak mendekati pemimpin nya itu.


Semua orang yang sedang bertarung di medan pertempuran itu sesaat terpana dan menghentikan pertarungan mereka melihat seekor rajawali raksasa terbang diatas kepala mereka.


Hanya para tokoh aliran putih yang terlihat tersenyum dengan apa yang mereka lihat.


Inyoko turun dengan cara melompat dari rajawali raksasa yang masih berada di udara dan di ikuti oleh 4 orang anggota klan ular yang ikut bersama nya.


Inyoko melesat cepat menuju ketempat Dewi Mata Dara yang sedang terluka.


Semua orang semakin tercengang ketika tanpa melakukan gerakan apa pun setiap prajurit yang dilewati Inyoko jatuh seketika karena kehilangan tenaga mereka.


Sementara itu kehadiran 4 anggota klan ular yang ada disana juga cukup membuat pasukan kekaisaran Ming menjadi kerepotan.


Inyoko kemudian langsung mengalirkan energi murni miliknya kepada Dewi Mata Dara yang terluka.


"Dewi sudah lah,anda disini saja"


"Obati luka anda"


"Ini tidak akan berlangsung lama"


"Dibelakang ku bala bantuan akan segera tiba"


Ucap Inyoko kepada Dewi Mata Dara.

__ADS_1


Seiring dengan ucapan Inyoko di garis luar pertempuran terjadi perubahan situasi.


Kondisi menjadi terbalik,setelah seluruh anggota klan ular yang dipimpin Kubes tiba ditempat itu bersamaan dengan pasukan bantuan yang dipimpin oleh kakek Cha Puk Gembel.


__ADS_2