Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Memasuki Kota Dhu Mai


__ADS_3

Rombongan Inyoko terus melanjutkan perjalanan mereka dengan menaiki Rajawali Dewa Perang.


mereka berhenti di tengah hutan ketika Rajawali itu ingin beristirahat dan sekedar mengisi perut mereka yang terasa lapar.


rombongan itu tidak pernah lagi menyinggahi desa atau kota di perjalanan yang mereka lewati.


"kenapa sekarang kau sedikit menjadi lamban temanku"


"seperti nya kau terlalu banyak makan sehingga tubuh menjadi terasa berat.


Ucap Inyoko menggoda Rajawali Dewa Perang.


Rajawali Dewa Perang merasa sangat jengkel karena ejekan Inyoko itu.


Rajawali itu kemudian menambah kecepatan terbang nya sambil memiringkan badan nya.


sontak saja semua orang yang ada di atas ditubuh nya menjadi terkejut dan hampir jatuh.


"Tuan Rajawali jika kau kesal dengan kakak Inyoko,cukup dia saja yang kau jatuh kan"


"kami tidak terlibat dengan nya"


Ucap Putri Wa Dehn


perjalanan ini membuat hubungan diantara mereka semakin dekat satu sama lain.


apalagi perasaan dua orang gadis dalam rombongan itu kepada Inyoko.


"sepertinya kita tidak akan lama lagi akan tiba di kota Dhu Mai"


"sebaiknya kita berhenti di kaki gunung yang ada didepan sana"


"kita tidak mungkin membawa Rajawali Dewa Perang memasuki Kota Dhu Mai"


Ucap Kha Chan setelah memperhatikan sebuah kota yang mulai terlihat dari tempat mereka terbang.


Rombongan Inyoko itu akhirnya tiba di kaki gunung yang tidak terlalu jauh letak nya dari kota Dhu Mai.


Rajawali Dewa Perang menurunkan mereka semua ditempat itu.


"apa salah nya jika aku ikut bersama kalian"


"Inyoko bukan kah kau bilang aku ini teman mu"


"mana ada teman yang meninggalkan teman nya sendirian ditempat seperti ini"


"biarkanlah aku ikut bersama kalian"


Rengek Rajawali itu pada Inyoko.

__ADS_1


"hahahahah"


"tetua Rajawali terlihat imut jika bertingkah seperti itu"


Sambung Fan Ning.


"bukan kami tidak ingin membawamu serta Rajawali"


"kami tidak ingin membuat penduduk kota itu merasa takut setelah melihat wujud mu"


"untuk saat ini sebaik nya kita menghindari gerakan-gerakan yang terlalu mencolok"


"karena kota Dhu Mai salah satu kota penting


Kekaisaran Ming,tentu banyak pejabat kekaisaran di kota itu"


"di kota itu tidak ada markas dari Sekte Alirana Putih,oleh sebab itu sebaiknya kita tidak memperlihatkan jati diri kita di kota itu"


"kami hanya ingin bertemu seseorang dan menitipkan putri Wa Dehn disana,setelah itu kami akan kembali ketempat ini"


Jelas Kha Chan.


Kemudian mereka berangkat menuju kota Dhu Mai dan meninggalkan Rajawali Dewa Perang di kaki gunung itu.


mereka terpaksa meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki,karena kuda-kuda mereka di titipkan di penginapan desa sebelum nya.


Ketika tiba di gerbang kota rombongan itu sangat terkejut melihat penjagaan dan pemeriksaan yang sangat ketat.


ditambah lagi pasukan penjaga yang menjaga gerbang kota Dhu Mai tidak terlihat seperti prajurit kekaisaran.


sementara sepengetahuan Kha Chan kota Dhu Mai tidak memiliki Sekte aliran hitam ataupun putih didalam nya,sehingga penampakan pasukan penjaga gerbang itu terasa asing oleh nya,yang pernah lama mengabdi pada Kekaisaran Ming.


"kita tidak mungkin bisa masuk melewati gerbang itu dengan senjata-senjata kita ini"


"meskipun kita sembunyikan dibalik jubah,dengan pemeriksaan seketat itu pasti akan ketahuan"


"sepertinya ada sesuatu yang besar telah terjadi di kota ini"


Ucap Kha Chan.


"jadi sebaik nya kita harus bagaimana?"


Tanya Mai Chen.


Akhirnya putri Wa Dehn mendapatkan ide setelah melihat penduduk kota yang keluar masuk gerbang kota Dhu Mai.


putri Wa Dehn menghentikan seorang penduduk yang baru saja keluar dari gerbang kota sambil mendorong sebuah gerobak.


putri Wa Dehn meminta penduduk yang lewat itu untuk menjual gerobaknya pada Putri Wa Dehn.

__ADS_1


setelah terjadi tawar menawar yang cukup alot antara putri Wa Dehn dan pemilik gerobak itu,akhir nya mereka sepakat mengenai harga.


"Gerobak ini akan jadi tiket masuk kita melewati gerbang kota itu"


Ucap Putri Wa Dehn.


Putri Wa Dehn mulai menyusun rencana dan menyampaikan ide nya kepada rombongan yang lain.


Kakek Gwen akan berpura-pura menjadi orang tua yang sedang sakit parah yang akan mereka bawa menggunakan gerobak.


senjata-senjata mereka akan mereka sembunyikan dibawah gerobak itu.


Sementara Kha Chan dan Inyoko akan menjadi pendorong gerobak itu.


Setelah semua persiapan mereka selesai,mereka mulai mendekati gerbang kota dan ikut berbaris antri menunggu giliran diperiksa dan masuk kedalam Kota Bha Tham.


tibalah giliran mereka untuk diperiksa oleh para penjaga gerbang itu.


"Tuan pendekar,maaf aku sedikit terburu-buru,kami ingin membawa orang tua ku yang sedang sakit berobat pada tabib yang ada di kota ini"


Ucap Putri Wa Dehn sedikit genit pada pasukan penjaga gerbang kota itu.


para pasukan penjaga itu seperti terhipnotis mendengar suara genit dari Putri Wa Dehn,sehingga tidak perlu waktu lama untuk mereka bisa melewati gerbang kota itu.


tapi tepat sebelum masuk ke kota dan meninggalkan gerbang kota,salah satu pasukan penjaga gerbang berteriak,meminta mereka berhenti dan kemudian bergerak dengan cepat ke arah rombongan Inyoko.


Inyoko dan rombongan nya mulai sedikit was-was dan cemas jika penyamaran mereka terbongkar.


"nona didalam kota,ada sebuah klinik dengan tabib terbaik"


"nama nya pondok obat Jha Riang "


Ucap penjaga itu sambil ngos-ngosan karena berlari mengejar rombongan Inyoko.


"terimakasih tuan pendekar,kami pasti akan ketempat itu"


Jawab Putri Wa Dehn dengan senyuman yang sedikit genit diwajahnya.


ekspresi yang ditunjukan oleh putri Wa Dehn semakin membuat pasukan penjaga gerbang itu menjadi salah tingkah.


mereka melanjutkan perjalanan kedalam kota.


mereka semua terkejut melihat isi kota Dhu Mai yang dipenuhi dengan simbol Sekte Kalajengking Merah.


Sekte aliran hitam yang di ketua nya adalah Manusia Iblis Ghun Thang.


Sosok yang telah berhasil mempengaruhi Kaisar An Zung.


sepertinya sesuatu yang besar telah menanti Inyoko dan rombongan nya di kota Dhu Mai ini.

__ADS_1


__ADS_2