
Dengan wujud tubuh Iblis Neraka nya Jendral Khe Phin Ding mulai menyerang Kakek Gwen secara brutal.
Kakek Gwen terdesak,dan mundur beberapa langkah.
"Mai Chen pinjamkan aku golok Gagak Hitam milik mu"
teriak Kakek Gwen yang semakin terdesak dengan kekuatan yang dimiliki oleh Jendral Khe Phin Ding.
Mai Chen membunuh salah satu anggota Sekte Kalajengking Merah, kemudian merebut pedang nya sebelum melemparkan golok Gagak Hitam yang masih tersarung ditangan nya pada Kakek Gwen.
melihat kemunculan golok Gagak Hitam dua orang pria misterius yang terus duduk disudut restoran mengawasi Inyoko dan teman-temannya itu berdiri dan bergabung dengan kelompok Inyoko.
Inyoko dan teman-temannya cukup terkejut dan merasa senang karena mendapat bantuan dari dua orang pria misterius itu.
kekuatan keduanya bisa dibilang seimbang dengan kekuatan milik Kha Chan.
"maafkan kami yang terlambat bertindak tuan-tuan"
"kami tidak berani gegabah"
"tapi golok Gagak Hitam yang dilemparkan tuan muda tadi sudah cukup jadi alasan untuk kami"
Ucap salah seorang dari pria misterius itu ditengah pertarungan.
Kakek Gwen menyambut pedang itu dan langsung mengeluarkan kombinasi jurus pertapa dengan golok pusaka itu.
kali ini Kakek Gwen berhasil menahan semua jurus dan tebasan pedang Jendral Khe Phin Ding.
Pemimpin pasukan Kalajengking Merah itu sedikit lengah, Kakek Gwen tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk melepaskan sebuah pukulan yang telak mengenai tubuh Jendral itu.
ditempat lain Inyoko dan yang lain nya terlihat mulai kewalahan menghadapi banyak nya musuh,mereka kalah jumlah.
Kakek Gwen menebaskan golok Gagak Hitam dengan kekuatan tenaga dalam nya dan berhasil melukai tubuh Jendral Khe Pin Dhing.
Jendral itu tersenyum,seketika luka tebasan Golok milik Kakek Gwen itu kembali tertutup dan tidak berbekas.
"Hahahahahah".
"tubuh pemberian tuan Ghun Thang ini adalah tubuh iblis abadi yang tidak akan pernah mempan dengan senjata mu itu".
"kau lihatlah ini Kha Chan,Kakak ku tersayang".
"dengan kekuatan ini kalian semua bukan lah tandingan ku".
Teriak Jendral Khe Phin Ding,yang kemudian kembali melesat menyerang Kakek Gwen.
__ADS_1
Kakek Gwen dan Jendral Khe Phin Ding kembali saling bertukar jurus dan tenaga dalam dengan jumlah yang besar.
awalnya Kakek Gwen masih dapat mengimbangi kekuatan Jendral Khe Phin Ding itu dengan tenaga dalam milik nya.
tapi lama kelamaan tenaga dalam milik Kakek Gwen semakin terkuras,dan membuatnya semakin kesusahan,tenaga dan tubuh Kakek Gwen belum sepenuh nya pulih akibat dari pertarungan di hutan kabut sebelumnya.
nafas nya mulai sesak dan tidak beraturan.
meskipun telah mencapai tingkat pertapa tubuh Iblis Neraka milik Jendral Khe Phin Ding ternyata bukan lawan yang mudah untuk dihadapi nya.
Kakek Gwen berdiri menutup mata nya.
sepertinya hendak melakukan sebuah jurus yang sangat dahsyat.
tempat disekitar nya bergetar hebat seperti terkena gempa.
Restoran itu kini terlihat hancur berantakan.
"sebaik nya kita menjaga jarak dari pertarungan sepuh pertapa itu"
"sepertinya sesuatu yang buruk akan terjadi"
Teriak Kha Chan pada teman-teman nya yang lain.
Aura dan hawa energi pertapa yang dikeluarkan oleh Kakek Gwen membuat tempat itu menjadi terasa sesak.
Jendral Khe Phin Ding menyadari jika lawan yang dihadapi nya kali ini sangat kuat.
Jendral Kalajengking Merah itu pun bersiap dengan kekuatan penuh nya menyambut serangan dari Kakek Gwen.
Tubuh Kakek Gwen mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata semua orang ditempat itu.
kecuali Jendral Khe Phin Ding yang memiliki Kemampuan yang cukup tinggi.
semua lawan yang terkena cahaya yang dikeluarkan Kakek Gwen itu terdiam mematung,termasuk Jendral Khe Phin Ding.
Jurus Darah Putih Pertapa Suci.
Jendral Khe Phin Ding yang terdiam mematung akibat terkena efek jurus itu mulai diserang oleh Kakek Gwen dengan golok Gagak Hitam ditangan nya.
sekujur tubuh jendral itu kini di penuhi oleh luka tebasan dan mengeluarkan banyak darah.
"sial...."
"efek obat tubuh Iblis Neraka ini sudah mulai habis"
__ADS_1
"aku benar-benar dalam bahaya"
Ucap Jendral Khe Phin Ding dalam hati,menyadari kekuatan tubuh Iblis Neraka yang dipakai nya mulai melemah setelah terkena jurus Darah Putih Pertapa Suci milik kakek Gwen.
belum sempat memikirkan cara meloloskan diri dari amukan Kakek Gwen, Jendral Khe Phin Ding kembali mendapatkan serangan bertubi-tubi tanpa henti.
kali ini Jurus Pertapa Di Puncak Langit semakin membuat adik seperguruan Kha Chan itu semakin sekarat.
dan bahkan kini wujud tubuh Iblis Neraka telah lenyap dari nya.
sosok Jendral Khe Phin Ding kembali seperti wujud awal nya.
tubuh nya penuh luka,dan dari mulut nya mengalir darah segar.
Sementara itu Kakek Gwen,meskipun tidak mendapatkan luka yang parah tetapi juga telah kehabisan tenaga dalam nya,
sehingga tidak bisa melanjutkan serangan-serangan dahsyat nya.
efek dari Jurus Darah Putih Pertapa Suci pada pasukan Kalajengking Merah pun mulai lenyap.
Pasukan Sekte Kalajengking Merah itu segera melindungi pimpinan mereka Jendral Khe Phin Ding yang terluka parah.
sementara itu jumlah pasukan Kalajengking Merah yang ada di restoran itu semakin banyak jumlah nya.
bukan situasi yang mudah bagi Inyoko dan teman-temannya menghadapi banyak pasukan Kalajengking Merah itu.
"Sebaiknya kita mencari celah keluar dari tempat ini"
"tidak akan mudah menghadapi pasukan sebanyak itu dengan jumlah kekuatan kita saat ini"
Ucap Kha Chan.
tiba-tiba dua orang pria misterius dalam rombongan Inyoko itu mengeluarkan sebuah tabung berwarna perak.
tabung perak itu kemudian dilemparkan nya ke arah kelompok pasukan Sekte Kalajengking Merah.
tabung perak itu meledak dan menimbulkan banyak asap yang menghalangi pandangan semua anggota Sekte Kalajengking Merah.
dalam kepulan asap tebal itu dua orang pria misterius itu membawa Inyoko dan teman-temannya beserta dengan Anh Thak yang terluka melarikan diri meninggalkan restoran yang telah porak poranda itu.
Inyoko dan teman-temannya terus berlari menuju gerbang kota Dhu Mai.
mereka tidak dapat meninggalkan kota Dhu Mai dengan mudah karena masih mendapat halangan penjaga gerbang kota.
sempat terjadi pertarungan di gerbang kota itu,tapi dengan kemampuan mereka akhir nya mereka dapat keluar dari kota Dhu Mai.
__ADS_1