Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Ilmu Tenaga Dalam Harimau Putih


__ADS_3

Rajawali Dewa Perang berdiri disamping makam,pandangan nya sayu menatap makam itu.


Rajawali itu bercerita diatas makam itu tentang apa yang telah di lalui nya selama ini.


terlihat jelas,kalau Bho Lut Wong adalah sosok yang sangat penting dalam hidup nya.


dan kini Rajawali Dewa Perang itu seperti menemukan kehidupan yang baru setelah bertemu dengan Inyoko.


Markas Sekte Bulan Giok.


Setelah peristiwa pembebasan Rajawali Dewa Perang yang menguras tenaga dan emosi itu,terlihat beberapa petinggi dan anggota sekte mempersiapkan segala sesuatunya untuk memperbaiki bagian puncak Pagoda Obat yang dirusak oleh Rajawali Dewa Perang.


Karena hari sudah mulai gelap Tetua Bu memerintahkan para anggota sekte itu untuk beristirahat dan melanjutkan perbaikan Pagoda Obat esok hari.


Didalam Aula Sekte Bulan Giok terlihat Tetua Ho, Kakek Gwen,Dewi Mata Dara,Mai Chen dan para Sepuh Suci Sekte tengah asyik bercerita.


karena masalah Rajawali Dewa Perang sebelumnya membuat mereka tidak sempat saling mengenal lebih jauh.


kecuali hanya Tetua Ho yang dikenal oleh para Sepuh Suci Sekte,karena memang status Tetua Ho sebelum nya adalah sebagai Ketua Sekte Pengemis Suci.


dan Sepuh A Jhi Er adalah pendekar yang satu generasi dengan Tetua Ho.


Dewi Mata Dara dan Kakek Gwen yang sudah mencapai tingkatan pertapa tentu menjadi perhatian para Sepuh Suci Sekte.


apalagi mendengar usia Dewi Mata Dara yang tidak sesuai dengan raut wajah nya.


Dewi Mata Dara terlihat seperti sosok gadis muda,meskipun ada bagian rambutnya yang telah berwarna putih karena proses peningkatan Kekuatan Hawa Energi saat berada di wisma keluarga chen.


Para Pendekar Pertapa memiliki usia panjang karena faktor tinggi nya tingkat keilmuan yang mereka miliki.


di Sekte Bulan Giok Sepuh Suci Dha Us dan Khu Dung bisa dikatakan hampir mendekati tingkat pertapa itu.


Sementara ditempat lain Inyoko memilih untuk berlatih mengontrol aura energi yang dia miliki.


Inyoko belum bisa menguasai sepenuh nya aura energi dan tenaga dalam milik nya.


Inyoko berlatih ditemani oleh Tetua Bu.


Tetua Bu meletakkan selembar daun ditangan nya.


kemudian Tetua Bu mulai mengalirkan tenaga dalamnya,hanya sekejap bagian tengah daun itu menjadi berlubang.


Tetua Bu meminta Inyoko untuk melakukan hal yang sama.


Inyoko kemudian mengambil selembar daun dan meletakkan nya di telapak tangan.


Inyoko mulai mengeluarkan tenaga dalam nya,dalam sekejap daun itu hancur berantakan.

__ADS_1


"Bagaimana?"


"Dalam pertempuran tenaga dalam dan aura energi adalah sesuatu yang sangat penting"


"jika kau tidak mampu mengontrol nya dan terus saja menggunakan tenaga dalam milik mu secara asal-asalan,maka hanya menunggu waktu saja,lawan mu akan menghabisi mu.


"kau harus segera bisa menguasai tenaga dalam milik mu sendiri"


Tetua Bu menjelaskan kepada Inyoko.


"bagaimana caraku untuk dapat menguasainya?"


Balas Inyoko penuh tanya


"aku memang bukan guru yang baik"


"aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskan nya kepada mu"


"tapi aku yakin kau bisa melakukan nya"


"dan sebaik nya aku meninggalkan mu disini sendirian"


"jika kau perlu bantuan ku,kau tau harus kemana mencari aku"


Jawab Tetua Bu sambil berjalan pergi meninggalkan Inyoko sendiri ditempat itu.


setelah beberapa, entah sudah berapa banyak lembaran daun yang hancur ditangan nya.


Inyoko merasa sangat frustasi dia terduduk lemas ditengah tempat itu.


kemudian dia merebahkan badan nya di atas tanah dan menatap langit malam yang luas.


Semakin dalam menatap langit malam itu,dalam pikiran Inyoko terlintas sosok Harimau Putih.


Mahkluk kedua yang menjadi teman nya setelah gurunya Tetua Ho.


Hewan pertapa itu ditinggalkan oleh Kakek Gwen dan Dewi Mata Dara di hutan setelah pertarungan dengan Serigala Iblis Neraka.


Pada pertarungan itu Harimau Putih dan Inyoko mendapatkan luka yang cukup parah.


bahkan Inyoko tidak sadarkan diri selama beberapa hari.


karena harus segera menolong Inyoko,maka Kakek Gwen meminta Harimau Putih untuk tinggal didalam hutan,setelah Dewi Mata Dara memberikan Mustika Merah Ular Pertapa untuk membantu Harimau Putih menyembuhkan luka yang dideritanya.


Inyoko membayangkan beberapa hari kebersamaannya dengan Harimau Putih.


bayangan itu seperti membuka pikiran nya.

__ADS_1


Harimau Putih dengan kuku baja nya yang tajam tak pernah melukai bahkan menggores kulit Inyoko saat kedua nya bersentuhan.


"Mengontrol emosi dan memperhalus perasaan"


"sepertinya itu jalan keluar nya"


ucap Inyoko dalam hati.


Inyoko merasa apa yang dilakukan Harimau Putih pada nya hampir sama dengan apa yang sedang dilatih nya saat ini.


Harimau Putih dengan kuku nya yang tajam tidak pernah melukai orang-orang yang dianggapnya sebagai teman.


Inyoko kembali bangkit berdiri sambil memungut selembar daun lagi.


Inyoko mulai fokus dan meletakkan daun itu pada telapak tangan nya.


aura merah terlihat jelas menyelimuti tubuh Inyoko.


Inyoko mulai mengalirkan tenaga dalam nya,dan seketika daun ditangan nya itu menjadi berlubang,meskipun bentuk lubang yang dibuat Inyoko belum seperti yang dibuat Tetua Bu sebelum nya.


Inyoko tersenyum puas, seolah-olah dia telah menguasai sepenuh nya apa yang diminta oleh Tetua Bu.


setelah mencoba beberapa kali,akhir nya Inyoko berhasil melubangi daun itu persis seperti yang dilakukan Tetua Bu.


Tanpa disadari nya,dari kejauhan Tetua Ho dan yang lainnya serta para sepuh memperhatikan Inyoko yang sedang berlatih itu.


Para Sepuh Suci Sekte dan termasuk Mai Chen merasa penasaran dengan cerita Kakek Gwen dan Dewi Mata Dara tentang pertarungan Inyoko yang kerasukan aura pertapa dengan Serigala Iblis Neraka.


tiba-tiba sepuh Khu Dung melompat ketempat Inyoko berlatih.


"hei bocah .."


"aku ingin menemani mu berlatih malam ini"


"aku ingin sedikit bermain-main dengan mu"


"supaya otot-otot ku tidak kaku lagi"


Ucap Sepuh Suci Khu Dung.


Inyoko memenuhi permintaan salah satu Sepuh Suci Sekte Bulan Giok itu.


tentu saja ini bukan lah pertarungan yang seimbang.


Kekuatan dan kemampuan Inyoko yang hanya menguasai tiga jurus dari Tetua Ho itu tentu tidak dapat mengimbangi kemampuan Sepuh Khu Dung yang hampir mencapai tingkat pertapa.


Tapi tetap saja apa yang diperlihatkan Inyoko malam itu dihadapan semua orang adalah sebuah kemajuan yang luar biasa.

__ADS_1


mengingat beberapa saat yang lalu kondisi Inyoko masih dalam keadaan lumpuh.


__ADS_2