Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Meninggalkan Kota Ma Er


__ADS_3

Setelah semua penduduk kota dan anggota Sekte Bulan Giok meninggalkan kota Ma Er,Dewi Mata Dara berdiri di atas gerbang kota.


disepanjang bagian atas gerbang kota itu telah disusun batu-batu yang diganjal dengan kayu sebagai pengulur waktu bagi penduduk kota yang sedang melarikan diri.


ditangan kanan nya memegang sebuah busur panah berwarna merah berukiran dewa kematian.


Busur panah itu merupakan salah satu senjata pusaka yang ada di dalam Sekte Bulan Giok yang dipinjamkan oleh Sepuh Suci Sekte Khu Dung.


Pasukan besar kekaisaran Ming diperkirakan sekitar sepuluh ribu pasukan itu tampak telah semakin dekat dengan gerbang kota Ma Er.


seorang prajurit melaporkan apa yang dilihat nya di garis depan pada pimpinan mereka.


Tahn Deh ketua Sekte Kelelawar Hitam dan wakilnya Em Phul Bersama Liem Bong ketua Sekte Kalajengking Merah.


pasukan besar itu menghentikan langkah mereka,karena melihat Dewi Mata Dara yang berdiri seorang diri diatas gerbang kota yang tertutup itu.


Jarak antara pasukan kekaisaran dengan gerbang kota itu hanya sekitar 500 meter.


jarak aman dari jangkauan anak-anak panah.


Tahn Deh tidak ingin termakan siasat yang ada didalam gerbang kota itu.


"sepertinya kota itu sudah kosong"


"aku tidak merasakan aura kehidupan disana"


"kecuali orang yang berdiri diatas gerbang itu,dia memiliki aura energi yang cukup besar"


Ucap Liem Bong yang memiliki kemampuan membaca dan merasakan hawa energi yang ada disekitarnya.


Mendengar ucapan Liem Bong,Tahn Deh kembali memerintahkan kepada para pasukan untuk maju.


baru selangkah pasukan itu bergerak maju,Dewi Mata Dara melepaskan satu anak panah nya yang telah di alirkan tenaga dalam.


Anak panah itu melesat kencang dan menembus tubuh satu barisan pasukan dan akhirnya berhenti tepat didepan kepala Tahn Deh,yang menghentikan lesatan anak panah itu dengan tangan nya.


Serangan satu anak panah yang memakan banyak korban itu cukup membuat nyali para prajurit Ming itu menjadi semakin ciut.


melihat semangat prajurit itu mulai menurun.


Liem Bong memutuskan maju ke garis depan.

__ADS_1


Liem Bong mengambil sebuah tombak prajurit yang ada dibelakangnya,dengan cepat tombak itu dilemparkan nya dengan kecepatan yang tidak kalah dengan anak panah Dewi Mata Dara.


Lemparan tombak yang menggunakan aliran energi itu tentu saja membuat Dewi Mata Dara harus menghindari nya.


melihat reaksi Dewi Mata Dara yang bergerak menghindar itu membuat para prajurit kekaisaran ming kembali bersemangat.


setelah melihat pimpinan mereka punya kekuatan yang dapat mengimbangi orang yang ada di atas gerbang kota itu.


Pasukan besar kekaisaran itu kembali bersorak dan maju penuh semangat.


Dewi Mata Dara hanya diam melihat pergerakan para prajurit itu.


Kini pasukan itu sudah semakin dekat dengan gerbang dan dinding kota Ma Er.


Dewi Mata Dara tersenyum sinis melihat pasukan itu yang semakin dekat dengan nya.


Liem Bong terlambat menyadari ada jebakan yang telah disiapkan dibalik tembok kota itu.


saat Liem Bong meminta pasukan nya mundur,disaat yang sama Dewi Mata Dara telah melepaskan kayu pengganjal batu-batu besar diatas tembok kota Ma Er.


dengan cepat batu-batu itu jatuh terguling kebawah menimpa banyak pasukan yang berada didekat tembok kota.


dengan tenaga dalam nya Dewi Mata Dara menciptakan api di ujung anak panahnya.


panah berapi itu di tembakan nya pada tumpukan-tumpukan batu yang kini berserakan di depan tembok kota Ma Er.


Kerugian pasukan kekaisaran tidak lah sedikit akibat taktik yang digunakan Dewi Mata Dara.


api berkobar cukup besar dari batu-batu yang telah dilumuri minyak itu.


sehingga membuat pasukan kaisar tidak dapat bergerak maju.


Saat pasukan itu memutuskan berhenti, Dewi Mata Dara menghabiskan semua sisa anak panah yang ada pada nya.


menyebabkan korban semakin bertambah di pihak musuh.


Tahn Deh sebagai pemimpin pasukan yang dipercaya oleh Manusia Iblis Ghun Thang merasa sangat geram melihat pasukan nya berantakan hanya karena ulah satu orang.


Tahn Deh yang emosi ingin maju menyerang ketempat Dewi Mata Dara.


tapi niat pemimpin pasukan kaisar Ming itu di tahan oleh Em Phul.

__ADS_1


"Aku tidak meragukan kekuatan dan kehebatan ketua".


"tapi yang aku ragukan adalah wanita diatas gerbang kota itu"


"tidak mungkin dia bisa percaya diri seperti itu jika bukan karena dia telah menyiapkan muslihat untuk kita".


Em Phul mencoba menenangkan ketua nya itu.


Tahn Deh akhirnya mau menerima masukan dari wakil ketua nya itu.


saat api pada batu-batu itu mulai padam,pasukan besar kaisar itu telah siap untuk menyerang kembali.


Semua pasukan sangat terkejut karena di atas gerbang kota tidak ada lagi sosok Dewi Mata Dara yang dari awal sudah merepotkan mereka.


Tahn Deh dan yang lain terlihat sangat murka karena merasa dipermainkan oleh Dewi Mata Dara.


sebelum pergi meninggalkan kota Dewi Mata Dara menyulut tiap sudut kota Ma Er yang telah di lumuri dengan minyak.


bersamaan dengan itu pasukan besar kaisar telah berhasil menghancurkan gerbang kota.


Pasukan kaisar itu seperti tiada henti nya mendapatkan kejutan.


kali ini kota Ma Er telah kosong,tanpa menyisakan saru orang pun.


Hanya Tahn Deh,Liem Bong dan Em Phul saja yang mengetahui kota itu dalam keadaan kosong berdasarkan informasi dari Liem Bong.


Api di sudut-sudut kota Ma Er itu kini semakin membesar dan membuat panik seluruh pasukan termasuk pimpinan mereka Tahn Deh.


pasukan berkuda adalah yang paling sengsara karena kepungan api ini.


Sementara Dewi Mata Dara telah berjalan jauh meninggalkan kota Ma Er yang sedang di bumi hanguskan.


Empat kelompok yang telah lebih dulu pergi,melihat dari jauh kepulan asap hitam yang menembus langit berasal dari kota kelahiran mereka.


Bisa dikatakan serangan pertama pasukan kaisar yang digerakkan oleh kekuatan manusia iblis Ghun Thang itu gagal total dan mendapatkan kerugian yang cukup besar.


banyak prajurit yang tewas sia-sia.


Tahn Deh sebagai pimpinan pasukan kali ini menanggung malu yang cukup berat.


dia menarik pasukan nya kembali ke ibukota kekaisaran Ming,karena pasukan yang dibawa nya benar-benar telah kehilangan semangat tempur.

__ADS_1


__ADS_2