
"Kami semua telah melakukan kesalahan yang sangat besar kepala suku Nionyo"
"kami semua pantas anda hukum"
Ucap salah seorang sesepuh suku Khe Tek yang ikut dalam penyerangan suku Awai.
Nionyo sebagai kepala suku Awai tidak ingin memperpanjang konflik dengan suku Khe Tek.
Nionyo kemudian memerintahkan anggota suku Awai untuk menangkap sisa-sisa pasukan Kalajengking Merah yang telah kehilangan semangat setelah pemimpin mereka tewas ditangan Inyoko.
akan tetapi Inyoko meminta pada kakeknya itu untuk membebaskan mereka semua.
"Kau memang cucuku"
"tapi ini pertemuan pertama kita"
"aku tidak mungkin memenuhi keinginanmu,setelah apa yang dilakukan pasukan Kalajengking Merah itu pada suku Khe Tek dan suku Awai"
"bukankah mereka juga musuh mu?"
Jelas Nionyo.
"mereka bukan musuhku"
"Niat jahat Ghun Thang lah yang menjadi musuhku"
"mereka cuma orang-orang yang diperalat oleh Ghun Thang"
"tidak selamanya kejahatan harus dilawan dengan kekerasan"
Ucap Inyoko sedikit merasa canggung,setelah mengetahui jika Nionyo ternyata adalah Kakek kandung nya.
Para pasukan Kalajengking Merah yang tersisa itu merasa sangat simpati dengan Inyoko,setelah mendengar Inyoko membela mereka dari hukuman yang akan mereka terima dari suku Awai yang telah mereka serang.
"pendekar muda,kami sangat menghargai niat baikmu membela kami"
"kami sudah cukup senang,masih ada yang perduli pada kami manusia-manusia terbuang ini"
"tapi kami siap menanggung resiko dari perbuatan kami,apapun hukuman yang akan diberikan oleh kepala suku Awai kami kan menerimanya"
Jawab salah seorang prajurit Kalajengking Merah.
Nionyo akhirnya luluh,dan menerima permintaan cucunya tersebut meskipun ada beberapa orang sesepuh suku Awai yang tidak setuju,akan tetapi mereka tidak berani bersuara karena mereka cukup sadar untuk tidak menentang Nionyo kepala suku mereka, ditambah lagi mereka telah menyaksikan sendiri betapa besarnya kekuatan yang dimiliki oleh Inyoko
"sekarang kalian pergilah"
"bawalah cita-cita dan jiwa pendekar guru kalian Kha Suik bersama kalian"
__ADS_1
"mulailah kehidupan baru yang lebih baik"
Inyoko berpesan kepada para pasukan Kalajengking Merah.
"pendekar muda"
"kami sudah tidak punya tempat untuk pulang"
"kami tidak akan bisa hidup tenang sebagai rakyat biasa,jika suatu saat orang-orang mengetahui masa lalu kami sebagai pasukan Kalajengking Merah"
"kami tidak akan pergi kemana-mana"
"anda adalah orang yang diakui oleh guru kami"
"izinkan kami mengabdi kepada anda dan menjadi pasukan anda pendekar muda"
"bantu kami menebus semua dosa yang telah kami buat"
Ucap salah seorang pasukan Kalajengking Merah yang bernama Shan Jae sambil berlutut dan di ikuti oleh teman-temannya yang lain.
Melihat kepribadian dan ketulusan Inyoko membuat semua orang menjadi sangat kagum kepada nya.
tidak terkecuali sisa-sisa pasukan Kalajengking Merah.
Dewi Mata Dara yang menyaksikan kejadian itu kembali terkenang ketika pertama kali bertemu dengan Inyoko dan apa saja yang telah mereka lewati bersama.
"Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku katakan kepadamu"
"ini pertemuan pertama kita"
"tapi kau sudah membuatku dan klan karasaki sangat bangga sekali"
"kau benar-benar mewarisi kebaikan hati ayahmu Pajako"
Ucap Nionyo sambil memeluk erat tubuh cucu nya itu.
air matanya mengalir menunjukan kesedihan yang teramat dalam.
Nionyo merasakan penyesalan yang sangat besar setelah membiarkan anaknya Pajako Karasaki pergi meninggalkan tanah Bha So.
Inyoko pun merasakan kesedihan dan keharuan setelah sekian lama menganggap dirinya hanyalah manusia yang hidup sebatang kara tanpa keluarga, akhirnya menemukan tempatnya untuk kembali.
Nionyo kemudian juga berlutut dihadapan Inyoko yang diikuti oleh para sepuh suku dan anggota suku Awai dan suku Khe Tek yang lain.
"Selamat datang kami ucapkan kepada kepala suku besar Ham Pai"
Ucap orang-orang yang sedang berlutut itu.
__ADS_1
Inyoko merasa sangat kaget dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang dari kedua suku itu.
Inyoko masih tidak dapat menerimanya.
"aku bukan lah siapa-siapa"
"aku hanya lah anak yang baru kembali ke kampung halaman nya"
Ucap Inyoko.
"kau adalah anak Pajako,kepala suku besar terkuat yang pernah ada"
"tidak ada orang yang lebih kuat darimu di tanah Ham Pai ini"
"Bangsa Ham Pai hanya akan dipimpin oleh orang yang terkuat"
Jawab Nionyo.
"maafkan aku para sesepuh"
"aku tidak ingin ikut campur,akan tetapi bukankah sebaiknya masalah ini kita bicarakan terlebih dahulu dengan kepala suku dan para sepuh suku Ca Biak"
"bukankah ini terlalu mendadak"
"aku takut hal ini akan menimbulkan permasalahan baru di tanah negri timur jauh Ham Pai ini"
"apalagi tuan muda Inyoko juga baru pertama kalinya menginjak tanah Ham Pai ini"
Ucap Jendral Phe Phi sedikit menyela.
"aku juga setuju dengan pendapat jendral Phe Phi"
"aku juga belum merasa pantas untuk posisi ini"
"aku masih terlalu muda untuk ini"
"persatuan jauh lebih penting daripada sekedar kedudukan semata,ada musuh yang sangat kuat yang harus kita hadapi"
"ada baiknya kita mengikuti saran dari jendral Phe Phi"
Sambung Inyoko.
Tentu saja jawaban Inyoko itu membuat kecewa semua orang yang menginginkannya menjadi kepala suku besar bangsa Ham Pai.
akan tetapi mereka juga sangat paham dengan apa yang dimaksudkan oleh Inyoko dan jendral Phe Phi.
karena mereka semua menyadari musuh yang akan segera mereka hadapi adalah musuh yang sangat kuat Manusia Iblis Ghun Thang dan pasukannya.
__ADS_1