Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Strategi Jitu Musuh


__ADS_3

Lemparan batu besar yang mengarah kepada pasukan pelindung naga dan jendral Mha Lhum Pek itu,membuat langkah mereka yang berniat meninggalkan lembah kelok sembilan menjadi terhenti.


"Kalian pikir,semudah itu kalian akan pergi?"


"Aku Che Lek tidak akan membiarkan kalian berbuat semau kalian"


"Aku akan menjadikan kalian bagian dari mayat-mayat ini"


Ucap seorang prajurit kekaisaran Ming.


Che Lek adalah salah satu pendekar aliran tingkat tinggi aliran hitam.


Bahkan kekuatan nya bisa dikatakan tidak terlalu jauh dari jendral Men Dhi Wu.


Tapi entah karena alasan apa,pendekar setingkat Che Lek di tempatkan sebagai prajurit biasa dalam pasukan berkuda kekaisaran Ming.


Che Lek kembali melemparkan batu-batu besar yang ada disekitarnya kearah pasukan pelindung naga,kakek Gwen dan jendral Mha Lhum Pek.


Che Lek menunjukan kualitas tenaga dalam yang dimilikinya memang cukup besar.


Dengan enteng nya dia melemparkan puluhan batu-batu besar itu kearah lawan nya.


Dengan sigap kakek Gwen dan jendral Mha Lhum Pek menghancurkan batu-batu besar itu dengan pukulan tenaga dalam mereka.


Batu-batu besar itu hancur berserakan menjadi puing-puing saat terkena pukulan tenaga dalam kedua orang pesilat tangguh itu.


Jendral Mha Lhum Pek berteriak meminta pasukan pelindung naga untuk segera meninggalkan lembah kelok sembilan dan bergabung dengan pasukan lainnya didalam hutan dibalik tebing.


Jendral Mha Lhum Pek merasakan firasat buruk setelah kehadiran Che Lek dihadapan mereka.


Tanpa berpikir panjang Shan Jae mengajak semua prajurit pasukan pelindung naga bergerak meninggalkan lembah kelok sembilan.


Namun Che Lek tidak membiarkan Shan Jae dan prajurit lain nya pergi begitu saja.


Che Lek melesat cepat berusaha menghadang pasukan pelindung naga yang ingin meninggalkan lembah kelok sembilan.


Kakek Gwen mengetahui niat dari Che Lek itu, dan dengan cepat bergerak mencoba untuk menahan Che Lek dan memberikan waktu untuk pasukan pelindung naga untuk dapat pergi meninggalkan lembah kelok sembilan.


Kali ini langkah Che Lek terpaksa terhenti,karena dihadang oleh lawan yang juga cukup kuat,bahkan bisa dikatakan kemampuan kakek Gwen lebih unggul dibandingkan dirinya.


Che Lek terpaksa harus berduel langsung dengan kakek Gwen.


mereka saling bertukar beberapa jurus hingga akhirnya sebuah pukulan kakek Gwen telak mengenai Che Lek.


Che Lek terpental beberapa meter setelah terkena pukulan dari kakek Gwen tersebut.


Che Lek kemudian bangkit,dan terlihat penuh amarah.


"Aku terlalu meremehkan kalian"


"Pertarungan ini akan semakin menarik jika aku menambah kekuatan ku"


"Kekuatan yang aku dapatkan dari tuan Ghun Thang titisan raja iblis"


Teriak Che Lek.


Dan seketika tubuh Che Lek mengeluarkan aura hitam yang sangat pekat.

__ADS_1


Bahkan aura yang dikeluarkan oleh Che Lek itu membuat jendral Mha Lhum Pek dan kakek Gwen sedikit tertekan.


Sesuatu yang aneh mulai terjadi dilembah kelok sembilan.


Tanah lembah itu mulai bergetar seperti guncangan gempa.


Perlahan muncul sosok-sosok bayangan dari dalam tanah yang menyerupai wujud Che Lek.


Jurus Membangkitkan Iblis Bumi.


Che Lek menggunakan salah satu jurus terlarang yang didapatkan nya dari manusia iblis Ghun Thang.


Jurus yang hampir sama dengan energi alam milik Inyoko.


Akan tetapi jurus yang digunakan oleh Che Lek adalah jurus yang menyerap energi iblis yang ada di sekitarnya.


Kumpulan energi iblis itu kemudian berubah menjadi wujud pengguna nya.


Che Lek berhasil menciptakan tiga sosok yang menyerupai diri nya.


Kini kakek Gwen dan jendral Mha Lhum Pek harus menghadapi empat orang Che Lek secara bersamaan.


Baik kakek Gwen maupun jendral Mha Lhum Pek dapat merasakan peningkatan kekuatan energi yang dimiliki Che Lek dalam keempat wujud nya itu.


"Ini tubuh ilusi iblis"


"Pukulan biasa tidak akan bisa mengenai nya"


"Ketiga tubuh itu tidak akan bisa mati,kecuali kita berhasil melenyapkan tubuh asli penggunanya"


Kakek Gwen mencoba menjelaskan tentang kekuatan lawannya kepada jendral Mha Lhum Pek.


Terjadi pertarungan sengit antara keenam orang tersebut.


Jurus-jurus hebat dan dahsyat mereka gunakan untuk saling menjatuhkan lawannya.


Entah sudah berapa kali,baik jendral Mha Lhum Pek maupun kakek Gwen berhasil mendaratkan pukulan telak di tubuh lawannya,akan tetapi pukulan itu seperti tidak menimbulkan efek apapun pada lawan-lawan mereka itu,persis seperti apa yang tadi dijelaskan oleh kakek Gwen.


Tanpa disadari oleh kakek Gwen dan jendral Mha Lhum Pek, jendral Men Dhi Wu telah bergerak dengan seluruh sisa kekuatannya menuju tebing lembah kelok sembilan.


Ternyata taktik dan strategi penyergapan kedua milik jendral Mha Lhum Pek susah terbaca oleh jendral Men Dhi Wu.


oleh sebab itulah jendral Men Dhi Wu


hanya mengirimkan beberapa prajurit berkuda saja dan disertai dengan Che Lek.


Che Lek sendirihanya lah sebagai pengalihan dan penahan gerakan kedua orang itu.


Strategi dan siasat jendral Mha Lhum Pek kali ini benar-benar gagal dan berhasil dipecundangi oleh jendral Men Dhi Wu.


Jendral Mha Lhum Pek sendiri sudah cukup terlambat menyadari jika dirinya kini termakan oleh siasat lawan nya.


Che Lek benar-benar membuat dia dan kakek Gwen kesulitan.


Hampir semua pasukan yg dipimpin oleh jendral Men Dhi Wu telah berada diatas tebing lembah kelok sembilan.


Jendral besar kekaisaran Ming itu menoleh sesaat kebawah lembah menyaksikan Che Lek bertarung dengan kedua lawan tangguh nya itu.

__ADS_1


"Aku berharap kau tidak mati dulu jendral"


"Aku masih ingin bertarung dengan jendral cerdas sepertimu"


Bisik Men Dhi Wu memuji lawan nya.


"Aku benar-benar tidak menduga,ada ahli strategi hebat dalam pasukan musuh"


"Aku terlalu gegabah mengambil keputusan"


"Kita hanya bisa berharap teman-teman kita diatas sana mampu menahan serangan mereka"


Ucap jendral Mha Lhum Pek kepada kakek Gwen setelah menyaksikan rombongan besar pasukan musuh telah berada di atas tebing lembah kelok sembilan.


"Hahahahha"


"Kalian pasti sangat terkejut bukan"


"Ini adalah siasat dan strategi pimpinan kami"


"Jendral yang ditunjuk langsung oleh tuan Ghun Thang"


"Jendral besar Men Dhi Wu"


"Kini semua sudah terlambat"


"Semua rekan-rekan dan pasukan mu akan jadi mangsa nya"


Ucap Che Lek tertawa.


Tak ingin membuang waktu jendral Mha Lhum Pek dan kakek Gwen bergerak serentak mengahadapi Che Lek dan tubuh ilusinya.


Mha Lhum Pek terlihat sangat tergesa-gesa, sehingga membuat serangannya dengan mudah dipatahkan oleh Che Lek,bahkan Che Lek berhasil membuat jendral besar dinasti Juryan itu terluka,dan berbalik terdesak.


Hampir saja jendral Mha Lhum Pek berada dalam bahaya,ketika dirinya mendapatkan serangan beruntun dari Che Lek.


Untung saja kakek Gwen dengan cepat dapat membaca situasi pertarungan,dan melesat cepat menyelamatkan nya.


------++++---------++++----------++++--------++++-------


**Kepada semua pembaca CPN terimakasih telah mendukung CPN.


Apa yang telah CPN capai hari ini tidak lepas dari kontribusi yang sangat besar dari semua pembaca yang masih tetap mendukung Karya ini.


Kami menyadari banyak yang masih harus kami perbaiki dari karya kami ini.


Kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik buat semua pembaca.


Sekali lagi kami ucapkan terimakasih yang tidak terhingga buat kita semua.


Tetap semangat.


Terus berbagi kebahagiaan dan kegembiraan.


Selalu jaga kesehatan.


Dan jangan narkoba.

__ADS_1


Wassalam**.


__ADS_2