
Dua orang kawanan manusia gunung yang lain mendekati temannya yang sedang kesakitan itu.
Mereka memperhatikan kesekitarnya untuk memastikan keadaan.
Hanya dalam sekejap mata kedua manusia gunung itu tumbang dan jatuh ketanah tanpa menyadari apa yang sedang terjadi.
Kedua manusia gunung itu pingsan dan membuat panik teman-temannya yang lain.
Inyoko duduk dan bangkit dari tidurnya membuat semua kawanan manusia gunung tersebut menjadi sangat terkejut.
Inyoko hanya mengandalkan kekuatan energi alam dan membuat macan-macan gunung yang sempat menjadi garang setelah melihat Inyoko menjadi tunduk dan terdiam.
Manusia gunung yang lain bersiap menyerang Inyoko dengan segala macam senjata yang ada ditangan mereka.
Inyoko tidak menggunakan aura energi tiga dewa penguasa bumi dan hanya menggunakan tenaga dalam murni dan kekuatan aura energi alam untuk menghadapi para manusia gunung yang terlihat begitu marah.
Inyoko begitu yakin mampu menghadapi para manusia gunung yang berjumlah belasan orang itu tanpa menggangu tidur teman-temannya.
Hujan turun semakin deras tiba-tiba angin berhembus kencang membuat api unggun didalam goa itu menjadi padam.
Suasana menjadi sangat gelap,membuat para manusia gunung semakin sulit untuk melihat.
Satu persatu manusia gunung jatuh tidak sadarkan diri tanpa sempat mengetahui jenis dan arah datangnya serangan Inyoko.
Dalam waktu singkat Inyoko berhasil menjatuhkan para manusia gunung tersebut.
Pagi mulai menjelang,sinar matahari mulai masuk menembus bagian dalam goa,membuat Mai Chen dan para gadis terjaga,mereka tidak menemukan keberadaan Inyoko didalam goa itu.
Mai Chen dan ketiga gadis dikagetkan oleh suara tawa yang berasal dari luar goa.
Dengan hati-hati dan waspada mereka mulai berjalan dan mengintip situasi diluar goa.
Inyoko tengah duduk dan menyantap buah-buahan segar bersama beberapa orang yang berpakaian unik sambil bercanda dan tertawa.
Inyoko dikelilingi oleh beberapa ekor macan gunung yang terlihat nyaman berada didekatnya.
"Hei saudara Chen,kalian sudah bangun"
__ADS_1
"Sebaiknya kalian cuci muka terlebih dahulu, kemudian bergabung disini sambil menyantap sarapan pagi buah-buahan segar dari saudara-saudara manusia gunung"
Sapa Inyoko ketika melihat sosok Mai Chen yang sedang mengintip dari dalam goa.
Mai Chen dan para gadis keluar dari goa dan menunjukan sosoknya dihadapan Inyoko dan kelompok manusia gunung.
Manusia gunung menatap tajam kearah putri Koa dan membuat putri Koa merasa sedikit kurang nyaman.
Inyoko merasa ada sesuatu antara kelompok manusia gunung dan putri Koa.
"Saudara-saudaraku manusia gunung sekalian,mengapa kalian begitu tertarik dengan salah seorang temanku ini"
"Kalian tidak berniat jahat kepadanya bukan?"
"Untuk kalian ketahui gadis itu memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat daripada aku"
Ucap Inyoko kepada para manusia gunung sekaligus mencari informasi apa yang sebenarnya diinginkan oleh manusia gunung dari putri Koa.
Tentu saja keterangan singkat Inyoko barusan membuat kelompok manusia gunung sedikit menjadi ciut dan menundukkan kepala mereka,karena mempercayai perkataan Inyoko tentang kekuatan putri Koa.
"Dia memiliki pusaka dewa pelindung hutan ini"
"Sejak kalian terbang bersama rajawali raksasa memasuki kawasan hutan ini, kami terus mengikuti kalian,karena beberapa orang manusia gunung yang menjaga perbatasan hutan melaporkan melihat kalung dewi kami ada bersama kalian"
Ucap salah seorang manusia gunung yang bernama Kok Satang.
Kok Satang adalah pemimpin dari para manusia gunung.
Kok Satang mulai menceritakan sejarah dan silsilah dalam kehidupan manusia gunung.
Dalam penjelasannya Kok Satang menceritakan tentang sosok dewi ular pelindung suci yang sudah disembah oleh manusia gunung secara turun temurun.
Menurut leluhur mereka dewi ular lah yang menjadi cikal bakal lahirnya manusia gunung.
Dimasa lalu saat perang besar antara kekuatan raja iblis dan para pertapa suci,banyak menelan korban baik itu bangsa manusia maupun bangsa siluman.
Mereka yang tidak sanggup bertahan dalam perang besar itu memilih pergi ke wilayah selatan yang tidak terkena dampak perang.
__ADS_1
Setelah cukup banyak pelarian yang mendiami hutan kawasan selatan termasuk sisa-sisa pengikut raja iblis setelah dikalahkan oleh pertapa naga atau mereka sebut dengan pertapa suci,perebutan wilayah bukanlah menjadi hal yang aneh.
Manusia gunung adalah kelompok manusia yang paling lemah diantara para pelarian tersebut,sehingga selalu ditindas oleh orang-orang atau kelompok siluman lainnya.
Hingga akhirnya pertapa suci bersama pertapa ular hijau yang mereka sebut sebagai dewi ular memasuki wilayah selatan untuk mencari dan membinasakan sisa-sisa kekuatan iblis.
Dalam perjalanan dan pencariannya pertapa suci dan dewi ular bertemu dengan para manusia-manusia gunung.
Dewi ular merasa sangat kasihan melihat nasib mereka dan meminta izin kepada pertapa naga untuk tinggal sementara ditempat itu untuk melindungi dan mengajari para manusia gunung agar dapat bertahan hidup.
Dewi ular tinggal bersama manusia gunung selama beberapa tahun,mengajarkan banyak hal dan selalu melindungi mereka dari ancaman-ancaman para pengganggu.
Dewi ular meninggalkan salah satu permata ular hijau miliknya kepada manusia gunung,agar bila suatu saat mereka berada dalam bahaya,mereka dapat memanggil dewi ular dengan bantuan permata itu.
Batu permata ular hijau itu diletakkan didalam kuil suci manusia gunung dan dianggap sebagai benda paling berharga manusia gunung.
Hampir berabad-abad lamanya dewi ular selalu datang ketika manusia gunung membutuhkan perlindungannya.
Mereka merasa sangat putus asa,karena kekuatan disekitar wilayah selatan terus mengancam keberadaan mereka.
Oleh sebab itulah,saat mereka melihat putri Koa menggenakan kalung dengan permata hijau yang sama dengan permata hijau yang mereka letakkan di kuil suci,penuh dengan rasa penasaran.
"Maafkan leluhurku jika memilki kesalahan kepada kalian semua"
"Sekarang aku baru mengerti mengapa saat kalung ini diberikan kepadaku salah satu batu permata nya sudah tidak ada lagi"
"Dan kini sudah dua batu permata dikalung ini yang terlepas,satu bersama kalian dan satu lagi aku berikan kepada tuan Inyoko"
"Kemampuan yang aku miliki masih jauh dibawah leluhurku"
"Aku tidak dapat merasakan keberadaan batu permata hijau yang ada bersama kalian karena jarak kita yang sangat jauh, kekuatanku tidak cukup untuk merasakannya"
Jelas putri Koa dihadapan semua orang.
Awalnya tidak ada satupun para manusia gunung yang percaya dengan penjelasan putri Koa tersebut,bagi mereka putri Koa mendapatkan kalung itu dengan mencurinya atau sesuatu yang buruk telah terjadi pada dewi ular yang mereka sembah.
Hingga Akhirnya putri Koa merubah wujudnya menjadi sosok ular hijau raksasa persis seperti sosok dewi ular yang selalu disembah oleh manusia gunung.
__ADS_1
Sontak saja seluruh manusia gunung sangat terkejut melihat sosok putri Koa yang berubah wujud itu,dengan kompak mereka berlutut menyembah putri Koa dalam wujud ular hijau tersebut.