
pria tua itu sadar dengan kemampuan inyoko,sehingga mustahil rasa nya inyoko bisa sampai kepuncak gunung salju abadi.
"baiklah apapun syarat dan tantangan yang kau berikan aku siap menerimanya"
"bahkan menghadapi dewa maut sekalipun,aku tidak akan mundur sedikitpun"
inyoko menjawab tantangan pria tua itu.
"sebelum kita memulai nya aku ingin tau siapa namamu anak muda ??"
"agar aku bisa membuatkan batu nisan untuk mu"
"dan kau bisa memanggilku gwen"
pria tua itu berkata dengan senyuman yang angkuh.
"namaku inyoko, baiklah kakek gwen sekarang bisa kita mulai"
"satu lagi,aku tidak berniat menjadi mayat yang akan kau makamkan"
"jadi simpan saja nisan itu untuk orang lain"
inyoko menjawab kakek gwen dengan sombong.
tanpa basa basi kakek gwen maju menyerang inyoko,sebuah pukulan telak mengenai bagian perut inyoko.
sontak saja setelah terkena pukulan itu,mulut inyoko mengeluarkan darah segar.
"hahahahaha,cuma ini saja ?"
"bahkan berandalan kota naga yang sering memukulku, punya pukulan lebih baik dari ini"
"hahahaha .. aku lupa,kalau yang memukul ku kali ini hanya kakek-kakek"
"aku ingin kau lanjutkan yang kedua"
inyoko berkata.
inyoko sebenar nya menahan sakit yang dahsyat,sambil tersenyum.
kakek gwen terlihat sedikit kesal, dengan cepat kakek gwen kembali menyerang inyoko, kali ini sebuah pukulan lebih kuat dari sebelum nya,kembali mengenai perut inyoko,kemudian beruntun kakek gwen mendaratkan pukulan tapak nya,dengan sedikit tenaga dalam kepunggung inyoko.
dua pukulan beruntun itu membuat inyoko tersungkur ke tanah.
dengan cepat inyoko mencoba untuk bangkit kembali,inyoko merasa tubuhnya yang benar-benar hancur,akibat tiga pukulan beruntun dari kakek gwen.
sambil menahan sakit dan tubuh yang bergetar,inyoko berdiri dihadapan kakek gwen,dan berkata
"hari ini aku lulus kakek,aku sudah boleh naik ketingkat dua gunung salju abadi"
"besok pagi aku akan naik lagi ketingkat tiga gunung ini"
"apa katamu??"
" apa pukulan ku membuat mu tidak waras anak muda "
"syarat nya tiga ujian untuk naik tiap tingkat gunung ini"
"aku baru memberikan dua ujian"
"atau kau akan menyerah sekarang,dan kembali ketempat asalmu"
"hahahah"
kakek gwen terlihat sombong.
dengan bibir gemetar inyoko menjawab,
__ADS_1
"hahahahahhah"
"kau sudah pikun kakek tua"
"serangan mu yang terakhir,kau memukul dua kali."
"artinya aku sudah kau pukul tiga kali kakek gwen.."
setelah bicara seperti itu inyoko langsung tumbang dan pingsan.
kakek gwen hanya bisa terdiam,dan menahan kesal dalam hati karena merasa dikerjai inyoko.
kemudian terlihat senyuman dibibir kakek gwen.
"hmmmm bocah ini"
"apa yang kau ingin kan dari bocah ini ho ?"
"mengapa kau mengirimkan nya padaku"
kakek gwen berbisik dalam hati.
tak lama kakek gwen mengangkat tubuh inyoko dan menyandarkan nya pada dinding gua.
terlihat cahaya berwarna kuning muncul dari telapak tangan kakek gwen yang dipenuhi dengan tenaga dalam.
kakek gwen menempel kan tapak nya pada dada inyoko.
inyoko tidak menyadari jika kakek gwen menyalurkan tenaga dalam nya untuk membantu inyoko kembali pulih.
esok hari cahaya matahari pagi masuk sampai kedalam gua,tempat inyoko yang masih tidak sadar diri.
kakek gwen mendekat ke arah gwen,menyiram wajah inyoko dengan air,
"hai bocah sombong sampai kapan kau tertidur seperti bayi ??"
inyoko terkejut dan bangkit dari tidur nya.
"sudah aku katakan padamu kakek aku tidak akan mundur"
"baiklah sekarang kita mu....lai "
(kriuuk...kriuuk..)
belum selesai berbicara suara perut inyoko menghentikan nya untuk melanjutkan perkataan nya.
kakek gwen tertawa sangat senang,melihat kejadian itu.
"kau yakin kita mulai sekarang bocah?"
"kau pikir aku akan mundur kakek ??"
"aku siiii...(kriuuuuuk...kriuuuuk)
suara lapar dari perut inyoko terdengar semakin kuat.
kakek gwen kembali tertawa.
"aku tidak ingin membunuh orang yang sedang lapar"
"sekarang ikut aku"
"karena kau sudah boleh naik ketingkat kedua,kita akan kesana sekarang"
"ada sebuah telaga diatas sana"
"kau dapat mencari ikan untuk menghilangkan laparmu"
__ADS_1
inyoko hanya diam dan terlihat sangat malu.
memang sejak sampai digua gunung salju abadi,inyoko belum memakan apapun.
sehingga pagi ini perut nya terasa sangat lapar.
inyoko mengikuti kakek gwen dari belakang,mereka akan naik ke tingkat kedua gunung salju abadi.
mereka menaiki tingkat kedua gunung salju abadi melalui jalan yang ada didalam gua.
jalan didalam gua itu hanya kakek gwen saja yang mengetahui nya.
tidak lama mereka pun tiba di tingkat kedua gunung salju abadi.
tempat itu dipenuhi oleh pohon bambu dan terdapat sebuah telaga disana.
Tanpa pikir panjang inyoko segera membuka pakaian nya,dan menceburkan diri kedalam telaga.entah sudah berapa lama pemuda itu tidak merasakan segar airnya menyentuh tubuh nya.
sesekali inyoko menyelamkan tubuh nya ke dasar telaga.
"inyoko !!!!"
"sudah cepat,tangkap saja ikan untuk kau makan dan keluar dari telaga itu"
kakek gwen berteriak kepada inyoko.
inyoko belum sempat mendengar perintah kakek gwen, tiba-tiba air telaga menjadi bergelombang dan menenggelamkan inyoko,
dengan sekuat tenaga inyoko mencoba muncul kepermukaan air,dan segera menuju pinggir telaga.
ketika berdiri di pinggir telaga, tiba-tiba muncul sosok ular warna merah berukuran raksasa dibelakangnya, ular itu sepertinya akan memangsa inyoko.
beruntung dengan cepat kakek gwen dengan jurus meringankan tubuh nya sudah berada dibelakang inyoko,dengan segera kakek gwen menyabetkan pedang pada tubuh ular merah itu.ular itu mundur beberapa meter dari tempatnya.
Kakek gwen segera menarik inyoko menjauhi telaga.
"dasar bocah sialan kau"
kakek gwen mengumpat
"aaa ... apaaa itu kakek tua ?"
"mengapa ada ular seukuran itu?"
inyoko bertanya dengan tubuh gemetar dan penuh ketakutan.
tak pernah dia bayangkan akan melihat ular ukuran raksasa itu.semua terasa seperti tak nyata bagi nya.
masih dalam keadaan terperangah akan apa yang baru saja dilihat nya, tiba-tiba sebuah pukulan mendarat dikepalanya.
"apa yang kau lamunkan bocah?"
"sekarang kau sudah tau gunung salju abadi itu seperti apa"
"ini bukan tempat yang pantas untuk kau jadikan tujuan"
"dan kini kau telah mengusik ketenangan gunjek sang monster agung penjaga telaga bambu ini"
kakek gwen menjelaskan kepada inyoko.
ular raksasa itu bernama gunjek sang monster agung,salah satu ular legenda yang sudah ribuan tahun menjaga tingkat kedua gunung salju abadi.
banyak pendekar yang telah menjadi korban kebuasan ular raksasa itu.
konon dasar terdalam telaga bambu dipenuhi dengan tengkorak-tengkorak manusia yang sudah menjadi mangsanya.
kakek gwen lalu meninggalkan inyoko yang masih ketakutan dan segera menuju kearah ular raksasa itu dengan cepat.
__ADS_1