Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Meninggalkan Gunung Salju Abadi


__ADS_3

Mereka berencana memakai pengaruh tetua ho di dunia persilatan untuk menyebarkan berita ini kepada kelompok sekte aliran putih.


agar mereka bisa mencegah bencana yang akan datang seiring dengan fenomena yang terjadi pada pohon mata dewa iblis.


"kami berdua akan ikut dengan mu bocah"


kakek gwen memulai percakapan


"benarkah begitu?"


"aku pasti sangat senang karena ada yang menemani perjalanan ku kembali, ketempat tetua ho berada"


"tapi bagaimana dengan gunung salju abadi ini?"


inyoko bertanya kepada dua orang sepuh dihadapan nya itu.


dewi mata dara mengambil sebuah jarum dibalik jepit rambut nya.


dalam sekejap,jarum itu berubah bentuk menjadi sebuah seruling berwarna kebiruan.


tentu saja kejadian yang seperti sihir ini membuat inyoko terperangah.


"kau tenang saja"


"gunung salju abadi ini akan tetap dijaga oleh klan pertapa ular"


kemudian dewi mata dara mulai memain kan seruling biru di tangan nya.


Alunan irama yang keluar dari seruling biru, yang ditiup dewi mata dara dengan tenaga dalam itu,sungguh merdu sekali.


membuat yang mendengar nya merasakan kenyamanan yang luar biasa seperti di bawa terbang ke alam mimpi.


tapi keadaan yang tenang dan nyaman itu tidak berlangsung lama.


suasana tempat itu langsung berubah seiring kemunculan mahluk lain.


"Kubes Monster Ular Biru"


monster ular berwarna biru berukuran raksasa,hampir seukuran dengan gunjek sang monster agung.


Monster ular biru itu terlihat menunduk dihadapan dewi mata dara.


dalam klan pertapa ular posisi dewi mata dara adalah posisi pertapa tertinggi.


sedangkan Monster ular biru ada satu tingkatan dibawah nya.


selain itu dewi mata dara adalah pertapa tertua dalam klan pertapa ular, walaupun dalam wujud manusia nya dewi mata dara terlihat seperti seumuran dengan inyoko.


"Ada apa kau memanggil ku ketempat ini dewi"


monster ular itu mulai bersuara,dan mulai merubah wujud nya menjadi wujud manusia.

__ADS_1


Kubes Monster ular biru yang berubah wujud manusia itu terlihat begitu sangar,dengan tubuh tegap dan berotot,dan memilik ciri khas sisik ular berwarna biru di pundak nya.


"aku meminta mu menjaga gunung salju abadi ini dari manusia-manusia serakah"


"Gunakan Kunci segel ini untuk membuka dunia dewa ular dan memanggil pertapa ular yang lain,jika kau dalam keadaan terdesak.


ucap dewi mata dara sambil memberikan sebuah segel dari batu giok,berbentuk kepala ular. Segel Giok Ular


Dalam klan pertapa ular hanya dewi mata dara yang mampu membuka pintu ke dunia dewa ular dan memanggil pertapa ular lain nya tanpa bantuan segel giok ular,karena kemampuannya sebagai pertapa ular terkuat.


"apa sebenarnya yang telah terjadi dewi?"


"firasatku merasakan ada hal besar yang akan terjadi"


"sehingga kau memutuskan untuk turun gunung setelah sekian lama kau berdiam diri di gunung ini"


"apa hal yang lebih penting dari gunung salju ini,sehingga kau menyerahkan nya kepadaku?"


Kubes Monster ular biru masih belum mengerti apa yang di inginkan dewi mata dara sebenarnya.


"Aku tidak bisa memberitahukan mu sekarang,karena aku juga belum bisa memastikan apa yang sebenar nya akan terjadi"


"yang terpenting saat ini gunung salju abadi aku serah kan padamu untuk kau jaga"


dewi mata dara menjawab monster ular biru.


Kubes Monster ular biru tidak berkata apa-apa lagi.


"Baiklah,sebaik nya kita tidak membuang waktu"


"Lebih baik sekarang juga kita berangkat ketempat Ho"


ucap kakek gwen.


"bocah...sebaik nya bunga mawar biru ini kau yang membawa nya"


ucap dewi mata dara pada inyoko sambil memberikan bunga mawar biru yang ada ditangan nya.


Kakek gwen memberikan sebuah tas kulit kepada inyoko,dan meminta nya untuk menyimpan bunga mawar biru di dalam tas kulit itu.


karena membawa bunga mawar biru akan mengundang perhatian manusia-manusia serakah yang ingin mendapatkan nya.


walaupun saat ini mungkin tidak ada pendekar yang memiliki kemampuan sebanding dengan kakek gwen dan dewi mata dara,tapi kakek gwen menginginkan perjalanan mereka tidak terganggu oleh keberadaan bunga mawar biru yang mereka bawa.


"Bocah !!!"


dari tempat Ho berada berapa,hari yang kau butuh kan untuk sampai ketempat ini?"


kakek gwen bertanya


Inyoko mulai mengingat dan menjawab

__ADS_1


"4 hari kakek"


"perjalanan panjang dan sangat melelahkan"


"Baiklah.."


"kita akan menempuh nya dalam waktu 2 hari"


"kau harus bisa mengikuti kami atau kau akan ketinggalan jauh"


"dan gurumu si Ho tidak dapat kau selamat kan"


balas Kakek gwen.


"tapi aku bukan pendekar hebat seperti kalian"


" mungkin bagi kalian ini perjalanan mudah karena ilmu yang kalian miliki"


"tapi ya sudahlah..."


"aku akan berusaha untuk dapat mengikuti kalian"


ucap inyoko.


"hahahahahah"


"kau sungguh jahat pak tua"


"mengapa tidak langsung saja kau habisi bocah ini"


"dari pada menuruti permintaanmu"


"kau mengetahui nya bukan?"


"kalau bocah ini tidak punya Ilmu apa-apa.


"kecepatan ilmu meringankan tubuh mu tidak ada banding nya di dunia persilatan"


"aku masih ingat salaha satu jukukan mu pak tua "Pendekar Langkah Dewa".


Dewi mata dara mencairkan suasana sebelum mereka memulai perjanan.


"baiklah untuk setengah hari ini selama perjalanan aku akan mengajarimu jurus dasar dari jurus langkah dewa"


"lewat setengah hari kau belum bisa menguasai nya,kau akan benar-benar kutinggalkan"


ucap kakek gwen kepada inyoko.


ketiga orang itu memulai perjalanannya menuju tempat tetua ho berada.


dan sebelum berangkat mereka berpamitan kepada kubes Monster ular biru dan menitipkan gunung salju abadi pada nya.

__ADS_1


__ADS_2