
Pagi hari saat matahari mulai terbit,didepan penginapan Kakek Gwen,Kha Chan,Mai Chen dan Inyoko terlihat bersiap-siap untuk melakukan perjalanan menuju Hutan Kabut untuk menumpas Monster Kelabang yang selama ini telah meneror desa itu.
"Fan Ning dan Wa Dehn,kalian tunggu lah kami disini,jika kami tidak kembali,besok pagi kalian kembali lah ke tempat murid ku Ho"
Ucap Kakek Gwen berpesan pada dua orang wanita itu.
Kedua orang perempuan itu tidak menjawab permintaan kakek Gwen,mereka hanya mengangguk pelan sebagai pertanda mereka akan mengikuti semua pesan dari Sepuh Pertapa itu.
"Kakak"
"jaga dirimu baik-baik"
"aku akan menunggumu disini"
Ucap Fan Ning kepada Inyoko dengan tatapan sedih.
Ke empat orang itu akhir nya berangkat dan meninggalkan penginapan itu serya menitipkan Fan Ning dan putri Wa Dehn pada pemilik penginapan.
Ketika telah berada di luar desa itu Kakek Gwen meminta mereka semua untuk berhenti.
"Inyoko ini saat nya kau meminta bantuan teman mu Harimau Putih dan Rajawali Dewa Perang"
Ucap Kakek Gwen yang membuat semua orang sangat terkejut,apalagi Kha Chan yang tidak tahu apa-apa tentang kedua mahkluk pertapa itu.
"Rajawali Dewa Perang mungkin dapat aku panggil untuk datang kemari,akan tetapi Harimau Putih...."
"bukankah saat itu aku dalam keadaan tidak sadarkan diri dan kalian meninggalkan nya di Hutan tempat pertempuran dengan Serigala Iblis Neraka "
Balas Inyoko.
"Hmmmmmm"
"Aku melihat Kau dan Harimau Putih itu telah memiliki hubungan bathin yang cukup kuat"
"Gunakan hati mu dan biarkan mahkluk itu menemukan jalan nya menuju tempat keberadaan mu"
Ucap Kakek Gwen.
Inyoko kemudian mengelus cincin hitam di jari nya.
Cincin Jantung Rajawali,sebuah benda yang terhubung dengan Rajawali Dewa Perang.
tidak butuh waktu yang lama Rajawali itu muncul dan terlihat terbang diatas kepala mereka,sebelum turun bertemu dengan Inyoko.
"ternyata kau masih mengingatku bocah"
"aku pikir kau sudah melupakanku,dan menganggap aku tidak ada"
Ucap Rajawali Dewa Perang menyapa Inyoko.
Kha Chan adalah orang yang paling terkejut melihat kehadiran sosok Rajawali raksasa itu.Karena ini pertama kalinya dia melihat Rajawali dengan ukuran tubuh yang sangat besar, ditambah lagi Makhluk itu dapat berbicara seperti manusia.
Tubuh Kha Chan bergetar hebat dan berkeringat.
Kha Chan mulai merasa penasaran dengan sosok Inyoko.
"Sepertinya kalian sedang menghadapi masalah"
"katakan padaku apa yang bisa aku lakukan"
Ucap Rajawali Dewa Perang kembali.
"Sabarlah...."
__ADS_1
"sebentar lagi rekan mu yang lain juga akan datang"
"kita akan membasmi monster kelabang yang ada didalam hutan itu"
Kakek Gwen menjelaskan sambil menunjuk ke arah hutan yang telah terlihat dari tempat mereka berada.
"Aku menunggu Harimau Putih"
"tapi aku tidak tahu bagaimana caranya agar aku bisa memanggilnya ketempat ini"
Jawab Inyoko Lemas.
"Plaaaaaak.....Plaaaaaak"
suara kepala Inyoko mendapatkan pukulan dari paruh Rajawali Dewa Perang.
"Apa benar Harimau itu memilih orang bodoh seperti mu sebagai tuan nya ?"
"ternyata kami telah benar-benar salah memilih manusia sebagai majikan"
"Kalian semua naiklah ke punggungku,dan Kau bocah,aku ingin kau bermeditasi selama aku terbang"
"gunakan jiwa murni mu dan temukan dimana Harimau Putih mu itu berada"
Ucap Rajawali Dewa Perang memberi petunjuk.
Ke empat orang itu akhir nya naik kepunggung Rajawali itu dan kemudian Rajawali itu mulai membawa mereka menuju Hutan Kabut.
sementara Inyoko mulai melakukan meditasi diatas punggung Rajawali yang sedang terbang itu.
Dalam meditasi nya Inyoko memasuki sebuah dimensi terdalam yang ada dalam alam pikirannya.
Inyoko seperti melintasi waktu kembali tergambar saat-saat pertemuan dan kebersamaan singkat nya dengan Harimau Putih.
dalam kegelapan dan keheningan itu tiba-tiba terdengar suara.
"Tuan aku menunggu mu"
"mengapa begitu lama kau menemukan ku"
Suara itu hilang bersamaan dengan munculnya wujud Harimau Putih dalam dimensi pikiran Inyoko.
Inyoko kemudian mendekati mahkluk itu,kemudian mengelus kepala Harimau Putih itu.
"Maafkan aku Teman"
"kini aku datang,dan ingin kau ikut bersama ku"
Ucap Inyoko.
"Aku tidak akan pernah bisa mengikutimu"
"meskipun aku telah memilihmu sebagai tuan ku"
"oleh sebab itu aku tidak pernah bisa keluar dari hutan tempat pertama kita bertemu"
"aku masih terikat oleh sebuah segel yang di tanamkan oleh tuanku sebelumnya pada bagian dada ku"
Lanjut Harimau Putih itu sambil memperlihatkan sebuah segel mantra yang terlihat bersinar pada bagian dadanya.
"Bagaimana caraku melepaskan segel itu darimu?"
Inyoko bertanya pada Harimau Putih itu.
__ADS_1
"Kau akan menemukan jalan nya dengan caramu sendiri"
"semua nya kini tergantung padamu"
Harimau Putih itu menjelaskan
Inyoko duduk bersemedi dalam dimensi alam pikiran nya.
Inyoko mulai mengumpulkan Hawa Energi miliknya.
Aura merah keluar dari tubuh nya, begitu juga pada tubuh nya di alam nyata.
Kakek Gwen tersenyum melihat tubuh nyata Inyoko yang mengeluarkan aura merah itu.
"Bocah itu sedang bertarung saat ini"
"Bocah ini semakin menarik perhatianku"
Ucap Kakek Gwen.
Mai Chen dan Kha Chan masih tidak mengerti apa maksud ucapan dari Kakek Gwen.
Benar saja,sesudah mengeluarkan aura merah miliknya Inyoko melesat ke arah Harimau Putih.
Harimau Putih itu mengaum dengan keras.
Seketika wujudnya sedikit berubah,ketika muncul tanduk pada bagian kepala nya,mata nya berubah menjadi merah.
belum sempat mendekati segel itu Inyoko terkena hantaman keras dari Harimau Putih itu.
"Sepertinya tuan mu sebelumnya tidak ingin kau dengan mudah memiliki penggantinya"
"tapi aku berjanji akan membebaskan mu"
"tunggu aku Harimau Putih"
Teriak Inyoko.
Inyoko kembali maju menerjang dengan hawa energi yang lebih besar.
Harimau Putih tidak membiarkan Inyoko menyerang begitu saja,Harimau itu mengeluarkan aura energi miliknya.
membuat tubuh Inyoko terpental.
Kini giliran Harimau Putih itu yang menyerang Inyoko yang masih belum sempat bangkit setelah terkena hantaman energi Harimau Putih itu.
Harimau Putih itu melompat dengan kuku tajam nya yang siap merobek tubuh Inyoko.
Inyoko sedikit terlambat menghindar,akibatnya Inyoko mendapatkan luka cakaran pada bagian dada nya.
Tubuh nyata Inyoko ikut mengeluarkan darah pada sudut bibirnya.
"Sepertinya pertarungan yang sedang dilakukan bocah ini tidak mudah"
"sampai sejauh mana kau mampu bertahan,aku akan terus memperhatikanmu bocah"
Gumam Kakek Gwen melihat darah yang keluar dari mulut Inyoko.
Inyoko telah bangkit,sambil memegang luka pada bagian dada nya itu.
bertarung dengan makhluk lain di dimensi yang berbeda,bukanlah sesuatu yang baru bagi nya.
Inyoko telah melewati beberapa pertarungan dalam dimensi lain seperti saat menghadapi Wujud Gelap Gunjek Sang Monster Agung,Serigala Iblis Neraka,Golok Pusaka Naga dan Rajawali Dewa Perang.
__ADS_1