
Walaupun harimau putih itu pernah berniat membunuh nya,dan inyoko lah yang mengobati luka harimau putih itu.
"kita tidak punya banyak waktu"
"perjalanan ini harus segera kita lanjutkan"
dewi mata dara menyela pertemuan antara inyoko dan harimau putih.
"sebaik nya kucing besar itu kau tinggal kan sementara dihutan ini"
"lain waktu kau bisa menemui nya kembali"
sambung kakek gwen
Harimau putih seakan mengerti dengan apa yang baru saja di dengar nya.
harimau putih itu mengaum keras seolah menentang perkataan kakek gwen.
dalam sekejap harimau putih itu berdiri dihadapan kakek gwen.
seperti nya harimau putih tidak menyukai keputusan yang dibuat kakek gwen.
"Tenanglah sobat"
"aku akan membawa mu serta"
"karena tempat yang kami tuju sudah tidak terlalu jauh"
inyoko mencoba meredakan amarah harimau putih itu.
"apa kau sadar bocah?"
"makhluk itu hanya akan memperlambat perjalanan kita ini"
kakek gwen melanjutkan
Setelah mendengarkan kalimat yang baru saja di ucapkan kakek gwen,harimau putih itu dengan cepat menerjang ke arah kakek gwen.
kakek gwen yang seorang pertapa harus bertahan mundur menerima terkaman dari harimau putih.
"kau benar-benar bukan binatang buas biasa"
kakek gwen bergumam kagum dengan kekuatan besar harimau putih.
"sudah hentikan sobat"
"jangan dengarkan perkataan mereka"
"kakek...dewi, jika kalian ingin berangkat lebih dulu,maka pergilah"
"aku tidak akan pernah meninggalkan teman ku"
tekad inyoko terlihat begitu kuat.
"baiklah jika itu kemauan mu bocah"
ucap kakek gwen sambil melangkah pergi dengan ilmu meringankan tubuh nya.
Pergerakan kakek gwen kemudian di ikuti oleh dewi mata dara.
Inyoko terlihat hanya berdiri terpaku,melihat kedua pertapa itu mulai pergi menjauh.
"Baiklah teman mari kita berangkat"
ucap inyoko sambil membelai kepala harimau putih itu.
Harimau putih itu tidak terlihat akan mengikuti perkataan inyoko.
hewan itu hanya berputar-putar pelan mengelilingi inyoko.
tiba-tiba saat berada dibelakang inyoko harimau putih itu menyeruduk inyoko.
inyoko merasa kaget luar biasa.
kini tubuh inyoko sudah berada diatas punggung harimau itu.
Harimau putih itu mengaum keras,dan mulai berlari kencang.
kecepatan harimau putih itu berlari melebihi kecepatan ilmu meringankan tubuh yang sudah dikuasai oleh inyoko.
__ADS_1
Beberapa saat berlari Harimau putih dan inyoko kini sudah berada tepat dibawah kakek gwen dan dewi mata dara.
"kakek...dewi..."
ucap inyoko sambil melambaikan tangan keatas ke arah kakek gwen dan dewi mata dara.
Kedua pertapa itu melihat kebawah ke arah inyoko dan harimau putih.
kakek gwen dan dewi mata dara tidak dapat menyembunyikan keterkejutan mereka, melihat kecepatan yang ditunjukan oleh hewan pertapa itu.
"kau memang bocah spesial"
"teruslah berkembang"
kakek gwen berkata dalam hati.
sementara dewi mata dara terlihat hanya tersenyum tipis sambil memandang ke arah inyoko.
Harimau putih yang membawa inyoko terus berlari cepat,mengimbangi kecepatan ilmu meringankan tubuh yang dimiliki dua pertapa yang berada di atas nya.
Setelah beberapa lama,mulai terdengar suara riuh aliran air sungai.
"kakek...dewi.."
"didepan sana ada sebuah sungai"
"disana lah tetua ho menunggu ku"
"apakah kalian bisa melihatnya dari atas sana.
inyoko berteriak kepada kakek gwen dan dewi mata dara.
Tak lama sesudah nya inyoko, harimau putih kakek gwen dan dewi mata dara sampai di pinggir sungai ,tempat tetua ho berada.
perhatian mereka tertuju pada satu sosok "tetua ho !!!"
terlihat tetua ho sedang asyik nya duduk dipinggir sungai sambil memancing ikan menggunakan pancing bambu.
Inyoko yang telah kembali dan melihat tetua ho mulai terharu,dan matanya terlihat mulai berkaca-kaca.
"tetua...."
Tetua ho memalingkan wajah nya dan tersenyum menyambut inyoko.
inyoko memeluk erat tubuh tetua ho.
"akhir nya kau berhasil kembali nak"
ucap tetua ho.
inyoko kemudian langsung mengeluarkan bunga mawar biru dari dalam tas kulit nya.
"kakek kau akan segera sembuh"
"aku inyoko karasaki akan terus melayani mu"
ucap inyoko penuh haru.
tetua ho meraih bunga mawar biru yang diberikan oleh inyoko.
"seperti yang sudah kuduga,selain berhasil membawa kan bunga mawar biru,kau juga membawakan oleh-oleh yang begitu berharga nak"
ucap tetua ho sambil melirik kearah kakek gwen,dewi mata dara dan harimau putih.
"aku yakin kau mampu membuat sepuh pertapa ini turun gunung"
"dan satu lagi hewan ini sepertinya punya kekuatan luar biasa"
sambung tetua ho.
"lama tidak bertemu murid ku Ho.."
"kau terlihat semakin tua sekarang"
"ku kembalikan pedang ini padamu"
ucap kakek gwen sambil melempar sebuah pedang yang dulu dibawa inyoko dalam perjalanan menuju gunung salju abadi.
"apa kau masih mengingatku bocah nakal?"
__ADS_1
sambung dewi mata dara
Inyoko terlihat kebingungan menyaksikan ketiga orang tua itu ternyata sudah saling mengenal.
"nak..."
"sekarang kau makan lah bunga mawar biru ini"
ucap tetua ho.
inyoko merasa aneh dan kaget mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh tetua ho.
"tapi tetua..."
"bukan kah kau sangat memerlukan bunga ini untuk luka dan penyakitmu"
ucap inyoko penuh kebingungan.
"tidak inyoko"
"bukan aku yang sakit dan terluka,tapi kau"
jawab tetua ho.
"tapi aku baik-baik saja tetua"
balas inyoko.
"apa kau ingat?"
"aku pernah berkata aliran energi mu seperti nya tersumbat"
"waktu itu aku tidak sepenuh nya bisa membuka sumbatan aliran energi mu"
"karena ada sesuatu yang berbeda dengan aliran energi yang kau miliki"
"oleh karena itu aku meminta mu pergi ke gunung salju abadi menemui guruku"
"karena menurutku ditempat itu aliran energi mu akan terbuka sepenuh nya, tentu saja dengan bantuan guruku,sang pertapa gwen"
tetua ho menjelaskan semuanya kepada inyoko.
"jadi......"
"selama ini kau menipuku?"
"kau membuatku terus berada dalam bahaya selama melakukan perjalanan ini"
"dasar orang tua licik"
jawab inyoko terlihat kesal.
"kau harus mengerti dan paham dengan maksud si ho ini kepadamu bocah"
"sekarang makan lah bunga mawar biru itu"
kakek gwen memotong pembicaraan antara inyoko dan tetua ho.
"kau benar ho"
"bocah ini memiliki aliran energi yang spesial"
"bahkan bocah ini sempat dirasuki oleh aura merah pertapa naga"
"selain itu pusaka naga kini telah tercabut dari tempatnya"
"dan bocah ini yang telah melakukannya, meskipun dia sendiri tidak pernah menyadarinya.
sambung dewi mata dara.
tetua ho tentu sangat terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya dari dewi mata dara.
tetua ho sadar betul dengan kekuatan terpendam yang dimiliki oleh inyoko,tapi semua yang dialami oleh inyoko sungguh sesuatu yang jauh dari bayangan tetua ho.
"saat bersamaan dengan munculnya aura merah pertapa naga,dan dicabutnya pedang pusaka naga oleh murid mu ini,pohon mata dewa iblis yang berada dipuncak gunung salju abadi tiba-tiba berbuah dan tumbuh daun nya.
Tetua ho seperti tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh guru nya kakek gwen.
tapi tetua ho paham betul bencana apa yang akan terjadi dengan pertanda yang diberikan oleh pohon mata dewa iblis.
__ADS_1