
Ketiga orang itu memulai perjalanannya menuju tempat tetua ho berada.
dan sebelum berangkat mereka berpamitan kepada kubes Monster ular biru dan menitipkan gunung salju abadi pada nya.
Sepanjang perjalanan kakek gwen menjabarkan tentang dasar jurus meringankan tubuh langkah dewa kepada inyoko.
Entah mengapa sejak dirinya dirasuki oleh aura merah pertapa,inyoko lebih mudah mencerna dan mengingat sesuatu.
termasuk apa yang sedang diajarkan oleh kakek gwen.
hanya dalam tiga jam saja inyoko sudah dapat mengerti dan paham teknik dasar ilmu langkah dewa.
Inyoko berniat mempraktek kan teori yang sudah didapatkan nya.
inyoko mulai mengatur aliran energi dalam tubuh nya.
sesuatu yang belum pernah dilakukan inyoko sebelum nya.
tapi berkat latihan memfokuskan pikiran yang didapat nya dari tetua ho,inyoko sudah dapat mengatur aliran energi yang ada dalam tubuh nya.
Setelah mengatur aliran energi dalam tubuh nya,inyoko mulai mengatur pernapasan nya.
karena menurut penjabaran kakek gwen teknik dasar ilmu meringankan tubuh langkah dewa bersumber dari pengaturan aliran energi dan pernapasan tubuh.
merasa telah menguasai kedua nya inyoko mulai bergerak mengikuti teori yang sudah dijelaskan oleh kakek gwen.
kakek gwen dan dewi mata dara terpana dengan kemampuan inyoko yang dengan cepat dapat mempelajari ilmu meringankan tubuh terbaik itu.
meskipun yang didapatkan inyoko hanyalah sekedar teknik dasar saja.
tak jarang sesekali inyoko tersungkur saat menggunakan ilmu meringankan tubuh ini.
karena inyoko belum sepenuh nya bisa berkonsentrasi mengendalikan energi dan pernapasan nya.
tapi untuk ukuran manusia yang tidak punya kemampuan ilmu beladiri seperti inyoko ini merupakan suatu perkembangan yang sangat mengejutkan.
Seingat kakek gwen,di masa lalu dia butuh waktu sebulan untuk menguasai teknik dasar ini.
tentu saja kejadian ini membuat kakek gwen dan dewi mata dara semakin kagum dan penasaran dengan apa yang inyoko lakukan.
Belum sampai setengah hari perjalanan,inyoko sudah sepenuh nya bisa menguasai ilmu meringankan tubuh milik kakek gwen.
"bocah...sejak kita bertemu kaku tak berhenti membuatku terkejut"
"apa kau sudah siap menerima teknik tingkat dua ilmu meringankan tubuh langkah dewa milik ku?'"
Kakek gwen memulai percakapan sambil terus melanjutkan perjalanan.
"apa?"
"jadi ilmu yang kudapatkan ini masih ada lagi tingkatan nya yang lebih tinggi?"
Inyoko balik bertanya penuh rasa penasaran.
Buat inyoko yang sebelum nya hanya lah seorang gembel dan tidak tahu apa-apa tentang ilmu beladiri,menguasai teknik dasar ilmu langkah dewa sudah merupakan suatu keajaiban dan anugerah yang luar biasa.
__ADS_1
dan kini kakek sepuh yang sedang bersama nya ini menawarkan untuk mengajarinya tingkat ilmu yang lebih tinggi lagi.
"plak..plak"
seperti biasa seperti sebelumnya kepala inyoko kembali menjadi sasaran pukulan,kali ini dewi mata dara yang melakukannya.
"mengapa orang tua yang kukenal begitu gemar memukul kepalaku"
Sontak inyoko terkejut.
"bocah kau terlalu suka melamun,dan itu sepertinya hobi mu"
"dan pukulan itu sangat pantas kau terima"
jawab dewi mata dara sambil tertawa kecil.
dalam hati nya dewi mata dara punya harapan yang begitu tinggi pada inyoko.
"sekarang fokuslah"
"dengarkan apa yang akan aku jelaskan padamu bocah"
perintah kakek gwen,dewi mata dara melihat mereka dengan tersenyum kecil.
Entah kapan terakhir kali nya dua sepuh pertapa itu pernah sedekat ini dengan manusia dari luar gunung salju abadi.
bahkan tetua ho saja menjadi murid kakek gwen,sebelum kakek gwen menjadi pertapa penjaga gunung salju abadi.
Setelah beberapa lama kakek gwen menjelaskan teori ilmu meringankan tubuh langkah dewa tingkat dua kepada inyoko.
"sekarang kau harus perhatikan apa yang akan aku lakukan"
"jadi perhatikan lah dengan baik bocah"
Pinta kakek gwen pada inyoko.
Ilmu meringankan tubuh langkah dewa tingkat dua ini berasal dari kombinasi aliran energi, teknik pernapasan dan menyatukan diri dengan alam sekitar.
ketiga teknik ini sudah dikuasai oleh inyoko.
Teknik pernapasan dan mengatur aliran energi sudah dikuasainya saat belajar teknik dasar ilmu langkah dewa,beberapa jam yang lalu.
sedangkan ilmu menyatukan diri dengan alam tak ubah nya seperti latihan menangkap ikan di sungai dengan tangan kosong dan mata tertutup saat bersama tetua ho.
Tapi saat mempraktekan teori yang diajarkan oleh kakek gwen memang bukan lah sesuatu yang mudah untuk inyoko.
Beberapa kali inyoko terjatuh dan tersungkur,tapi terlihat kecepatan nya sudah mulai berubah dari sebelum nya.
meskipun berkali-kali gagal inyoko tetap terus melakukan nya.
Dalam hati nya inyoko kembali teringat sosok tetua ho.
"dengan begini aku akan tiba lebih cepat ketempat tetua ho"
"tetua bersabarlah Inyoko Karasaki akan segera membawa bunga mawar biru ini kepadamu"
__ADS_1
bisik nya dalam hati.
"Hei Bocah,percepat langkahmu,sebentar lagi hari akan gelap"
"wilayah hutan ini bukan tempat yang tepat untuk bermalam"
kakek gwen meminta inyoko agar bergerak semakin cepat
"Tak jauh dari sini seperti nya ada kawasan hutan pinus"
"dan aku rasa tempat itu cukup tenang untuk kita beristirahat malam ini"
sambung dewi mata dara.
"Kau harus segera menyusul kami bocah,atau kau akan di mangsa hutan ini"
ucap kakek gwen pada inyoko.
Kakek gwen dan dewi mata dara segera melesat,dan meninggalkan inyoko.
Inyoko masih sibuk mempelajari tingkat kedua ilmu langkah dewa,agar bisa menyusul dua orang pertapa yang telah melesat jauh itu.
Inyoko tentu paham betul kengerian seperti apa yang akan dihadapi nya jika bermalam di hutan tempat dia melintas saat ini.
ditempat ini inyoko pernah berlari,bersembunyi dan hampir saja mati karena incaran binatang-binatang buas hutan ini,saat akan menuju gunung salju abadi.
Inyoko melupakan satu hal,saat hampir menguasai tingkat kedua ilmu langkah dewa,stamina yang dimiliki nya jelas berbeda jauh dengan dua pertapa yang sudah lebih dulu melesat itu.
Stamina nya hampir habis,inyoko tidak dapat menggunakan ilmu langkah dewa tingkat dua itu dengan sempurna,sehingga kecepatan nya pun tidak banyak berubah dari sebelum nya.
Sudah jelas inyoko tertinggal jauh dari kakek gwen dan dewi mata dara.
Akhirnya inyoko sampai di kawasan hutan pinus saat hari sudah gelap dan cukup larut.
di kejauhan inyoko melihat asap mengepul dari tengah hutan pinus itu.
inyoko segera menuju sumber asap itu.
sampai disitu terlihat kakek gwen yang sudah terlelap di dekat api unggun.
sementara dewi mata dara terlihat sedang duduk bersila di dekat nya.
"kau lama sekali bocah"
"aku pikir kau sudah tewas dimangsa hewan buas hutan itu"
"sekarang makanlah daging itu,pulihkan stamina mu"
"besok saat matahari terbit kita akan lanjutkan perjalanan kita kembali"
ucap dewi mata dara.
sambil menunjuk daging kelinci yang sedang terbakar di api unggun itu.
Tanpa ragu inyoko langsung meraih daging bakar itu,dan menyantapnya.
__ADS_1
setelah menyantap makanannya,tanpa berbicara apapun inyoko langsung merebahkan badan nya tak jauh dari tempat Kakek gwen tertidur.
Dewi mata dara tetap duduk bersila seperti orang bermeditasi.mereka beristirahat sejenak,sebelum melanjutkan perjalanan nya esok hari.