Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Energi Murni


__ADS_3

Tetua ho seperti tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh guru nya kakek gwen.


tapi tetua ho paham betul bencana apa yang akan terjadi dengan pertanda yang diberikan oleh pohon mata dewa iblis.


"Jika itu benar,maka kita tidak punya waktu banyak"


"kita semua harus segera menghubungi tokoh-tokoh aliran putih dunia persilatan"


ucap tetua ho.


"ya..kau benar,makanya aku dan dewi mata dara turun gunung,untuk meminta mu mengumpulkan para tokoh aliran putih"


"karena aku yakin kau masih cukup berpengaruh karena pernah menjadi ketua sekte pengemis suci"


sambung kakek gwen.


"ya kalian semua benar,tapi ada baiknya kita bereskan dulu masalah bocah ini"


ucap dewi mata dara sambil melirik ke arah inyoko.


"hahahahaha"


"aku hampir lupa dengan mu nak"


"sekarang dengar dan ikuti perintah ku,makan lah bunga mawar biru yang kau bawa itu"


pinta tetua ho pada inyoko.


"tetua masih bisa tertawa setelah menipu ku mentah-mentah?"


"apa untungnya bagiku,memakan bunga mawar biru ini"


jawab inyoko


kakek gwen sudah tidak sabar mendengar perdebatan antara guru dan murid itu.


dengan cepat kakek gwen melakukan teknik totokan pada inyoko.


seketika inyoko menjadi diam tak bergerak.


kemudian kakek gwen memasukan paksa bunga mawar biru itu kedalam mulut inyoko.


dengan tenaga dalam nya kakek gwen membantu inyoko mencerna bunga mawar biru itu.


Setelah beberapa saat bunga mawar biru yang sudah di cerna sempurna oleh tubuh inyoko,mulai menampakkan efek nya,khasiat bunga mawar biru yang mulai menyatu dengan tubuh inyoko mengeluarkan asap bewarna kebiruan dari pori-pori kulit inyoko.


Setelah semua khasiat bunga mawar biru itu diserap oleh tubuh inyoko,perlahan asap biru yang keluar dari pori-pori nya pun menghilang.


tubuh inyoko menjadi berkeringat hebat.


kemudian tetua ho menyentuh nadi inyoko.

__ADS_1


Tetua Ho sangat terkejut dengan apa yang dirasakan nya di nadi inyoko,


aliran energi ditubuh inyoko tidak seperti yang diharapkan tetua ho, walau pun inyoko sudah mengkonsumsi khasiat bunga mawar biru.


"masalah bocah ini sepertinya lebih rumit daripada yang kau bayangkan murid ho"


ucap kakek gwen.


tetua ho hanya mengangguk pelan,menyetujui pendapat guru nya,kakek gwen.


"sebaik nya kita bertiga mengalirkan tenaga dalam murni kita,membantu memperbaiki aliran energi bocah ini"


sambung dewi mata dara.


tanpa banyak bicara ketiga sepuh itu berdiri mengelilingi inyoko.


ketiga sepuh itu mengarah kan tapak mereka pada titik-titik vital tubuh inyoko.


kakek gwen mengalirkan energi murni nya lewat bagian kepala inyoko.


tetua ho lewat punggung inyoko sedangkan dewi mata dara mengalirkan energi murni lewat perut inyoko.


setelah lewat satu jam ketiga orang sepuh itu sudah pada posisi duduk bersila,dan mengambang di udara dengan tapak yang terus mengalirkan energi murni mereka ketitik vital tubuh inyoko.


Keringat bercucuran dari wajah ketiga sepuh tersebut,karena mengalirkan energi murni yang mereka lakukan cukup menguras tenaga dalam ketiga nya.


Saat proses penyaluran energi murni ini, sesekali tubuh inyoko mengeluarkan aura tenaga berwarna merah,mirip dengan aura merah pertapa naga yang pernah merasuki nya saat berada di gunung salju abadi.


Diantara ketiga sepuh ini bisa dibilang tetua ho yang ilmu nya paling rendah karena ilmu tetua ho belum mencapai tingkat pertapa,walaupun di dunia persilatan tetua ho adalah salah satu dari tiga pendekar yang menguasai dunia persilatan,tapi tetap saja masih bisa dikatakan belum sebanding dengan kekuatan ilmu para pertapa.


dan tetua ho sendiri sedang menjalani proses untuk menjadi pertapa itu.


Perlahan terlihat darah segar mulai keluar dari sudut bibir tetua ho.


terlihat sangat jelas tetua ho sangat kerepotan dalam mengalirkan energi murni pada inyoko.


kakek gwen dan dewi mata dara hanya bisa melihat kesulitan yang sedang dialami oleh tetua ho.


karena mereka tidak dapat menghentikan proses penyaluran energi murni sebelum semuanya benar-benar telah selesai.


karena akan berdampak buruk bagi orang yang menyalurkan dan yang menerima energi murni itu sendiri.


kakek gwen dan dewi mata dara hanya dapat berharap,tetua ho sanggup bertahan dan terluka tidak terlalu parah.


sesekali tetua ho terbatuk,di iringi dengan semburan darah segar yang keluar dari mulut nya.


saat ini tubuh tetua ho benar-benar mendapatkan luka dalam yang serius.


hal ini disebabkan karena memang proses pemurnian energi milik inyoko yang cukup rumit,dan berbeda dengan manusia lain nya.


Setelah berlangsung selama 3 jam tubuh inyoko kembali mengeluarkan aura merah,tapi lebih pekat dari sebelum nya,dan disekelilingnya muncul cahaya ke emasan.

__ADS_1


kejadian ini menandakan proses penyaluran energi murni ketiga sepuh itu telah berhasil.


dan inyoko jatuh terkapar tak sadarkan diri.


"aku semakin penasaran siapa sebenarnya bocah ini?"


"aku belum pernah menemukan aliran energi sebesar yang dimiliki oleh anak ini"


"dewi pastikan anak ini selalu dalam pengawasan mu"


"aku tidak ingin anak ini yang menjadi bencana baru bagi dunia"


ucap kakek gwen.


Bahkan sekelas pertapa seperti kakek gwen dan dewi mata dara sangat di buat kewalahan saat menyalurkan energi murni kepada inyoko.


tentu saja keadaan tetua ho dengan kemampuan yang sedikit dibawah kedua nya jauh lebih buruk.


Tetua ho tumbang tidak sadarkan diri,hawa panas karena proses penyaluran energi murni membuat tubuhnya memerah.


kakek gwen dan dewi mata dara yang dalam kondisi kelelahan segera membantu tetua ho.


kedua nya mengangkat tubuh tetua ho dan membuat nya dalam posisi terduduk, kemudian kedua sepuh pertapa itu mencoba memberikan bantuan tenaga dalam pada tetua ho.


Perlahan tetua ho mulai sadarkan diri.


"terimakasi guru..."


ucap nya sambil terbatuk


"mungkin kalian sudah tahu,sebenarnya aku tidak membohongi anak itu tentang kondisi penyakitku"


"tapi kini kondisiku semakin parah karena penyaluran energi murni tadi"


"saat ini tenaga dalam dan aliran energi ku kacau"


"dan mungkin waktu ku tidak akan lama lagi"


"mungkin sebaiknya setelah inyoko sadar,aku akan segera membawa kalian ke sekte pengemis suci"


ucap tetua ho.


"kau jangan banyak bicara dulu murid ho"


"kami akan berusaha untuk menyembuhkan luka dalam mu"


balas kakek gwen.


walaupun sebenarnya kakek gwen mengetahui bahwa luka dalam yang kini di derita tetua ho sangat sulit atau bahkan mustahil untuk dapat disembuhkan.


tapi bagaimanapun tetua ho pernah menjadi murid dan kesayangan kakek gwen di masa lalu.

__ADS_1


sementara dewi mata dara menghampiri inyoko yang belum sadar,akibat proses penyaluran energi yang melelahkan itu.


dewi mata dara menyandarkan tubuh inyoko pada sebuah batu dipinggir sungai itu.


__ADS_2