
Pasukan gabungan dinasti Juryan dan negara Paja Bing Nguang yang dipimpin oleh putra mahkota kerajaan Pha Cah akhirnya bergerak, satu persatu wilayah kerajaan yang dikuasai oleh pasukan kekaisaran Ming berhasil mereka ambil alih.
mereka merasa sangat miris melihat banyaknya korban dari rakyat biasa yang tidak bersalah disepanjang pertempuran mereka menjelang tembok kota A Ngek.
kemarahan menyelimuti hati semua pasukan gabungan itu setelah melihat kekejaman para pasukan kekaisaran Ming.
Menembus benteng pertahanan ibukota kerajaan tentu saja bukan hal yang mudah, Kalipasan telah mempersiapkan pasukannya menyambut serangan itu,karena sebelumnya telah mendapatkan informasi tentang penyerangan itu.
para prajurit pemanah kekaisaran Ming terlihat telah berada dalam posisi mereka masing-masing diatas tembok kota A Ngek itu,mereka masih menunggu perintah dari pimpinan mereka Kalipasan untuk melepaskan anak-anak panah mereka.
Kalipasan belum memberikan pertanda apapun kepada prajurit-prajurit pemanahnya,karena pasukan musuh masih berada diluar jangkauan anak-anak panah pasukannya.
Pha Cah juga cukup jeli membaca situasi perang yang mungkin akan segera terjadi itu.
Pha Cah terlihat tenang dan juga belum memberikan perintah menyerang kepada pasukannya.
"Apa lagi yang kita tunggu?"
"pasukan depan kita cukup kuat bertahan dari serangan pasukan pemanah itu"
"bukankah pasukan kita digaris depan dilengkapi dengan tameng-tameng pelindung panah"
Ucap Kha Chan bertanya kepada Pha Cah yang belum juga memperlihatkan tanda-tanda akan menggerakkan pasukan itu.
"Belum"
"Belum waktunya"
"masih ada yang harus kita tunggu saudara Kha Chan"
"kita tidak boleh gegabah,aku tidak ingin perang ini memakan banyak korban lagi"
Jawab Pha Cah dengan tenang.
Yang ditunggu oleh Pha Cah adalah tanda dari kelompok jendral Mha Lhum Pek yang kini ada didalam kota A Ngek.
"Apa sudah ada kabar dari Inyoko dan yang lainnya"
"apa yang terjadi dengan mereka"
Ucal tetua Ho mencoba mencari informasi tentang keberadaan muridnya itu.
"Tenang saja tetua,aku cukup mengenal dan mengetahui kemampuan jendral besar dinasti Juryan yang kini ada bersama muridmu itu"
"sebentar lagi kita akan bergerak,setelah mereka memberikan tanda kepada kita"
__ADS_1
"Jendral Mha Lhum Pek adalah ahli siasat dan jendral perang terbaik yang pernah ada di dinasti kami"
"bahkan sampai saat ini dialah yang terus menopang tahtaku sebagai putra mahkota kerajaan"
Jelas putra mahkota kerajaan Pha Cah.
Kalipasan terlalu sibuk mengatur pasukannya untuk menghadapi musuh yang kini ada diluar tembok ibukota A Ngek,dia melupakan tiga orang tamu penyusup yang berada di penjara bawah tanah kerajaan.
Jendral Mha Lhum Pek berhasil mempengaruhi para pasukan penjaga penjara bawah tanah itu untuk mendukungnya.
semua tahanan penjara bawah tanah itu kini telah berada diluar kamar tahanan.
dan mereka yang terluka pun terlihat dalam kondisi yang lebih baik setelah Mha Lhum Pek,Inyoko dan Mai Chen menyalurkan tenaga dalam mereka kepada para tahanan yang terluka.
Mha Lhum Pek memimpin kelompok itu untuk keluar dari penjara bawah tanah kerajaan Lha Do Khu Tu.
mereka tidak menemukan kesulitan yang berarti untuk keluar dari istana kerajaan,karena hampir semua prajurit kini berada di tembok kota A Ngek.
Raja Tho Gel membawa mereka ke sebuah tempat rahasia yang berada di belakang istana kerajaan.
tempat itu adalah tempat yang sengaja dibuat sebagai tempat persembunyian rahasia kerajaan jika sesuatu yang buruk menimpa kerajaan itu.
didalam tempat rahasia itu mereka bertemu dengan seorang jendral kerajaan yang bernama Jhi Tu.
Sementara itu raja Tho Gel memutar pandangan nya disekeliling tempat rahasia itu,raja Tho Gel mencari keberadaan istri dan anak bungsunya.
Permaisuri Pha Neh dan pangeran Sa Juak.
Raja Tho Gel memiliki dua orang anak dari permaisurinya yaitu pangeran Martabe dan pangeran Sa Juak yang masih bayi.
"dimana permaisuri dan pangeran"
Raja Tho Gel mulai bertanya penuh dengan rasa gelisah.
Semua orang terdiam dan tertunduk,tidak ada yang berani menjawab pertanyaan dari raja mereka itu.
hingga suara tangisan bayi tiba-tiba memecah keheningan diruangan itu.
tangis itu berasal dari seorang bayi yang berada dalam gendongan seorang prajurit.
Raja Tho Gel mendatangi sumber suara tangisan itu,air matanya jatuh ketika melihat bayi mungil itu yang tidak lain adalah putra bungsunya Sa Juak.
Raja Tho Gel cukup memahami situasi yang telah terjadi,tanpa diberitahukan oleh para prajuritnya raja itu mengetahui bahwa permaisurinya tidak selamat dari serangan pasukan kekaisaran Ming sebelumnya.
Jendral Mha Lhum Pek kemudian meminta para prajurit kerajaan Lha Do Khu Tu untuk membuka pakaian mereka dan menggantinya dengan pakaian prajurit kekaisaran Ming yang telah mereka bunuh sebelum tiba di tempat persembunyian rahasia itu.
__ADS_1
Jendral Mha Lhum Pek meminta semua prajurit yang ada bersamanya itu menyusup kedalam pasukan yang bertugas menjaga pintu gerbang kota bersama dengan Mai Chen dan Inyoko.
sementara itu jendral Mha Lhum Pek bersama dengan Jhi Tu akan mengurus gerbang kota disisi yang lain.
Inyoko bersama Mai Chen dan beberapa orang prajurit lainnya tidak menemukan masalah untuk menyusupi pasukan penjaga gerbang utama kota,sementara itu jendral Mha Lhum Pek juga dalam situasi yang tidak jauh berbeda.
tidak butuh waktu lama untuk Mai Chen dan Inyoko untuk dapat menguasai gerbang utama kota A Ngek.
dengan bantuan para prajurit lainnya gerbang utama ibukota itu pun terbuka.
semua orang tampak terkejut mengetahui ketika gerbang itu terbuka.
Inyoko dan Mai Chen berdiri tepat didepan pintu gerbang utama ibukota A Ngek.
sosok kedua pemuda itu terlihat jelas dari tempat Pha Cah dan yang lainnya yang masih menunggu waktu untuk bergerak menyerang.
Kalipasan tidak dapat menyembunyikan amarahnya ketika mengetahui bahwa ketiga orang tamunya itu adalah penyusup dari pihak lawan.
Tanpa berpikir panjang Kalipasan kemudian melompat dari atas tembok kota tempat dia berdiri dan menyerang Mai Chen beserta Inyoko.
langkah Kalipasan di ikuti oleh tiga orang sepuh lainnya.
Kalipasan melepaskan pukulan tenaga dalam beruntun kearah Mai Chen dan Inyoko.
belum sempat menarik napas Mai Chen dan Inyoko kembali mendapatkan serangan dari tiga orang sepuh lainnya.
tapi kedua orang pendekar muda itu masih mampu untuk menghindari serangan beruntun dari lawan-lawannya itu.
Inyoko kemudian melakukan serangan balasan kepada Kalipasan.
Kalipasan sempat dibuat kaget ketika melihat Inyoko mengeluarkan aura merah pertapa naga miliknya.
para sepuh aliran hitam lain nya mencoba membantu Kalipasan yang terlihat mulai terdesak akibat serangan Inyoko,akan tetapi Mai Chen dengan golok gagak hitam nya datang menghalangi niat ketiga orang itu.
Kalipasan yang mulai terdesak itu kemudian mengeluarkan aura energi aneh dari tubuhnya.
tiba-tiba muncul empat sosok Kalipasan dihadapan Inyoko.
setiap pukulan Inyoko kepada Kalipasan seperti hanya mengenai bayangan dan udara hampa.
sementara itu setiap pukulan bayangan Kalipasan itu mampu memberikan luka pada Inyoko.
Inyoko kini berada dalam kesulitan,dia tidak mengetahui wujud ilmu dari lawan yang dihadapinya,sementara itu putra mahkota kerajaan Pha Cah juga belum terlihat akan menggerakkan pasukannya.
ditempat lain Mai Chen juga mulai terlihat kehabisan nafas menghadapi tiga orang pendekar senior yang menemani Kalipasan itu.
__ADS_1