Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Dimensi Dunia Pertapa dan Kota A Ngek


__ADS_3

Inyoko benar-benar merasa hancur saat ini.


semua harapan nya sirna seketika.


Inyoko tidak dapat membantah penjelasan dari hewan pertapa legenda serigala Le Nyai yang baru saja didengarkannya itu.


Semua terasa masuk akal baginya,bahkan Le Nyai sendiri tidak dapat menghidupkan kedua orang putra dan istrinya sendiri.


Inyoko kemudian bangkit,hendak meninggalkan tempat itu.


Karena merasa sudah tidak ada lagi yang bisa diharapkannya dari serigala Le Nyai untuk menghidupkan kembali kekasihnya Fan Ning.


Inyoko mulai berjalan dengan tatapan kosong dan tanpa semangat.


Akan tetapi tiba-tiba langkah nya terhenti,saat Le Nyai mendadak muncul dan menghentikannya.


"Jangan tinggalkan tempat ini begitu saja"


"Kau tidak akan pernah bisa kembali ke dunia manusia"


"Tempat ini adalah dimensi lain ciptaan muridku Ghon Jong"


"Ghon Jong menggunakan teknik Dunia Abadi Pertapa"


"Hanya penciptanya lah yang dapat membuka dan menutup dunia dimensi ini"


"Dan Ghon Jong sudah tiada,baik wujud dan energi yang ditinggalkannya"


"tidak akan ada lagi manusia yang bisa masuk maupun keluar dari tempat ini"


"Kecuali dengan satu cara"


Ucap Le Nyai yang membuat Inyoko berhenti melangkah.


Inyoko berpikir sesaat,setelah mendengar apa yang baru saja dijelaskan oleh serigala Le Nyai.


Tak lama Inyoko kembali melangkah dengan cepat,dan menghilang dari pandangan serigala Le Nyai dengan menggunakan jurus langkah dewa.


Tidak butuh waktu lama bagi Inyoko untuk sampai kembali ketempat awal pertemuan nya dengan pertapa Ghon Jong.


Tempat awal dimana Inyoko masuk ke dimensi lain didalam gua ular,dunia dewa naga.


Alangkah terkejutnya Inyoko,dia tidak menemukan jalan keluar ditempat itu.


Inyoko tidak berhasil menembus dinding dimensi itu,seperti sebelumnya.


Inyoko tidak menyerah begitu saja.

__ADS_1


Inyoko mulai mengumpulkan aura energi miliknya dan melakukan pukulan penuh tenaga dalam yang besar pada dinding dimensi itu secara beruntun dan terus menerus.


Akan tetapi usahanya tidak membuahkan hasil apapun.


Dinding dimensi itu tidak bergeming sedikitpun.


Inyoko kembali melakukan hal yang sama dengan tenaga dalam yang jauh lebih besar,bahkan dengan kombinasi aura energi tiga dewa pelindung bumi,aura energi,energi murni dan energi alam miliknya serta golok pusaka naga.


Terdengar suara dentuman yang sangat keras setiap kali pukulan tenaga dalam Inyoko menghantam dinding dimensi itu.


Akan tetapi usahanya itu tetap sia-sia saja.


Inyoko teringat kembali dengan apa yang sebelumnya dijelaskan oleh serigala Le Nyai, tentang teknik dunia abadi pertapa yang digunakan oleh Ghon Jong untuk menciptakan dimensi itu.


Inyoko segera bergegas kembali ketempat serigala Le Nyai berada.


Setelah tiba kembali ketempat Le Nyai berada,Inyoko tidak dapat menemukannya.


"Tuan sesepuh"


"Tuan leluhur"


"Keluarlah !!!"


"Aku sangat butuh bantuan mu"


Inyoko tidak mendapatkan jawaban apapun dari teriakannya itu.


Le Nyai tidak menunjukkan wujud nya.


Inyoko berusaha mencari disekeliling tempat itu,tapi tetap tidak menemukan Le Nyai.


Tanpa terasa,hampir seharian Inyoko telah mencari serigala Le Nyai.


Pendekar muda itu terlihat mulai lelah,karena memang sejak kematian Fan Ning kekasih nya,Inyoko tidak memiliki waktu beristirahat yang cukup.


Inyoko berhenti sejenak dan menyandarkan tubuhnya pada sebuah batang pohon yang cukup besar.


Suasana ditempat itu terasa begitu damai,suara burung-burung kecil yang saling bersahutan ditambah hembusan angin yang membuat suasana semakin nyaman,membuat Inyoko tertidur dan terlelap dalam kesedihan dan letihnya.


Sementara itu di Ibukota kerajaan Lha Do Khu Tu,Kota A Ngek.....


Putra mahkota kerajaan Pha Cah terlihat sangat senang sekali,setelah tetua Bu berhasil menemukan penawar untuk wabah penyakit Fa La Shik yang misterius itu.


Pasukan pelindung naga terus memberikan informasi tentang semakin berkurangnya jumlah korban wabah penyakit tersebut.


Situasi ini tentu sangat menguntungkan Pha Cah dan pasukan yang dipimpinnya,untuk menyerang dan merebut kembali dinasti Juryan tanah kelahirannya.

__ADS_1


Didalam Istana kerajaan Lha Do Khu Tu,putra mahkota kerajaan Pha Cah telah mengumpulkan para tokoh-tokoh besar yang ikut serta bersama nya,termasuk beberapa orang pejabat penting kerajaan Lha Do Khu Tu.


Pha Cah ingin membahas strategi perang untuk merebut kembali dinasti Juryan dari adiknya pangeran Lha Cah.


Semua orang didalam ruangan itu sepakat dengan rencana putra mahkota kerajaan Pha Cah.


Karena menurut mereka,Lha Cah tentu tidak dapat menduga jika pasukan gabungan tiga kerajaan akan menyerang dinasti Juryan ditengah bencana wabah penyakit ini.


"Tunggu dulu"


"Perang yang akan kita hadapi sekarang tidak semudah apa yang kalian pikirkan saat ini"


"aku bersama sesepuh Gwen memang berhasil menemukan sumber penyebab penyakit ini"


"dan aku juga telah menemukan obatnya"


"tapi tidak kah kalian menyadari,sumber wabah itu belum berhasil kami musnahkan"


"sumber wabah yang berasal dari sungai batang aia"


"sungai yang akan kita lalui sepanjang perjalanan menuju dinasti Juryan"


"Resiko ini terlalu besar tuan putra mahkota"


Jelas tetua Bu mengingatkan.


"Selain itu,persediaan makanan kita tidak akan cukup untuk menghadapi perang selanjutnya,dengan jumlah pasukan sebesar sekarang"


"Karena lebih dari separuh persediaan makanan yang kita miliki,telah terpakai untuk membantu rakyat yang terkena wabah penyakit Fa La Shik"


"Paling tidak persediaan yang kita miliki saat ini hanya cukup untuk bertahan kurang lebih seminggu kedepan"


"Menurutku sebaiknya kita menunggu bantuan persediaan datang"


Sambung Kuanyu yang mendapatkan tugas mengatur persediaan makanan dan kebutuhan seluruh pasukan,sejak meninggalkan kota Dhu Mai.


Raja Tho Gel setuju dengan pendapat tetua Bu dan Kuanyu tersebut.


"Perang kalian menghadapi dinasti Juryan,bisa menjadi perang besar yang cukup panjang"


"Melihat kekuatan mereka saat ini ,yang telah bersekutu dengan kekaisaran Ming"


"Selain itu wabah penyakit ini belum sepenuh nya hilang dan dapat kita atasi"


"Dan setidaknya butuh waktu sekitar satu bulan untukku,untuk dapat membantu memenuhi kebutuhan persediaan makanan pasukan kalian"


Jelas raja Tho Gel memberikan pendapat.

__ADS_1


Setelah berdiskusi dengan semua tokoh-tokoh yang ada,akhirnya putra mahkota kerajaan Pha Cah memutuskan setuju untuk menunggu hingga suasana kembali normal,sebelum melakukan penyerangan kedinasti Juryan.


__ADS_2