
Lao Chen masih berdiri dan sedikit tersenyum menyaksikan tumbang nya manusia iblis ghun thang.perlahan Lao Chen mulai terjatuh dan menyentuh lantai.
Tubuh nya mengeluarkan asap akibat efek dari jurus dewa gagak abadi.
dan saat itu Lao Chen pun tewas dalam keadaan tersenyum,karena menyangka telah berhasil membunuh manusia iblis ghun thang.
Ternyata harapan Lao Chen menjelang kematiannya tidak dapat terwujud.
Manusia Iblis Ghun Thang belum mati.
jurus Dewa Gagak Abadi tidak cukup untuk membunuhnya.
tapi setidaknya Manusia Iblis Ghun Thang menderita luka yang cukup parah.
Setelah suasana mulai tenang,Em phul dan Jun Ben Dhol kembali ketempat pertarungan,kedua jagoan aliran hitam itu sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihat nya.
Manusia Iblis Ghun Thang terkapar !!!
bahkan untuk berdiri saja Manusia Iblis Ghun Thang perlu bantuan dari dua orang jagoan aliran hitam itu.
Sementara itu rombongan Tetua Ho yang melarikan diri kini telah berada dalam terowongan dibawah istana kaisar Ming.
terowongan itu merupakan jalan rahasia yang dibuat pada masa pemerintahan kaisar sebelum nya.
Kaisar Ming yang berkuasa saat ini adalah kaisar AN ZUNG .
Kaisar yang baru tiga tahun naik tahta menggantikan ayah nya DA ZUNG yang wafat karena sakit.
karena masih baru dalam berkuasa kaisar An Zung belum sepenuhnya mengetahui seluk beluk istana kekaisaran termasuk dengan adanya lorong rahasia itu.
Lorong dan jalan rahasia itu terhubung dengan sebuah gua di kaki gunung di belakang istana kekaisaran.
Jalan lorong rahasia itu hanya dapat dilewati oleh orang yang telah mengenalnya,karena lorong rahasia itu dibuat seperti labirin yang bisa menyesatkan.
Akhir nya rombongan Tetua Ho telah sampai di mulut gua itu berkat panduan dari jendral besar Nong Chan.
"Kuanyu.."
"Kau tinggal lah disini bersama Tetua Cha Puk"
"aku akan kembali ke wisma chen bersama Phi thoek"
__ADS_1
"karena mungkin Kaisar akan segera menggeledah tempat itu"
"aku harus segera membawa mereka keluar dari sana"
Ucap Tetua Ho.
Disaat yang sama,apa yang ditakutkan oleh Tetua Ho memang menjadi kenyataan.
Wisma Keluarga Bangsawan Chen didatangi oleh prajurit istana yang dipimpin langsung oleh Em Phul dan Jun Ben Dhol.
Pertempuran kembali tidak dapat di elak kan.
Em Phul dan Jun Ben Dhol tidak mengetahui dengan adanya dua orang pertapa di wisma chen itu.
para pengawal keluarga chen dengan mudah dihabisi oleh prajurit istana dan dua jagoan aliran hitam itu.
tapi cerita nya mulai berubah saat mereka berhadapan dengan Kakek Gwen dan Dewi Mata Dara.
Em Phul dan Jun Ben Dhol tentu saja bukan lawan yang terlalu berat untuk dua orang sepuh pertapa itu.
Tetua Ho dan Phi thoek telah sampai di wisma chen,mereka begitu terkejut melihat banyak mayat yang tergeletak.
Phi thoek yang terlihat paling terkejut,karena kedua orang jagoan aliran hitam ini cukup merepotkan bagi nya,akan tetapi kini keduanya seperti orang yang baru belajar ilmu beladiri ketika berhadapan dengan Dewi Mata Dara.
kedatangan Tetua Ho dan Phi thoek membuat Em Phul dan Jun Ben Dhol merasa punya celah untuk kabur karena perhatian Dewi Mata Dara yang teralihkan.
Em Phul mengeluarkan sesuatu dari balik jubah nya dan melemparnya ke arah Dewi Mata Dara.
Tiba-tiba benda yang dilemparkan nya itu meledak dan mengeluarkan asap beracun.
Kepanikan yang muncul akibat ledakan dan asap beracun itu dimanfaatkan oleh kedua jagoan aliran hitam itu untuk melarikan diri.
akan tetapi Kakek Gwen menyadari hal itu dan segera melepaskan serangan tenaga dalam untuk mencegah mereka kabur.
Serangan tenaga dalam Kakek Gwen mengenai Jun Ben Dhol,tapi dengan cepat Em Phul membantu rekan nya tersebut.
Dengan ilmu meringankan tubuh nya yang cukup baik Em Phul berhasil menyelamatkan nyawa teman nya itu,dan segera kabur,pergi meninggalkan Wisma Chen.
"guru maaf kan kami terlambat"
"sebaiknya kita cepat pergi dari tempat ini"
__ADS_1
"mai chen kemasi barang-barang mu"
"yang lain sedang menunggu kita disuati tempat"
Ucap Tetua Ho.
"apa yang terjadi?"
tanya Mai Chen
"situasi nya sekarang diluar kendali"
"dan disini bukan tempat yang aman untuk kita"
"sebaik nya kita tinggalkan dahulu kota ini"
"baru kemudian kita membicarakan strategi kita menghadapi situasi ini"
Jawab Phi thoek.
Tanpa melanjutkan pembicaraan,Tetua Ho segera ke kamar Inyoko yang masih bersama Tetua Bu Raja Dewa Seribu Obat.
"Hai tetua"
Sebuah kalimat yang muncul dari seseorang yang sudah hampir seminggu ini tidak sadarkan diri.
"Maafkan aku selalu merepotkan dan membuat masalah untukmu"
sambung Inyoko.
Tetua Ho hanya tersenyum,dan menjelaskan situasi nya secara singkat kepada Tetua Bu.
Tetua Bu tentu sangat mengerti maksud dari apa yang disampaikan oleh Tetua Ho.
Semua Orang yang ada di wisma chen sangat senang melihat Inyoko yang telah siuman.
walaupun telah siuman tubuh Inyoko masih dalam keadaan lumpuh.
jadi Dewi Mata Dara kembali membalutnya dengan selendang sutra milik nya.
Kini Kelima orang itu berangkat menuju tempat Kakek Cha Puk dan yang lain nya bersembunyi.
__ADS_1