
Di ibukota kerajaan La Dho Khu Tu kota A Ngek....
Pasukan gabungan pimpinan Pha Cah terlihat masih berada di kota itu.
Hanya kakek Gwen yang tidak terlihat lagi sosoknya di negri yang baru saja berhasil mereka rebut kembali dari kekaisaran Ming yang dipimpin oleh Kalipasan.
Kakek Gwen bersama beberapa orang pasukan pelindung naga melakukan perjalanan lebih dulu menuju dinasti Juryan.
Putra mahkota kerajaan Pha Cah ingin mempersiapkan pasukannya dengan baik,karena tujuan mereka berikutnya adalah menaklukan dinasti Juryan yang tidak lain adalah tanah kelahirannya,tempat dimana seharus nya dia berada dan memerintah sebagai putra mahkota kerajaan.
saat ini dinasti Juryan dikuasai oleh adik tiri Pha Cah anak selir kerajaan pangeran Lha Cah.
Lha Cah sendiri sebenarnya adalah penguasa boneka yang dikendalikan oleh istrinya putri Tha Lan Tang yang tidak lain adalah iblis seribu wajah Lin Dha Bhu,anak buah manusia iblis Ghun Thang.
Kurang lebih sudah hampir dua bulan Lha Cah memerintah dinasti Juryan.
Dinasti Juryan berubah menjadi negara pemasok kebutuhan perang pasukan kekaisaran Ming,Lha Cah memungut pajak yang sangat tinggi kepada rakyatnya.
semua rakyatnya dipaksa menjadi buruh tani dan pembuat peralatan tempur dengan upah yang sangat rendah.
para laki-laki muda dipaksa menjadi bagian dari militer dinasti untuk keperluan perang.
hukuman berat menanti siapa saja yang berani menentang pemerintahannya.
Lha Cah benar-benar menjalankan pemerintahan dinasti Juryan dengan tangan besi penuh darah.
Selain untuk mempersiapkan pasukannya dengan maksimal sebelum berangkat menuju dinasti Juryan,putra mahkota tidak dapat menggerakkan pasukan gabungan nya karena setelah wabah kemarau panjang melanda seluruh wilayah dataran tinggi kini menyebabkan wabah penyakit misterius.
wabah penyakit yang berasal dari kota Ta Lua,sebuah kota yang berada tepat di daerah perbatasan dinasti Juryan.
wabah penyakit itu menyebar dengan sangat cepat,bahkan beberapa waktu sebelumnya telah menyebar sampai ke kota perbatasan kerajaan Lha Do Khu Tu.
berita penyebaran wabah penyakit misterius itu menyebabkan Pha Cah tidak berani mengambil resiko,sebelum benar-benar tahu tentang wabah penyakit misterius itu,oleh karena itu Pha Cah meminta kakek Gwen bersama beberapa orang pasukan pelindung naga bergerak lebih dulu untuk memastikan keadaan.
__ADS_1
Sementara itu Pha Cah juga mengirim beberapa orang prajurit untuk kembali ke kota Dhu Mai,menyampaikan informasi dan perkembangan situasi kepada tetua Phi Thoek sebagai pimpinan negara Paja Bing Nguang.
Pha Cah meminta tetua Phi Thoek mengirimkan tetua Bu si dewa obat dan beberapa orang pendekar ahli pengobatan untuk menyelediki wabah penyakit misterius tersebut.
Pha Cah berkeyakinan wabah penyakit misterius ini adalah ulah campur tangan manusia iblis Ghun Thang.
Putra mahkota kerajaan Pha Cah melalui raja kerajaan Lha Do Khu Tu meminta pengawasan ketat dari para prajurit dan pasukan pelindung naga yang tersisa di wilayah-wilayah perbatasan untuk mencegah masuknya orang-orang tidak dikenal ke wilayah kerajaan itu,guna mencegah penyebaran wabah penyakit misterius itu.
bahkan Pha Cah meminta jendral Mha Lhum Pek dibantu oleh Dewi Mata Dara dan jendral Jhi Tu memimpin para prajurit penjaga wilayah perbatasan.
"Aku telah gagal menjaga kerajaan dan rakyatku"
Ucap raja Tho Gel berkeluh kesah dihadapan semua orang.
"Bukan saat nya untuk berkeluh raja"
"kita semua harus bersatu dan saling menguatkan"
"saat ini musuh kita bukan hanya kekaisaran Ming dan manusia iblis Ghun Thang tapi wabah penyakit misterius ini"
"rakyat kerajaan Lha Do Khu Tu ini masih sangat berharap banyak kepada anda"
"mereka yakin anda sebagai raja negri ini mampu melindungi mereka"
Jawab putra mahkota kerajaan Pha Cah mencoba menyemangati raja Tho Gel.
Meskipun merasa sedikit terhibur dengan perkataan dari Pha Cah,namun wajah kerajaan Lha Do Khu Tu itu tetap tidak dapat menyembunyikan kegelisahan dan kekhawatirannya melihat kondisi kerajaan yang dipimpinnya itu.
Kerajaan Lha Do Khu Tu saat ini berada dalam situasi yang sangat lemah akibat serangan pasukan kekaisaran Ming beberapa waktu lalu yang menimbulkan banyak korban dan kerusakan parah hampir di seluruh wilayah kerajaan.
dan saat ini wabah penyakit misterius yang meneror mereka semakin menambah penderitaan kerajaan Lha Do Khu Tu.
Di Lembah Sungai Tha Bek...
__ADS_1
Inyoko telah bersiap berangkat meninggalkan tanah sunyi lembah Tha Bek,mencari keberadaan hewan legenda serigala pertapa Le Nyai.
Binatang pertapa yang mampu menghidupkan orang yang telah mati dengan air liurnya, sesuai dengan apa yang tertulis didalam dinding gua es peninggalan leluhur guru Kha Ram Fang.
"Guru aku pergi"
"Tolong jagakan Fan Ning untuk ku"
"aku akan segera kembali"
Ucap Inyoko berpamitan kepada gurunya.
"Kau harus ingat waktumu hanya tinggal tujuh hari saja"
"Hati-hatilah Inyoko"
Jawab guru Kha Ram Fang melepaskan kepergian Inyoko bersama Rajawali Dewa Perang.
Inyoko kemudian segera pergi meninggalkan lembah sungai Tha Bek menuju puncak gunung salju abadi tempat asal Dewi Mata Dara atau Gunjek Sang Monster Agung yang kini dijaga oleh Kubes Monster Ular Biru.
karena menurut guru Kha Ram Fang puncak gunung salju abadi adalah tempat awal untuk mencari keberadaan serigala Le Nyai.
tentu saja gunung salju abadi bukanlah sesuatu yang baru bagi Inyoko.
Inyoko telah pernah berkunjung ketempat itu sebelumnya untuk mencari bunga mawar biru
di puncak gunung salju abadi,yang mempertemukannya dengan kakek Gwen dan Dewi Mata Dara.
Dan ditempat itulah pertama kalinya Inyoko mengeluarkan aura merah pertapa naga dan mendapatkan golok pusaka naga.
sebuah tempat yang tentu saja memiliki ikatan bathin yang kuat dengannya.
Inyoko berharap dia dapat dengan cepat menemukan informasi keberadaan hewan pertapa legenda tersebut.
__ADS_1
Inyoko meminta Rajawali Dewa Perang untuk terbang melesat dengan cepat, karena harus berpacu dengan waktu yang semakin sempit.