
Kakek gwen tersenyum,dan sangat terkejut melihat perkembangan inyoko itu.
dalam dunia persilatan sungguh sangat jarang ada orang yang bisa menguasai sebuah jurus hanya dalam hitungan jam.
dan kini inyoko menjadi salah satu nya.
Harimau putih hanya memperhatikan latihan yang sedang dijalani inyoko dari kejauhan.
"bocah !!!"
"kini cobalah kau gunakan ilmu yang baru kau pelajari itu untuk menyerang ku"
pinta kakek gwen.
"baik lah kakek"
tanpa basa-basi inyoko langsung menerjang ke arah kakek gwen.
meskipun baru saja dikuasai nya namun inyoko terlihat sudah cukup mahir menggunakan jurus tarian dewa pengemis itu.
Sementara kakek gwen tidak menyerang balik setiap pukulan yang dikeluarkan inyoko.
kakek gwen hanya menghindar dan menangkis semua serangan inyoko.
"kakek !!!"
"aku mohon berhentilah bermain-main"
"aku ingin kau membalas serangan ku"
pinta inyoko dengan sedikit kesal.
"apa kau yakin dengan apa yang kau ucapkan itu bocah?"
"aku harap kau tak akan menyesal"
sesumbar kakek gwen.
Inyoko kembali menerjang kakek gwen dengan teknik tarian dewa pengemis yang masih menggunakan tenaga dalam kecil sesuai dengan kemampuan nya menggunakan tenaga dalam.
Kali ini kakek gwen tidak menghindarinya,kakek gwen menyambut serangan inyoko dengan sebuah tangkisan.
dan dalam sekejap kakek gwen menghilang dari pandangan inyoko.
Inyoko terlihat kebingungan mencari keberadaan kakek gwen.
"kau mencariku kemana bocah"
tiba-tiba muncul suara kakek gwen yang berasal dari belakang inyoko disertai dengan sebuah pukulan tapak tepat kepunggung inyoko.
pukulan mendadak dan tak terduga itu tentu saja membuat inyoko tumbang dan tersungkur.
"apa kau masih menginginkan nya lagi?"
ucap kakek gwen sambil tersenyum, seolah-olah mengolok-olok inyoko.
"kau terlalu sombong kek"
"tadi aku hanya kebetulan sedikit lengah"
"kali ini aku akan lebih serius"
inyoko membalas olokan kakek gwen.
Setelah berkali-kali inyoko mencoba melakukan serangan dengan tarian dewa pengemis hasil nya tetap sama.
berakhir dengan inyoko yang tumbang dan tersungkur oleh sebuah pukulan kakek gwen.
"aku akui kau memiliki aliran eneegi dan kemampuan yang istimewa"
"tapi kau masih terlalu hijau"
kakek gwen berkata dalam hati.
__ADS_1
"kakek !!!"
"apa kau menggunakan sihir?"
"mengapa wujudmu bisa menghilang dari pandangan ku"
ucap inyoko kesal karena semua serangan nya tidak satupun yang bisa mengenai kakek gwen.
"hahahahha"
"aku tidak menggunakan sihir"
"aku hanya menggunakan satu jurus,dan kau pasti tau jurus apa yang aku gunakan"
"apa kau sudah lupa dengan jurus langkah dewa?"
ucap kakek gwen.
"bukan kah jurus itu hanya sebagai ilmu meringankan tubuh?"
balas Inyoko.
"bocah !!!"
"apa pun jurus yang kau miliki,selama kau meyakini jurus itu,maka pergunakanlah"
"apa kau lupa kau memiliki dan menguasai teknik lain selain jurus tarian dewa pengemis?"
"jurus tarian dewa pengemis ini adalah jurus yang hebat"
"tapi dengan kemampuan mu mengendalikan tenaga dalam saat ini,jurus tarian dewa pengemis akan sangat sulit untuk mengalahkan lawan yang akan kau hadapi"
"kau pasti paham maksudku"
kakek gwen mencoba menjelaskan kepada inyoko.
Wajah inyoko tiba-tiba berubah,dia terlihat tersenyum.
Inyoko mencoba mengkombinasikan tarian dewa pengemis dengan jurus Langkah Dewa dan teknik memusatkan fikiran yang pernah dia pelajari dari tetua ho.
Kali ini ada perbedaan dari serangan yang dilakukan oleh inyoko.
bahkan kakek gwen harus menggunakan beberapa jurus untuk menghadapinya.
meskipun tetap saja kemampuan yang dimiliki inyoko saat ini belum mampu untuk membuat kakek gwen terdesak.
karena perbedaan kemampuan inyoko yang masih tertinggal jauh dari kakek gwen yang seorang pertapa.
Tapi tetap saja kemampuan inyoko yang mengkombinasikan beberapa jurus dengan tarian dewa pengemis itu,membuat kakek gwen merasa sangat senang.
karena itu merupakan suatu kemajuan yang diluar perkiraan kakek gwen sebelum nya.
Setelah melakukan beberapa serangan,kakek gwen menghentikan latih tanding itu.
kakek gwen tersenyum,melihat perkembangan inyoko.
Kakek gwen ingin menambah porsi latihan inyoko,dengan metode latihan yang baru,tapi tetap dengan teknik dasar tarian dewa pengemis.
"kali ini kau harus mengasah insting mu"
"karena setiap serangan yang aku berikan tidak satupun yang bisa kau hindari"
"insting mu masih tumpul"
"cepat dan kuat saja tidak cukup bocah"
"kau akan kewalahan menghadapi lawan yang punya kecepatan melebihi kemampuan mu"
ucap kakek gwen.
Kemudian kakek gwen melemparkan selembar kain hitam pada inyoko.
kakek gwen meminta inyoko untuk mengikatkan nya pada mata inyoko.
__ADS_1
kali ini gantiankakek gwen ingin menyerang inyoko yang dalam keadaan mata tertutup.
Inyoko sangat babak belur kali ini,lebih parah dari latih tanding sebelumnya.
seluruh anggota tubuh nya merasakan sakit yang luar biasa.
Meskipun telah babak belur dan sakit yang luar biasa,semangat inyoko tidak berkurang sedikit pun.
Kakek gwen benar-benar melatih inyoko dengan serius.
"jika terus seperti ini kau hanya akan mati karena pukulan ku bocah"
"gunakan insting mu"
"jangan melihat dengan mata fisik"
"gunakan perasaan dan energi alam sekitarmu"
ucap kakek gwen.
Perkataan kakek gwen itu membuat inyoko tersentak.
inyoko kembali menjadi teringat waktu menangkap ikan disungai dengan tangan kosong ketika bersama tetua ho.
Inyoko mencoba teknik yang sama.
jika sebelum nya yang tampak oleh nya hanyalah kegelapan karena dalam keadaan mata yang tertutup,kali kegelapan yang dilihatnya menjadi berbeda.
dalam kegelapan itu inyoko tidak dapat merasakan keberadaan tubuh nya sendiri.
Perlahan dalam penglihatan gelap nya itu inyoko mulai dapat merasakan energi-energi mahluk hidup yang ada disekitarnya.
seperti suara detak jantung kakek gwen, daun-daun yang bergoyang dan burung-burung kecil yang berkicau.
Tidak ada kecemasan dan kegelisahan yang dia rasakan dalam penglihatan gelapnya kali ini.
Inyoko terlihat berdiri mematung.
Kakek gwen kembali menyerang nya.
dengan sebuah gerakan sederhana,serangan dari kakek gwen berhasil inyoko hindari.
Kakek gwen terlihat begitu senang,untuk pertama kalinya dalam latihan ini inyoko berhasil menghindari pukulan nya.
Kakek gwen melakukan melakukan serangan yang lebih cepat dan kuat dari serangan sebelum nya,kali ini inyoko kembali bisa membaca arah serangan itu.
tapi meskipun demikian serangan kali ini tetap mengenai inyoko dengan telak karena kecepatan dan kekuatan yang digunakan kakek gwen jauh lebih besar dari serangan sebelum nya.
"bagaimana bocah?"
"apa kau sudah menyerah?"
ejek kakek gwen.
"hahahaha"
"aku baru saja mulai merasa senang kek"
"kakek bisakah kau terus menyerang ku dengan kekuatan dan kecepatan seperti tadi"
balas inyoko.
"Jangan menyesali takdir jika kau mati dalam latihan ini bocah sombong"
ucap kakek gwen.
Kakek gwen terus melakukan serangan dengan kecepatan dan kekuatan yang cukup besar untuk seorang inyoko.
Perlahan-lahan serangan-serangan dari kakek gwen mulai dapat diredam oleh inyoko.
meskipun pukulan kakek gwen tetap mengenai nya tapi tidak ada satupun yang benar-benar telak mengenai inyoko.
hingga akhirnya inyoko dapat benar-benar menghindari serangan dari kakek gwen.
__ADS_1