
sementara dewi mata dara menghampiri inyoko yang belum sadar,akibat proses penyaluran energi yang melelahkan itu.
dewi mata dara menyandarkan tubuh inyoko pada sebuah batu dipinggir sungai itu.
Tak beberapa lama inyoko sadar,dan dia merasakan sesuatu yang aneh terjadi pada tubuh nya.
sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
"kau sudah sadar inyoko?"
ucap tetua ho di ikuti oleh suara batuknya.
tetua ho perlahan mendekati inyoko.
"Murid ho !!!"
"kau jangan banyak bergerak dulu"
"pulihkan lah dirimu terlebih dahulu"
teriak kakek gwen
"hahahaha"
"sudah lah guru"
"hentikan sandiwara ini"
"bahkan dewa sekalipun tidak akan mampu menyembuhkan luka ku"
tetua ho berkata,dan membuat semua orang yang ada disana menjadi terdiam.
Inyoko yang tidak tahu apa-apa,merasa sangat terkejut dengan apa yang baru saja diucapkan oleh tetua ho.
"sudahlah.."
"jangan bercanda"
"jangan menipu ku terus tetua ho"
inyoko mencoba menguatkan dirinya.
"ini lah kenyataan nya inyoko"
"murid ho sebelumnya memang sudah terkena luka dalam"
"kini luka dalam nya semakin parah saat menyalurkan energi murni kepadamu"
sambung dewi mata dara.
Tiba-tiba seluruh tubuh inyoko yang baru sadar itu terasa lemas seketika.
dia merasa menjadi orang paling bertanggung jawab atas keadaan tetua ho.
inyoko tak kuasa menahan air mata nya jatuh.
"apa yang telah kulakukan?"
"bahkan aku belum sempat membalas semua kebaikan mu"
"tapi malah kini aku membuat mu celaka dan menderita"
ucap inyoko dalam isak tangisnya.
Tetua ho hanya tersenyum.
"sudahlah inyoko"
"inilah takdirku"
"tapi setidak nya aku tidak akan mati hari ini"
"aku masih ingin melihat mu bertarung dengan cucu si gagak hitam Mai Chen"
__ADS_1
"bukan kah waktu mu cuma tinggal 3 hari lagi"
"aku mungkin bukan guru yang baik mu"
"tapi setidak nya aku akan meninggalkan beberapa ilmu kepadamu"
ucap tetua ho sambil mengeluarkan sebuah kitab dari balik jubah nya.
Kitab ilmu yang dikeluarkan oleh tetua ho itu adalah kitab "cu curian".
kitab ilmu yang dibuat sendiri oleh tetua ho selama menjadi pengelana suci.
kitab yang bahkan belum sempurna bisa digunakan oleh tetua ho,karena tahap akhir kitab ilmu itu hanya dapat digunakan oleh pendekar yang sudah menjadi pertapa.
Kakek gwen hanya terpaku melihat percakapan antara tetua ho dan mutid nya inyoko.
dalam hatinya kakek gwen beranggapan,jika saja tetua ho tidak mengalami luka dalam yang parah,mungkin beberapa tahun lagi dia akan menjadi pendekar pertapa yang hebat,bahkan melebihi kemampuan yang dimiliki oleh kakek gwen.
"kitab cu cirian sebenar nya adalah kitab yang akan aku wariskan kepada sekte pengemis suci"
"tapi karena aku sudah menganggap mu sebagai murid ku"
"maka kini kau adalah bagian dari sekte pengemis suci"
"aku minta bantuan guru gwen membimbing inyoko mempelajari kitab cu cirian ini"
"syarat mempelajari kitab ini adalah,kau tidak boleh makan dan minum selama berlatih ilmu kitab cu cirian"
"biarkan rasa haus dan lapar mengasah insting dan memperkuat energi mu"
"dan kini mungkinlah waktunya untuk ku beristirahat....."
ucap tetua ho,yang kemudian memejamkan matanya.
"tidaaaaaaaak"
"tetuaaaa hooooo"
"jangan tinggalkan aku"
"aku hanya ingin terus bersama mu"
"aku mohon jangan pergi tetua"
Inyoko dilanda kesedihan yang dalam dan isak tangis yang semakin kuat.
"plaaaak....plaaaak..."
seperti biasa sebuah pukulan mendarat di kepala inyoko.
"aku belum mati bodoh"
"tidak segampang itu aku akan mati"
"suara berisik mu membuat ku tidak bisa beristirahat"
teriak tetua ho dan di selingi oleh suara batuk nya.
Inyoko lalu memeluk erat tubuh tetua ho, dan mulai sedikit tersenyum.
bagi inyoko tetua ho yang baru dikenalnya beberapa hari itu,bukan hanya sebagai guru,baginya tetua ho sudah seperti sosok ayah dalam hidupnya.
"hei bocah"
"jangan menjadi lemah"
"saat nya kau membalas semua kebaikan guru mu"
"kau harus menguasai kitab ciptaan nya ini"
ucap kakek gwen.
kemudian kakek gwen mengajak inyoko pergi kesebuah tempat tak jauh dari sungai tempat mereka berkumpul itu.
__ADS_1
sedangkan dewi mata dara tetap berada dipinggir sungai itu menemani tetua ho yang sedang beristirahat.
didalam hutan itu kakek gwen mulai membuka lembaran yang ada didalam kitab cu cirian dan membimbing inyoko untuk menguasai nya.
"aku tidak akan mengajarkan mu jurus nya"
"kau yang harus belajar sendiri isi kitab ilmu ini bocah"
ucap kakek gwen.
"mengapa begitu kakek?"
"aku tidak mungkin bisa belajar sendiri"
"bukan kah kau berjanji akan membimbingku"
inyoko membalas.
"ya...aku memang akan membimbing mu"
"tapi tidak mengajarkan mu"
"jika aku yang mengajarkan mu,itu adalah sebuah penghinaan bagi ho"
"kitab ilmu milik nya ini,akan dia wariskan kepada sekte pengemis suci dan kepadamu sebagai murid nya"
"dan aku bukan lah bagian dari sekte pengemis suci"
"aku hanya akan membimbing dan mengawasi mu"
"sesekali aku akan menjadi lawan latih tanding mu bocah"
ucap kakek gwen kepada inyoko.
tetua ho membagi kitab cu cirian dalam 7 tingkatan ilmu.
tingkat pertama kitab cu cirian adalah "tarian dewa pengemis".
Inyoko mulai membuka kitab cu cirian tingkat pertama.
inyoko melihat dengan seksama setiap gerakan dan keterangan yang tertulis pad bagian pertama kitab ilmu ini.
Setelah melihat isi kitab cu cirian tingkat pertama,inyoko berusaha mengingat dan mempraktekkan nya.
Jurus tarian dewa pengemis adalah jurus beladiri,tangan kosong.
jurus tarian dewa pengemis di dominasi oleh jurus yang menggunakan telapak tangan dan tenaga dalam.
dan tenaga dalam adalah masalah terbesar buat inyoko.
inyoko belum mengerti bagaimana caranya menggunakan tenaga dalam yang ia miliki,kecuali saat tubuh nya di rasuki aura merah pertapa naga.
Kakek gwen mulai mengajarkan inyoko cara mengeluarkan tenaga dalam dan mengontrol nya dalam jumlah yang kecil.
"aku hanya membantu mu sebatas ini saja bocah"
"selanjutnya ku serahkan kepadamu"
ucap kakek gwen.
Oleh karena aliran energi nya yang sudah lancar dan tipe tenaga dalam yang dimiliki nya, inyoko dapat dengan cepat mempelajari ilmu tenaga dalam yang di tunjukkan oleh kakek gwen,meskipun tenaga dalam yang dikeluarkan nya dalam jumlah kekuatan yang kecil.
Dengan seksama inyoko mulai memperagakan teknik-teknik tarian dewa pengemis yang ada dalam kita cu cirian itu.
awalnya gerakan jurus yang dilakukan oleh inyoko itu terlihat sangat kaku.
tapi semakin sering inyoko memperagakan jurus itu,semakin terlihat mengalir dan indah.
bisa dikatakan inyoko sudah hampir menguasai seluruh teknik jurus tarian dewa pengemis itu.
Kakek gwen tersenyum,dan sangat terkejut melihat perkembangan inyoko itu.
dalam dunia persilatan sungguh sangat jarang ada orang yang bisa menguasai sebuah jurus hanya dalam hitungan jam.
__ADS_1
dan kini inyoko menjadi salah satu nya.