
Seekor burung rajawali terbang berputar-putar mengelilingi kota Dhu Mai,sehingga membuat gempar seisi kota itu,dan para tokoh-tokoh dari dinasti Juryan.
karena kemunculan sosok burung raksasa itu.
sementara itu para petinggi aliran putih terlihat santai dan biasa saja karena mereka sudah mengetahui jika burung rajawali raksasa itu adalah milik Inyoko.
Inyoko kemudian melompat dari tubuh burung rajawali raksasa yang masih terbang di ketinggian.
dan kemudian rajawali raksasa itu terbang berlalu pergi.
semua orang kembali merasa kaget dengan kemunculan sosok Inyoko.
"Maafkan aku membuat kalian semua terkejut karena kedatanganku dan Rajawali Dewa Perang"
"aku tidak ingin membuang-buang waktu,makanya aku langsung meminta rajawali menurunkan aku disini,karena firasat ku mengatakan akan terjadi sesuatu yang besar"
Ucap Inyoko kepada semua orang.
Sebenarnya dengan peningkatan kemampuan nya saat ini Inyoko bahkan bisa merasakan aliran energi orang lain meskipun dari jarak yang cukup jauh.
oleh karena itu saat semua prajurit dan para pendekar tingkat tinggi berkumpul di tengah kota Dhu Mai Inyoko dapat mengetahuinya dan membuatnya merasa penasaran apa sebenarnya yang telah terjadi.
akan tetapi alasan Inyoko itu terasa janggal bagi para tokoh-tokoh yang memiliki tingkat kemampuan yang tinggi,mereka dapat melihat terjadi perubahan pada tubuh Inyoko tetapi mereka tidak berani untuk mengungkapkan nya.
Tetua Ho kemudian berjalan mendekati Inyoko dan memukul kepala muridnya itu.
"Plaaaaaaak"
"Kemana saja kau bocah?"
"sejak kedatanganmu kembali dari negara kelahiranmu,bahkan kau belum sempat mengucapkan apapun pada orang tua ini"
ucap tetua Ho penuh haru dan memeluk tubuh muridnya itu.
tetua Ho dengan kemampuannya dapat merasakan aliran energi yang cukup besar mengalir didalam tubuh murid nya itu.
__ADS_1
Tetua Ho meminta Inyoko agar ikut bersama nya untuk menyerang daerah-daerah yang telah ditaklukan oleh kekaisaran Ming.
tetua Ho ingin Inyoko menambah pengalaman bertarungnya,karena menurut tetua Ho kelak Inyoko akan membutuhkan pengalaman bertarungnya itu untuk menghadapi manusia iblis Ghun Thang.
Inyoko menyanggupi permintaan dari gurunya itu untuk ikut bersama pasukan yang akan bergerak meninggalkan kota Dhu Mai.
hampir semua pendekar muda ikut dalam pasukan itu.
Tak ketinggalan putra mahkota kerajaan Pha Cah juga ambil bagian dalam perang itu,karena sangat ingin merebut dinasti Juryan kembali dari tangan adik tirinya Lha Cah.
semua orang dalam pasukan bersepakat memberikan posisi pimpinan pasukan kepada putra mahkota kerajaan dinasti Juryan itu.
Tetua Phi Thoek bersama dengan tiga orang sepuh suci sekte dan kakek Capuk Gembel tetap tinggal di kota Dhu Mai dan tidak ikut pergi bersama pasukan itu.
Akhirnya separuh dari pasukan gabungan dari negara Paja Bing Nguang dan Dinasti Juryan yang berjumlah sekitar 40 ribu pasukan itu pun berangkat meninggalkan kota Dhu Mai.
Inyoko dengan bantuan Rajawali Dewa Perang mendapatkan tugas khusus sebagai pasukan pendahulu bersama Mai Chen dan jendral besar Mha Lhum Pek.
mereka bertiga berangkat terbang lebih dahulu dari pasukan lainnya dengan Rajawali Dewa Perang untuk mengamati situasi daerah target yang akan mereka taklukan.
dan ini adalah pengalaman pertama bagi jendral Mha Lhum Pek terbang bersama burung rajawali raksasa itu.
Kerajaan Lha Do Khu Tu pada awalnya adalah sebuah kerajaan besar yang sejajar dengan tiga kerajaan lain nya.
akan tetapi seiring berjalannya waktu ketiga kerajaan yang lain terus memperluas wilayah kekuasaannya sehingga menyebabkan kerajaan Lha Do Khu Tu sulit untuk berkembang dan menyaingi kekuatan ketiga negara lain nya.
tentu saja menaklukan kerajaan Lha Do Khu Tu bukanlah sesuatu yang sulit untuk pasukan gabungan yang dipimpin oleh putra mahkota kerajaan Pha Cah itu,karena tidak ada pendekar yang cukup tangguh di kerajaan itu.
Akan tetapi semua menjadi sangat berbeda setelah kekuasaan itu menyerah tanpa syarat kepada kekaisaran Ming dan tentu saja manusia iblis Ghun Thang lah yang ada dibelakangnya.
hal ini lah yang membuat putra mahkota kerajaan Pha Cah tidak berani gegabah dalam penaklukan kerajaan itu.
Dengan menaiki Rajawali Dewa Perang tidak butuh waktu lama bagi rombongan Inyoko untuk sampai di ibukota kerajaan La Dho Khu Tu,kota A Ngek.
Inyoko bersama dua orang temannya itu turun disuatu tempat yang tidak jauh dari gerbang ibukota untuk menghilangkan kecurigaan orang-orang yang ada disana.
__ADS_1
mereka berpakaian seperti pedagang untuk menutupi identitas mereka.
Inyoko dan teman-temannya sempat mengalami sedikit kesulitan dari para penjaga pintu gerbang,ketika akan memasuki gerbang kota itu.
akan tetapi jendral besar Mha Lhum Pek dengan cepat dapat mencarikan solusi untuk masalah mereka tersebut,setelah mengeluarkan beberapa keping emas dan memberikannya kepada para penjaga pintu gerbang itu.
Mha Lhum Pek dengan segudang pengalamannya dapat mengenali jika para penjaga gerbang itu bukanlah para prajurit biasa,melainkan para penjahat yang sudah direkrut untuk menjadi prajurit,sehingga dapat diperdaya dengan kepingan emas.
Memasuki ibukota kerajaan La Dho Khu Tu itu,terlihat suasana sangat sepi.
tidak banyak penduduk kota A Ngek yang berkeliaran.
"Hai kalian bertiga"
"kemarilah"
Ucap seorang pria berpakaian prajurit ditemani sekitar 10 orang prajurit lain nya kepada Inyoko dan teman-temannya.
"Apa yang kalian cari di kota ini"
"apa kah kalian tidak tahu jika seluruh wilayah kerajaan Lha Do Khu Tu kini adalah kekuasaan kaisar An Zung dari Ming"
"kalian harus membayar pajak jika ingin tetap berada di kota ini"
"atau kalian akan seperti mereka"
Sambung pria itu sambil menunjuk kesatu arah di samping nya.
Inyoko dan teman-temannya sangat terkejut melihat ke arah yang ditunjuk oleh pria tersebut.
Terdapat gunungan mayat ditempat itu.
sebuah pemandangan yang menyeramkan.
Inyoko merasa sangat geram dan emosi melihat apa yang kini ada dihadapannya itu,akan tetapi Mha Lhum Pek dengan cepat memegang tangan Inyoko dan menahannya.
__ADS_1