
Semakin lama kepakan sayap Rajawali Dewa Perang itu semakin kencang,dan menimbulkan angin yang cukup kencang pula.
semua orang yang ada didalam ruangan itu masih terdiam sambil memperhatikan apa yang dilakukan oleh Rajawali Dewa Perang.
tak lama kemudian semua orang yang melihat Rajawali Dewa Perang itu sangat terkejut sekali,melihat Rajawali Dewa Perang itu terbang ke atas menghancurkan atap Pagoda Obat dan kemudian berlalu pergi dari pandangan mereka.
Tetua Bu dan para Sepuh Suci Sekte langsung merespon kejadian itu, mereka mengejar Rajawali Dewa Perang lewat atap Pagoda Obat yang telah rusak itu.
kemudian di ikuti oleh Inyoko,Tetua Ho, Kakek Gwen, Dewi Mata Dara serta Mai Chen.
Saat semua orang telah berada di atas atap Pagoda Obat mereka sudah terlambat untuk dapat mengejar Rajawali Dewa Perang,karena hewan itu telah terbang cukup tinggi.
bahkan telah menghilang dibalik awan.
keributan di Pagoda Obat membuat semua anggota sekte Bulan Giok muncul di tempat itu.
Kemudian semua orang yang berada diatas Pagoda Obat turun kebawah dan menatap dengan sorot mata yang tajam dan penuh kemarahan kearah Inyoko serta Tetua Bu yang berdiri berdampingan.
Sorotan mata orang-orang itu sampai membuat nafas Inyoko terasa sesak dan keringat mulai terlihat keluar dari wajah nya.
"maafkan kami ketua Bu"
"meskipun kau adalah ketua Sekte Bulan Giok,tapi ini semua adalah tanggung jawab mu dan bocah itu"
Ucap Sepuh Suci A Jhi Er sambil menunjuk ke arah Inyoko.
"maafkan aku jika aku telah lancang"
"telah ikut campur urusan dalam Sekte Bulan Giok ini"
"tidak seharus nya kita mencari siapa yang salah dalam situasi ini"
"yang kita butuhkan adalah solusi dan jalan keluar"
"aku yakin kita masih bisa menemukan Rajawali Dewa Perang itu dan menahan nya kembali"
Ucap Kakek Gwen mencoba mencairkan suasana.
"ini bukan urusan mu"
"aku tidak akan melepaskan bocah sial ini"
"dia telah melahirkan malapetaka bagi dunia ini"
"aku akan menghukumnya"
jawab Sepuh Suci A Jhi Er.
Dengan penuh nafsu dan emosi tanpa diduga Sepuh Suci A Jhi Er bergerak dengan sangat cepat menuju ketempat Inyoko sambil menghunus pedangnya.
Inyoko yang tadi hanya terdiam,sepertinya tidak akan bisa menghindari serangan itu.
sementara rombongan Tetua Ho sepertinya juga akan terlambat menghadang serangan mendadak dari Sepuh Suci Sekte
__ADS_1
Detak jantung Inyoko berdetak sangat kencang melihat ujung pedang dari Sepuh Suci itu dan sudah sangat dekat dengan nya.
"Apa yang kalian lakukan itu"
"Berhentiiiii"
Suara itu muncul dari atas,terlihat seekor burung besar terbang menukik tajam kearah tempat semua orang sedang berkumpul.
Rajawali Dewa Perang itu ternyata kembali.
Sebuah ledakan terjadi saat Rajawali itu mengeluarkan bola hitam dengan aliran energi yang keluar dari mulut nya.
Semua orang berhasil menghindar dan menyelamatkan diri.
Inyoko masih terdiam ditempat yang sama,sementara Sepuh Suci A Jhi Er mundur beberapa langkah.
Rajawali Dewa Perang itu kini berdiri tepat di sebelah Inyoko.
"sedang apa kalian?"
"mengapa orang tua itu mengeluarkan hawa pembunuh yang sangat besar?"
ucap Rajawali Dewa Perang.
"Kau tahu Inyoko entah kapan terakhir kalinya aku terbang setinggi tadi"
"Badanku rasanya sedikit sakit karena semua persendian ku yang sudah kaku sejak lama"
"satu lagi !!! aku hampir lupa Inyoko"
"Karena Rajawali tidak pernah jalan menuruni tangga"
Sambung Rajawali Dewa Perang yang disambung gelak tawa dari Inyoko,Kakek Gwen dan Dewi Mata Dara,sementara yang lain mencoba menahan tawanya karena masih merasa sangat kesal dan emosi.
Sementara Sepuh A Jhi Er berjalan mendekati Inyoko dan Rajawali Dewa Perang.
didepan Inyoko dan Rajawali Dewa Perang Sepuh A Jhi Er membungkukkan badan.
"Inyoko..."
"Tetua Rajawali"
"maafkan aku"
"Kebencian dan dendam telah meracuni hati ku"
"terimakasih telah menyadarkan dan membuka mata ku"
Ucap Sepuh Suci Sekte A Jhi Er pada Inyoko dan Rajawali Dewa Perang.
"hai bocah jangan lupa kau punya satu janji padaku"
Ucap Sepuh Dha Us pada Inyoko.
__ADS_1
"ya aku masih ingat itu sepuh Dha"
"apa yang kau ingin kan dari ku?"
Tanya Inyoko
"aku sangat ingin membawa cucuku terbang menaiki Rajawali itu,melihat kota Ma Er dari ketinggian"
Jawab Sepuh Suci Sekte itu.
"Rajawali,apakah kau mau membantuku memenuhi janji pada kakek sepuh ini?"
"lagi pula aku juga ingin merasakan terbang tinggi bersamamu".
Pinta Inyoko pada Rajawali Dewa Perang.
"Bukan kah kita teman"
"kau yang mengatakan itu padaku"
"Kewajiban ku sebagai teman untuk membantumu Inyoko"
Jawab Rajawali Dewa Perang.
"Bolehkah aku pergi sebentar?"
"ada suatu urusan di masa lalu yang belum ku selesai kan"
"Besok setelah matahari terbit aku akan kembali menjemput mu dan cucu pak tua itu"
Pinta Rajawali Dewa Perang pada Inyoko.
Inyoko lalu menyampaikan permintaan Rajawali Dewa Perang itu pada Tetua Bu dan para Sepuh Suci Sekte.
dan mereka pun memberikan izin pada Rajawali itu walaupun masih ada sedikit rasa ragu dalam hati mereka.
Rajawali Dewa Perang itu lalu terbang tinggi menuju suatu tempat yang cukup jauh.
tapi dengan kemampuan nya tempat yang jauh itu tentu bukanlah suatu masalah untuk nya.
Tempat yang ingin di tuju Rajawali Dewa Perang itu adalah sebuah makam di atas puncak gunung.
sebuah makam tak bernama.
Hanya Rajawali Dewa Perang yang tahu makam itu milik siapa.
makam itu adalah makam nya Bho Lut Wong sang Dewa Perang.
Manusia yang pernah menjadi temannya.
Rajawali Dewa Perang berdiri disamping makam,pandangan nya sayu menatap makam itu.
Rajawali itu bercerita diatas makam itu tentang apa yang telah di lalui nya selama ini.
__ADS_1
terlihat jelas,kalau Bho Lut Wong adalah sosok yang sangat penting dalam hidup nya.
dan kini Rajawali Dewa Perang itu seperti menemukan kehidupan yang baru setelah bertemu dengan Inyoko.