
tetua ho kemudian mengeluarkan sebuah pedang dari balik jubah nya.
"bawalah ini bersama perjalanan mu bocah".
"terimakasih kau sudah peduli pada tua bangka ini"
tetua ho berkata sambil tersenyum lemah.
Inyoko memulai perjalanan nya dengan tekad yang kuat,meskipun dia belum pernah sampai ke gunung salju abadi,dan bahaya apa yang akan dia temukan diperjalanan.
bagi inyoko saat ini tetua ho adalah orang paling penting dalam hidup nya,meskipun baru mengenal tetua itu dalam waktu yang singkat.
Hari sudah mulai siang, inyoko memutuskan untuk istirahat sejenak,setelah setengah hari terus berjalan cepat tanpa henti melintasi hutan rimba.dia duduk menyandarkan punggung nya pada sebuah pohon besar, sambil mengeluarkan sebuah botol air dari balik jubah jelek dan kumal milik nya.
"aku tidak boleh terlalu lama istirahat,perjalanan ku masih cukup jauh,waktu begitu berharga untuk kesembuhan tetua ho"
inyoko bergumam dalam hati.
ketika hendak bangkit meneruskan perjalanan nya inyoko dikejutkan oleh kedatangan sesosok hewan buas....
"arrgh...arrgh..." hewan buas itu mengaum.
"mahluk apa ini ?"inyoko bertanya dalam hati.
seumur hidupnya inyoko tidak pernah keluar dari kota naga...sehingga inyoko tidak banyak tahu tentang dunia luar.
saat ini di hadapan inyoko berdiri sosok harimau putih.
bagi bangsa Ming harimau putih dianggap sebagai hewan dewa karena harimau putih termasuk harimau langka dan sangat sulit untuk ditemukan.
harimau putih itu menatap inyoko dengan tajam,dan perlahan mulai bergerak mengelilingi inyoko.
firasat nya mengatakan kalau saat ini situasi ini akan berbahaya bagi jiwa nya, dengan cepat inyoko mengeluarkan pedang yang diberikan tetua ho.
inyoko bingung bagaimana menghadapi situasi ini.harimau putih itu mulai membuka mulut nya dan memperlihatkan taring nya ya tajam,seperti menyampaikan pesan kepada inyoko bahwa harimau putih itu ingin memangsa inyoko.
harimau putih itu melompat mencoba menerkam inyoko, dengan cepat inyoko menghindar meskipun dengan kesulitan.
tangannya bergetar hebat,inyoko menyadari harimau putih itu sangat berbahaya dan mengancam nyawanya.
__ADS_1
belum hilang kecemasan nya harimau putih itu kembali melompat lebih tinggi dari yang sebelumnya,bahkan melampaui kepala inyoko.
inyoko dipenuhi rasa ketakutan yang luar biasa, seolah-olah malaikat maut akan datang mencabut nyawa nya.
ditengah ketakutan nya inyoko mengangkat pedang nya keatas,dengan tidak sengaja melukai bagian perut harimau putih itu.
setelah itu harimau putih itupun terjatuh ketanah.
perasaan inyoko bercampur aduk,getaran tangan nya yang sedang memegang pedang pun tak juga mau berhenti.
"apakah mahluk ini akan kembali menyerang ku?" inyoko bertanya dalam hati.
harimau putih yang telah tersungkur ditanah itu tak dapat bangkit lagi,harimau putih itu hanya sesekali mangaum seolah berteriak akan kesakitan yang diderita nya.
melihat harimau putih itu sudah tidak sanggup untuk bangkit kembali,inyoko berniat untuk segera pergi melanjutkan perjalanannya.
inyoko pun memulai melanjutkan perjalanan nya,meninggalkan harimau putih yang terluka itu.
setelah beberapa jauh berjalan,muncul rasa iba inyoko mengingat nasib harimau putih itu.
pikiran nya berkecamuk,ia ingin kembali dan mengobati luka harimau putih itu,tapi bathin nya seolah menolak melakukan nya setelah mengingat kengerian yang dihadirkan harimau putih itu.
"ahhhhh,sudah lah...aku akan kembali ketempat itu,mahluk itu senasib dengan ku yang hidup sebatang kara" bisik nya dalam hati.
inyoko mengambil sebatang ranting dan menyentuh kan nya ke kaki harimau putih itu.
"apakah mahluk ini sudah mati ?"
bidik nya dalam hati.
mahluk itu masih tetap tak bergerak dengan mata yang tertutup.
inyoko kembali mendekati harimau putih itu,kini ia tepat berada di samping harimau putih yang terkapar itu.
inyoko mulai memperhatikan tubuh harimau putih yang terkapar itu.
inyoko terkejut melihat tubuh putih itu dipenuhi dengan luka.
"sepertinya mahluk ini sudah terluka parah sebelum bertemu denganku"
__ADS_1
"sungguh malang mahluk ini" ucapnya dalam hati.
"aaarrrghhh..."
suara auman itu mengejutkan inyoko.
ternyata harimau putih itu masih hidup,tapi dalam kondisi yang sangat lemah,bahkan menggerakkan badannya sudah tidak sanggup lagi...
"tuu...tuu..tuuut...tunggu disini teman,aku akan mencarikan obat untuk luka mu"
inyoko berkata penuh dengan ketakutan.
inyoko segera berlari disekitar tempatnya dan harimau putih itu berada.
inyoko mencoba mencari tanaman-tanaman obat yang dapat menolong harimau putih itu.
secara kebetulan terdapat banyak tanaman obat untuk luka disekitar tempat itu.
inyoko mengenal beberapa tanaman obat sederhana saat mencuri dengar pelajaran di sekolah anak-anak bangsawan di kota naga.
dengan cepat inyoko mengolah tanaman tersebut menjadi ramuan obat.
dengan sangat hati-hati dan penuh rasa takut, inyoko mengoleskan ramuan tanaman obat itu pada luka-luka yang ada ditubuh harimau putih itu.
sesekali harimau itu menggerakan bagian tubuhnya,seolah memberi tahu rasa sakit yang dirasakan nya.
tak lama akhirnya inyoko sudah mengiles semua luka di tubuh harimau itu dengan ramuan tanaman obat.
inyoko berjalan menuju sungai yang tidak jauh dari tempat itu.
dengan teknik yang diadapatkan nya, inyoko dengan mudah menangkap beberapa ekor ikan.
ia letak kan ikan-ikan itu diatas sebuah daun yang lebar dan menaruh nya di hadapan harimau putih yang terluka itu.
"teman hanya ini yang bisa aku bantu,berbaring lah terus sampai luka mu sedikit membaik"inyoko berkata sambil meletakkan ikan-ikan itu.
"aku harus pergi dan melanjutkan perjalanan ku".
"aku harus menyelamatkan orang yang paling penting dalam hidupku"
__ADS_1
"semoga kau akan baik-baik saja teman"
inyoko berkata kepada harimau putih itu sambil berlalu pergi melanjutkan perjalanan nya mencari bunga mawar biru di puncak gunung salju abadi.