Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Hati Rajawali dan Sepuh Suci


__ADS_3

Tetua Bu mulai ingat dengan harapan pendahulu nya,jika suatu saat Rajawali itu berubah menjadi baik kembali.


Dan kini Inyoko lah yang berhasil melakukan apa yang tidak pernah bisa dilakukan oleh Tetua Bu dan para pendahulunya.


Sebenarnya terjadi pergolakan batin pada diri Tetua Bu.


Tetua Bu memiliki dendam yang mendalam pada Rajawali itu.


tapi di satu sisi para leluhurnya memiliki harapan yang tinggi pada Rajawali itu.


Sesaat kemudian,Tetua Bu tersadar,jika dia masih menyimpan dendam,terus apa bedanya dia dengan Rajawali Dewa Perang itu.


"Baiklah,aku memberikan izin untuk melepaskan Rajawali itu"


"akan tetapi izin dariku saja tidak cukup"


"Sekte Bulan Giok memiliki aturan yang tidak boleh kita langgar"


"apalagi ini menyangkut keputusan soal Rajawali dan Pagoda Obat"


"para Sepuh Suci Sekte juga punya hak untuk menentukan"


Jawab Tetua Bu pada Inyoko.


Sepuh suci sekte terdiri dari tiga orang yang pernah menjabat sebagai ketua sekte Bulan Giok.


Sepuh suci sekte hanya dilibatkan dalam pengambilan keputusan-keputusan khusus.


dan masalah Pagoda Obat adalah salah satu nya.dan masalah inti nya karena dalam Pagoda Obat tingkat ketiga lah Rajawali Dewa Perang kini ditahan.


Inyoko dan Tetua Bu segera turun dari Pagoda Obat,menuju aula Sekte Bulan Giok.


di Sekte Bulan Giok Tetua Ho bersama Kakek Gwen, Dewi Mata Dara dan Mai Chen sedang berbincang-bincang sambil menikmati teh ginseng hijau milik Sekte Bulan Giok.


sementara Kakek Cha Puk Gembel, Phi Thoek, Kuanyu dan Tetua Gha Ek telah kembali ke Sekte mereka masing-masing.


mempersiapkan kekuatan mereka,dan berencana akan bertemu di markas Sekte Pedang Gunung dalam waktu 7 hari ke depan.


Sedangkan Jendral Besar Nong Chan masih melakukan pemulihan di ruangan khusus pengobatan Sekte Bulan Giok.


Semua yang ada di aula itu tertegun ketika melihat Inyoko yang telah pulih muncul bersama dengan Tetua Bu.


Sosok Inyoko terlihat sedikit berbeda.


Aura yang dipancarkan nya membuat Inyoko terlihat lebih tenang dan berwibawa.


"Guru..."


"Kakek Gwen..."


"Dewi..."


"Saudara Mai..."


"maafkan aku yang telah menyusahkan kalian semua"


Ucap Inyoko membuka percakapan di aula itu.


"sudahlah jangan terlalu kau pikirkan"


"Mengapa aku merasa,sekarang kau terlihat lebih tampan Inyoko"


"Seandainya aku seumuran dengan mu,aku mau ada nama marga mu dibelakang nama ku"

__ADS_1


Jawab Dewi Mata Dara sedikit centil menggoda Inyoko.


"Dasar perempuan genit"


"apakah kau tidak sadar bocah itu sepantas nya jadi anak dari cucu mu"


Balas Kakek Gwen ketus dan terlihat sedikt kesal.


"Guru,kau terlihat sedikit terbakar cemburu"


"membuat ruangan ini menjadi terasa panas"


Tetua Ho mulai menggoda guru nya itu.


sementara Kakek Gwen menjadi kikuk dan salah tingkah.


"Para Tetua..."


"Maafkan aku telah lancang"


"ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan kalian dan Sepuh Suci Sekte"


"berkaitan dengan Inyoko dan Sekte Bulan Giok"


Ucap Tetua Bu,merubah suasana yang tadi sedikit cair menjadi serius.


"Apa yang kau maksud berhubungan dengan muridku dan Sekte Bulan Giok, Tetua Bu?"


Tetua Ho menjadi penasaran.


"Sebaiknya kita tunggu para Sepuh Suci Sekte datang terlebih dahulu"


Jawab Tetua Bu sambil memberikan perintah pada anggota Sekte nya untuk menjemput tiga orang Sepuh Suci itu.


Sepuh Suci Dha Us


Sepuh Suci Khu Dung


Sepuh Suci A Jhi Er


"Ada hal penting apa yang ingin sampai kab kepada kami Ketua Bu?"


Sepuh Suci A Jhi Er memulai percakapan dengan wajah serius.


"Kami sudah terlalu tua,mengapa kau masih membuat kami ini menjadi repot Ketua"


Sambung Sepuh Suci Dha Us.


Sepuh Suci yang tertua diantara dua sepuh yang lain.


"ya kau sudah mencuri waktu dari cucuku,aku sudah berjanji akan menemaninya memancing hari ini"


"andai yang ingin kau sampaikan ini sesuatu yang tidak penting,akan aku minta cucuku memukul kepalamu Ketua Bu"


Sepuh Suci Khu Dung berkelakar.


Tetua Ho dan yang lain nya hanya diam memperhatikan ketiga Sepuh Suci Sekte itu.


mereka dapat melihat kalau ketiga Sepuh Suci itu memiliki ilmu yang cukup tinggi.


kecuali Inyoko, karena dengan ilmu nya yang masih mentah,dia tidak dapat mengenali tingkat kekuatan seseorang.


"sebelum nya perkenalkan para tamu kita ini para sepuh"

__ADS_1


Jawab Inyoko sambil memperkenalkan satu persatu rombongan yang ada di aula itu, termasuk Jendral Besar Nong Chan yang masih berada di kamar pemulihan Sekte Bulan Giok.


"Masalah ini menyangkut Pagoda Obat tingkat ketiga"


"kalian para sepuh tentu paham dengan apa yang ku maksud"


Tetua Bu mulai membuka pembicaraan itu.


Raut wajah semua sepuh menjadi berubah lebih serius setelah Tetua Bu menyebut Tingkat ketiga Pagoda Obat Sekte Bulan Giok.


tentu saja para Sepuh tau yang dimaksud Tetua Bu itu ada kaitan nya dengan Rajawali Dewa Perang yang tertahan disana.


"ya..."


"beberapa jam yang lalu aku mengajak anak muda ini masuk ke Pagoda Obat untuk mengobati nya"


"dan aku membawanya sampai ke tingkat ketiga Pagoda Obat"


"bocah ini telah bertemu dengan Rajawali Dewa Perang yang telah kita tahan dalam Pagoda Obat tingkat ketiga"


"bocah ini menceritakan tentang pertemuan nya dengan Rajawali itu"


"keluar dari tempat itu,bocah ini meminta ku untuk melepas kan Rajawali Dewa Perang"


Tetua Bu coba menjelaskan tentang situasi tingkat ketiga Pagoda Obat pada semua orang yang ada di aula Sekte Bulan Giok.


Semua orang menjadi sangat terkejut mendengarkan apa yang baru saja di ucapkan oleh Tetua Bu.


Ketiga orang Sepuh Suci Sekte melihat tajam ke arah Inyoko.


seolah-olah mereka menyimpan dendam yang begitu dalam pada Inyoko.


"maafkan aku yang lemah ini telah lancang pada semua Tetua dan para Sepuh Suci"


"aku hanya ingin Rajawali itu dilepaskan dan menjadi temanku"


"Kami telah berbicara banyak saat,aku ada alam Pagoda Obat"


"Rajawali itu sudah sangat menderita,aku mohon kebaikan hati semua Tetua dan Para Sepuh"


Ucap Inyoko dengan tenang,tapi Inyoko tidak memberitahukan perihal cincin Jantung Rajawali Dewa Perang pada semua orang yang ada di aula itu,kecuali hanya Tetua Bu yang mengetahuinya.


Tetua Ho, Kakek Gwen,Dewi Mata Dara sudah pernah mendengar tentang Legenda Rajawali Dewa Perang seakan tidak bisa percaya dengan ucapan Inyoko.


hanya Mai Chen lah yang tidak pernah mendengar tentang cerita Legenda Rajawali Dewa Perang itu,karena umur nya yang masih seusia dengan Inyoko.


"Aku tidak akan memberikan Segel milik ku untuk membebaskan monster itu"


Jawab Sepuh Suci A Jhi Er.


Sama seperti Tetua Bu sebelum nya,Sepuh Suci A Jhi Er memiliki perasaan dendam yang begitu dalam pada Rajawali Dewa Perang,karena bencana di masa lalu yang pernah diciptakan nya pada Kota Ma Er dan Sekte Bulan Giok.


"Saudara Jhi Er,tenangkan dirimu"


"kita semua keluarga besar Sekte tentu tidak akan lupa dengan darah yang telah ditumpahkan oleh Rajawali dewa Perang di kota ini"


"tapi tidak kau ingat dengan pesan leluhur yang tertulis di pintu tingkat ketiga Pagoda Obat,mereka para leluhur mempercayai bahwa dendam Rajawali Dewa Perang akan hilang suatu saat nanti"


"dan menurut ketua Bocah ini sepertinya berhasil menyentuh hati Rajawali itu"


Balas Sepuh Dha Us yang terdengar lebih bijaksana.


Semua orang hanya terdiam termasuk para Sepuh Suci Sekte memikirkan apa yang akan mereka putuskan tentang permintaan Tetua Bu Ketua Sekte Bulan Giok.

__ADS_1


__ADS_2