Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Tinju Langit Raja Pengemis


__ADS_3

Perlahan-lahan serangan-serangan dari kakek gwen mulai dapat diredam oleh inyoko.


meskipun pukulan kakek gwen tetap mengenai nya tapi tidak ada satupun yang benar-benar telak mengenai inyoko.


hingga akhirnya inyoko dapat benar-benar menghindari serangan dari kakek gwen.


"Insting bocah ini semakin tajam"


"belum genap satu hari jurus tarian dewa pengemis sudah dapat dikuasainya dengan baik"


"anak ini benar-benar bocah ajaib"


kakek gwen berbisik dalam hati.


"hei bocah jangan kau pikir menguasai teknik untuk menghindar saja sudah cukup"


"kau harus memiliki keinginan menyerang yang kuat"


"pendekar tangguh itu bukan dinilai dari banyak jurus yang dikuasai nya"


"tapi seberapa cepat dia dapat mengalahkan lawan nya"


"kau harus ingat itu bocah"


"berlatih lah meningkatkan kemampuan tenaga dalam mu"


"setelah gelap kembali lah ke pinggir sungai"


"besok hari terakhir menjelang prrjanjian duel mu kau harus bisa menguasai jurus kedua dari kitab cu cirian itu"


ucap kakek gwen.


Kakek gwen pun berlalu kembali ke pinggir tempat tetua ho dan dewi mata dara berada.


sementara inyoko melatih tenaga dalam nya ditemani oleh harimau putih.


"bagaimana keadaan nya?"


kakek gwen bertanya keadaan tetua ho yang terlihat sedang tertidur,kepada dewi mata dara.


"saat ini kondisinya sudah jauh lebih baik dan lebih stabil"


"tadi aku memberikan nya bisa penyembuh Pertapa ular milik ku"


"tapi luka dalam nya memang sepertinya sudah tidak dapat di sembuhkan lagi"


jawab dewi mata dara.


"bagaimana dengan inyoko?"


dewi mata dara lanjut bertanya kepada kakek gwen.


"hmmmm"

__ADS_1


"bocah ini memang penuh misteri"


"aku belum pernah melihat bakat manusia setinggi itu"


"belum genap satu hari bocah itu telah menguasai jurus pertama dari kitab ilmu cu cirian"


"kini ku tinggalkan dia disana untuk melatih tenaga dalam nya"


"sebelum bocah itu belajar jurus kedua kitab ilmu cu cirian"


Didalam hutan ditemani harimau putih inyoko terlihat inyoko duduk bersila di awah sebuah pohon.


hari sudah mulai senja.


Inyoko terlihat mengatur pola pernapasan nya dan nampak sangat fokus.


itu semua dilakukan nya untuk mendapatkan tenaga dalam yang lebih besar dari pada sebelum nya.


tepat ketika matahari terbenam inyoko telah berhasil meningkatkan kemampuan tenaga dalam nya.


Hari sudah mulai gelap,inyoko segera kembali ke pinggir sungai tempat para sepuh berada,dan di ikuti oleh harimau putih.


Dipinggir sungai dewi mata dara telah menyiapkan perapian dan ditemani oleh tetua ho yang sudah bangun dari tidur nya ,sementara kakek gwen keluar dari sungai membawa beberapa ekor ikan dengan ukuran yang lumayan besar.


"kau sudah kembali nak"


"kemarilah"


tetua ho meminta inyoko mendekat kepadanya.


"apakah kini sudah lebih baik"


inyoko bertanya penuh rasa sedih melihat orang tua yang ada dihadapannya.


"aku akan baik-baik saja"


"kau tenang saja inyoko"


"sekarang duduk lah disini tepat didepan ku"


tetua ho kembali meminta.


Tanpa bertanya inyoko langsung duduk bersila berhadapan dengan tetua ho.


tetua ho menotok beberapa bagian organ vital inyoko.


tujuan tetua ho agar inyoko dapat meningkatkan tenaga dalam yang dimiliki nya.


menurut tetua ho,walaupun inyoko sudah berhasil meningkatkan tenaga dalam sebelumnya,tapi itu belum cukup untuk dapat mempelajari jurus kedua kitab cu cirian.


Jurus kedua kitab cu cirian adalah "Pukulan Pengemis Suci"


Tetua ho tidak berniat menurunkan ilmu yang didapatnya dari kakek gwen kepada inyoko,karena berharap kelak kakek gwen sendiri yang akan mengajarkan nya kepada inyoko.

__ADS_1


Setelah selesai melakukan totok energi,kini inyoko terlihat sedikit berbeda,terutama pada bagian-bagian otot tubuhnya yang kelihatan sedikit lebih membesar.


Tak terasa ikan yang dibawa kakek gwen tadi telah selesai dibakar oleh dewi mata dara di perapian.


Ke empat orang itu kemudian menyantap ikan bakar itu dipinggir sungai.


sementara harimau putih menyantap ikan mentah yang di berikan oleh kakek gwen.


Setelah selesai makan.


Tetua ho berdiri,


"inyoko tolong kau perhatikan ini"


tetua ho meminta inyoko.


Kemudian tetua ho memperagakan gerakan sebuah jurus.


jurus " Tinju Langit Raja Pengemis ".


sebenarnya jurus ini hanya dapat dimiliki oleh ketua sekte pengemis suci.


bahkan Kuan yu murid pertama tetua ho yang kini menjadi ketua sekte pengemis suci belum menguasai jurus ini dengan sempurna.


Semua orang terpana dengan gerakan-gerakan jurus yang diperlihatkan oleh tetua ho , meskipun beliau dalam keadaan yang tidak sehat.


"kau memang murid terbaik ku"


gumam kakek gwen dalam hati.


beberapa gerakan jurus Tinju Langit Raja Pengemis yang di perlihatkan tetua ho, menghancurkan beberapa batu besar dipinggir sungai itu akibat terkena efek pukulan jurus itu.


setelah beberapa saat tetua ho selesai memperlihatkan jurus tinju langit raja pengemis pada inyoko.


tetua ho meminta inyoko untuk memperagakan jurus itu.


salah satu tujuan tetua ho menotok beberapa bagian organ vital inyoko adalah untuk jurus ini selain untuk mempelajari kitab cu cirian.


Inyoko segera berdiri dan melakukan apa yang diminta oleh tetua ho.


semua orang yang ada ditempat itu dibuat kagum oleh inyoko yang bisa memperagakan tinju langit raja pengemis milik tetua ho.


meskipun tenaga jurus yang dikeluarkan oleh inyoko tak sebesar yang di keluarkan oleh tetua ho sebelum nya.


tidak terlihat batu-batu disekitar sungai yang hancur akibat tinju langit raja pengemis yang digunakan inyoko.


karena memang jurus tinju langit raja pengemis membutuhkan tenaga dalam yang besar untuk mendapatkan hasil yang sempurna.


Tampak rasa puas di wajah tetua ho.


melihat perkembangan yang telah didapat kan oleh inyoko.


dalam benak tetua ho terlintas...

__ADS_1


"suatu saat aku yakin kau akan menjadi tokoh penting dunia persilatan ".


__ADS_2