
Melihat kondisi sepuh suci sekte Khu Dung yang sudah tidak berdaya itu membuat pasukan kekaisaran Ming bernafsu untuk menghabisinya.
"tetua sepuh dalam situasi yang berbahaya,kita harus segera membantunya"
ucap salah seorang pendekar pemanah yang berdiri diatas tembok kota,setelah melihat kondisi sepuh Khu Dung dari kejauhan.
Dalam sekejap pendekar pemanah itu mengarahkan anak panahnya pada setiap prajurit yang hendak menyerang sepuh Khu Dung.
untuk sementara waktu sepuh suci sekte bulan giok itu selamat dari maut.
Sementara itu kondisi ditempat pertarungan dengan manusia iblis Ghun Thang tidak jauh berbeda.
kelompok tetua Phi Thoek dan tetua Gha Ek yang telah bergabung terlihat sudah tidak berdaya menghadapi kekuatan manusia iblis Ghun Thang.
bahkan tetua Gha Ek dan tetua Bu terlihat terkapar tidak sadarkan diri.
saat semua orang aliran putih yang berada dalam pertempuran itu telah patah semangat dan kehilangan harapan, tiba-tiba muncul kepulan debu dari arah pasukan kekaisaran Ming yang paling belakang,tepatnya di tempat para pasukan penjaga kaisar An Zung.
dari balik kepulan debu itu berkibar panji-panji dinasti Juryan.
Bantuan yang diharapkan oleh semua orang sekte aliran putih yang berada di kota Dhu Mai akhirnya tiba.
Tetua Ho,sepuh suci sekte A Jhi Er,kakek Gwen dan Jendral besar dinasti Juryan Mha Lhum Pek segera bergerak menuju tempat pertarungan antara para jagoan aliran putih dan manusia iblis Ghun Thang,setelah bertemu dengan sepuh Khu Dung yang dibantu oleh Kha Chan.
Situasi menjadi berbalik saat Mai Chen bersama para jagoan dinasti Juryan menyapu para pasukan kekaisaran yang berada disekitar kaisar An Zung.
menyadari kaisar An Zung dalam bahaya membuat manusia iblis Ghun Thang berniat untuk menyelamatkan sang kaisar.
akan tetapi niat nya itu dihentikan oleh kelompok tetua Ho yang baru saja tiba dihadapannya.
Keberadaan kakek Gwen yang merupakan pendekar pertapa membuat pertarungan kali ini menjadi sedikit seimbang.
tapi tetap saja untuk membuat manusia iblis Ghun Thang terluka masih saja merupakan sesuatu yang sedikit sulit.
__ADS_1
"Seandainya saat ini Dewi Mata Dara ada disini, mungkin hasilnya akan berbeda"
"iblis ini benar-benar kuat"
Kakek Gwen bergumam dalam hati.
Kakek Gwen, tetua Ho,sepuh A Jhi Er dan jendral Mha Lhum Pek secara bersamaan menyerang manusia iblis Ghun Thang dengan kekuatan tenaga dalam mereka.
Ghun Thang bertahan dengan tenaga yang dimilikinya.
tenaga dalam mereka saling bertemu dan beradu,seketika tempat pertarungan mereka mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata,hingga akhirnya ledakan terjadi akibat benturan tenaga dalam yang dahsyat itu.
seketika cahaya yang menyilaukan itupun lenyap bersama dengan sosok manusia iblis Ghun Thang.
Dalam waktu sekejap manusia iblis Ghun Thang telah berada di tempat kaisar An Zung.
hampir semua tempat yang dilewatinya menuju tempat kaisar An Zung tergeletak mayat-mayat para pendekar aliran putih.
Jendral Mha Lhum Pek berniat mengejar manusia iblis Ghun Thang,akan tetapi niatnya itu dihalangi oleh kakek Gwen.
"dia tidak akan gegabah untuk kembali bertarung dengan kita,karena posisi kaisar An Zung akan berada dalam bahaya jika ditinggalkan nya"
"Iblis itu masih membutuhkan pengaruh kaisar An Zung untuk mewujudkan keinginannya"
Ucap kakek Gwen.
Ternyata apa yang di perkirakan oleh kakek Gwen itu benar,manusia iblis Ghun Thang meminta kaisar An Zung untuk menarik seluruh pasukannya dari pertempuran dan memilih mundur meninggalkan kota Dhu Mai.
karena sangat akan sulit bagi Ghun Thang bertarung menghadapi para tokoh kuat aliran putih bersamaan dengan menjaga keselamatan sang kaisar,karena dua orang prajurit terkuatnya Sha Rok dan Ahm Peh yang telah tewas ditangan kakek Cha Puk Gembel dan sepuh Khu Dung.
"Hahahahha"
"hari ini dewa maut masih mengampuni nyawa kalian"
__ADS_1
"seandainya saja kaisar tidak ada disini,kalian semua hanya akan jadi tumpukan bangkai manusia"
Ucap manusia iblis Ghun Thang dalam hati dengan wajah tersenyum.
Setelah pertempuran itu kedua belah pihak sama-sama mengalami kerugian yang cukup besar.
pihak kekaisaran Ming kehilangan hampir separuh pasukannya ditambah lagi tewasnya dua prajurit kuat murid dari manusia iblis Ghun Thang,Sha Rok dan Ahm Peh.
enam dari tujuh peralatan tempur andalan mereka yaitu menara pelontar bom setan mereka juga mengalami rusak parah dan akan membutuhkan waktu yang sedikit agak lama untuk memperbaikinya.
Sementara itu negara baru Paja Bing Nguang juga mengalami banyak kerugian setelah perang itu.
tidak sedikit para pendekar aliran putih yang gugur dalam peperangan tersebut,serta tembok kota Dhu Mai yang menjadi benteng pertahanan mereka pun mengalami kerusakan cukup parah.
Kha Chan dan Mai Chen bersama para anggota sekte bulan giok terlihat sedang mengumpulkan para pendekar yang terluka akibat perang itu,dan membawa mereka masuk kedalam kota untuk segera diberikan pengobatan.
Sementara itu tetua Phi Thoek dan para tokoh besar aliran putih lainnya menyambut putra mahkota kerajaan dinasti Juryan Pha Cah dan pejabat-pejabatnya dalam sebuah ruangan yang sebelumnya merupakan gedung pemerintahan kota Dhu Mai.
"Saudara Phi,maafkan kami terlambat datang memberikan bantuan kepada kalian"
Ucap putra mahkota kerajaan Pha Cah kepada tetua Phi Thoek pemimpin negara Paja Bing Nguang membuka percakapan dalam ruangan itu.
"Tidak yang mulia putra mahkota dinasti Juryan"
"kami seharusnya sangat berterima kasih atas bantuan yang anda berikan"
"kami tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi jika para pasukan dinasti Juryan tidak membantu kami"
Balas tetua Phi Thoek penuh sungkan.
Perbincangan di ruangan itu berlanjut dengan membahas tentang manusia iblis Ghun Thang dan kekuatannya serta rencana mereka untuk menghadapi teror yang akan diciptakan oleh manusia iblis itu.
menurut mereka meskipun dinasti Juryan dan negara baru Paja Bing Nguang menyatukan kekuatan,belum cukup untuk menghadapi kekuatan kaisar Ming dan manusia iblis Ghun Thang dengan semua pendekar aliran hitamnya.
__ADS_1
mereka semua berharap dan menantikan kabar baik dari kelompok Dewi Mata Dara yang sedang berada di Negara Timur Jauh Ham Pai,dan meminta mereka untuk mau bergabung meghadapi kekaisaran Ming.