Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Tamu Istana Juryan


__ADS_3

Suasana pagi ini di tanah Bha So dikediaman kepala suku Awai terasa sedikit sunyi dan hening,semua orang masih tertidur pulas meskipun matahari telah menunjukan wujudnya.


mereka semua terlihat kelelahan setelah semalaman berpesta merayakan kemenangan mereka,dan menyambut kedatangan Inyoko.


karena pesta dan perayaan adalah budaya yang sudah melekat kuat dalam kehidupan rakyat Negri Timur Jauh Ham Pai.


Sementara itu di istana Dinasti Juryan...


Jendral besar Mha Lhun Cek dan terlihat sangat emosi dan sedih setelah mengetahui adiknya Jendral Mha Lhum Pek dan seluruh penduduk kota Shu Lik A Yia tewas dibantai dengan kejam oleh pasukan Kekaisaran Ming yang dipimpin oleh Jun Ben Dhol.


Seminggu telah berlalu semenjak kematian Jendral Mha Lhum Pek di wilayah kota Shu Lik A Yia.


"menurut laporan para prajurit mata-mata,pasukan Kekaisaran Ming telah menghancurkan empat kota yang mereka lalui"


"mereka membantai semua penduduk kota yang mereka lewati tanpa rasa belas kasihan sedikitpun"


Jelas Jendral Besar Mha Lhun Pek melapor pada putra mahkota kerajaan Pha Cah.


"aku tidak menyangka pasukan Kekaisaran Ming begitu keji"


"aku telah gagal menjaga negri ini dan rakyatnya"


"maafkan aku ayah"


ucap Pha Cah penuh rasa sedih dan penyesalan.


"Lapor Jendral"


"kami baru saja menangkap beberapa orang yang mencurigakan di tembok perbatasan ibu kota"


Ucap salah seorang prajurit memecah suasana di dalam istana.


"situasi negara kita sedang tidak baik"


"aku sangat bangga sekali dengan apa yang telah kalian lakukan,sekarang cepat bawa para tahanan itu kesini"


Jendral Besar Mha Lhun Phek memberikan perintah kepada prajuritnya.


Prajurit itu kemudian bergegas menjemput sekelompok orang yang telah ditahannya,dan membawa mereka kehadapan Jendral Mha Lhun Pek dan putra mahkota Pha Cah.


ternyata yang ditangkap oleh para prajurit itu adalah rombongan Tetua Ho, Kakek Gwen,Sepuh Suci Sekte A Jhi Er dan Mai Chen.


"Hahahahah"


"akhirnya kami bisa masuk ke istana ini dan bertemu langsung dengan dua pria penting di Dinasti Juryan"


"terimalah salam hormat kami putra mahkota Pha Cah dan Jendral Besar Mha Lhun Pek


Sapa Tetua Ho.


"siapa kalian?"


"apa tujuan kalian datang ke negri kami?"

__ADS_1


"Negri ini dalam situasi yang tidak baik"


"aku tidak akan membiarkan siapapun membuat kekacauan di negeriku ini"


Ucap Jendral Besar Mha Lhun Pek sambil mengeluarkan aura energi sangat besar yang membuat ruangan itu terasa sesak.


"ternyata si rubah tua Rhu Tiang tidak salah mengambil murid"


"kau benar-benar sangat kuat sekali jendral muda"


"tidak salah jika Dinasti Juryan ini bergantung kepada mu"


Jawab Tetua Ho.


"kau...."


"siapa kau sebenarnya?"


"bagaimana mungkin kau mengetahui tentang guru Rhu Tiang"


"bahkan tidak ada satupun orang di Dinasti ini yang mengenal guru ku itu"


Ucap Mha Lhun Pek merubah nada bicaranya menjadi penuh penasaran dengan sosok tetua Ho.


"Aku hanya lah seorang pengelana tua,yang pernah menjadi teman seperjalanan guru mu itu"


Jawab Tetua Ho sambil menunjukan sebuah belati dari balik jubah nya.


tentu saja Mha Lhun Pek dan orang-orang di istana Dinasti Juryan sangat mengenal belati itu.


"belati kebesaran milik keluarga bangsawan Mha"


"ini kepunyaan mu bukan?"


"Gurumu itu berpesan kepadaku,jika suatu hari aku berkelana ke negri ini dan mendapatkan masalah,maka belati ini akan menyelamatkan ku"


"aku harap perkataan gurumu itu benar hari ini"


sambung Tetua Ho.


Jendral Besar Mha Lhun Pek kemudian mendekati Tetua Ho dan mengambil belati itu.


Mha Lhun Pek sangat terkejut setelah melihat belati yang baru saja diambilnya itu.


benar saja belati itu adalah belati yang pernah dia berikan kepada gurunya.


"aku tidak bisa mempercayai ceritamu begitu saja"


"bisa saja belati ini telah kau curi dari guru ku"


"atau jangan-jangan kau telah mencelakai guruku"


Ucap Mha Lhun Pek penuh dengan emosi,dan tanpa diduga langsung menyerang Tetua Ho.

__ADS_1


Tetua Ho salah satu dari tiga orang pendekar terkuat aliran putih di Kekaisaran Ming tentu saja dengan cepat dapat menghindari serangan dari Mha Lhun Pek.


tidak ingin menimbulkan kerusakan didalam ruangan istana itu,Tetua Ho melompat mundur keluar dari ruangan itu.


pertarungan sudah tidak dapat dielakkan lagi.


Mha Lhun Pek memerintahkan kepada para prajuritnya untuk tidak ikut campur dalam pertarungan mereka.


Mha Lhun Pek cukup percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya dapat mengalahkan seorang Tetua Ho.


Kedua orang itu saling beradu jurus tingkat tinggi dan berlangsung seimbang,membuat semua orang yang melihatnya menjadi terpana.


hingga akhirnya Tetua Ho mengeluarkan jurus Pukulan Membelah Gunung.


jurus yang tentu saja sangat dikenali oleh Mha Lhun Cek karena jurus itu juga dikuasainya.


jurus yang Pernah diajarkan oleh gurunya Rhu Tiang.


Mha Lhun Pek tiba-tiba menghentikan serangan nya.


dia terdiam sejenak teringat saat gurunya mengajarkan jurus itu kepadanya.


Rhu Tiang pernah berkata kepadanya bahwa jurus itu didapatkannya dari seorang teman pengelana nya.


"Jangan-Jangan...."


"kau...."


Ucap Mha Lhun Pek.


"ya..."


"kau benar sekali jurus ini pernah aku pelajari bersama dengan gurumu"


"perkenalkan nama ku Ho"


Jawab Tetua Ho tersenyum.


"jika kami mau,para prajurit-prajurit mu tentu tidak akan mudah menangkap kami"


"kami hanya ingin bertemu denganmu dan putra mahkota"


"akan tetapi situasi negri ini sedang tidak baik,jadi sepertinya akan sangat sulit untuk dapat menemui kalian dengan cara baik-baik"


Jelas Tetua Ho.


"maafkan aku yang telah lancang kepada tetua"


"aku hanya tidak ingin terjadi kesalahan yang dapat membahayakan negri ini"


Balas Mha Lhun Pek.


Mha Lhun Pek kemudian mempersilahkan rombongan Tetua Ho untuk kembali masuk kedalam ruangan istana,bukan lagi sebagai tahanan tetapi sebagai tamu istana.

__ADS_1


Tetua Ho kemudian menceritakan maksud dan tujuannya datang ke Dinasti Juryan.


tentu saja ajakan kerja sama dari Tetua Ho yang mewakili negara baru Paja Bing Nguang itu disetujui oleh putra mahkota kerajaan Pha Cah,karena mereka memiliki musuh yang sama yaitu Kekaisaran Ming dibawah pengaruh Manusia Iblis Ghun Thang.


__ADS_2