Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Kekuatan Misterius Pasa La Ngang


__ADS_3

Kok Satang mengajak Inyoko dan yang lainnya serta para manusia gunung yang ikut bersamanya menuju sebuah padang rumput yang biasa dijadikan sebagai tempat kegiatan adat para manusia gunung.


Suasana terasa begitu ramai dan penuh kehebohan,sedang terjadi pertarungan di tempat tersebut.


Pertarungan yang membuat Kok Satang dan para manusia gunung yang datang bersamanya menjadi sangat terkejut.


Kok Satang menyaksikan adik kandung nya Kok Santiang dalam kondisi yang mengenaskan dengan tubuh penuh luka yang didapatkannya dari pertarungan menghadapi pria dengan ukuran tubuh yang jauh lebih besar darinya.


Dan pria yang dihadapi oleh Kok Santiang adalah Pasa La Ngang,pria bertubuh besar yang pernah bersaing dengan Kok Satang memperebutkan posisi kepala suku manusia gunung.


Pertarungan antara Kok Santiang dan Pasa La Ngang terjadi karena,Pasa La Ngang mendeklarasikan dirinya sebagai kepala suku manusia gunung yang baru.


Hal ini tentu saja mendapatkan tantangan dari Kok Santiang sebagai adik kandung dari Kok Satang kepala suku manusia gunung yang sah.


Dalam aturan suku manusia gunung,siapa saja berhak menjadi kepala suku jika merasa memiliki kekuatan diatas manusia gunung yang lain.


Kok Satang merasa ada yang berbeda dari penampilan rivalnya tersebut, menurut Kok Satang adik Kok Santiang seharusnya tidak akan mendapatkan kesulitan menghadapi Pasa La Ngang,namun kenyataan yang ada dihadapannya berkata lain.


Pasa La Ngang melirik dengan senyuman yang terasa sangat sadis kearah Kok Satang,dan kembali melanjutkan pertarungannya dengan Kok Santiang.


Pasa La Ngang bersiap menyerang dengan kekuatan energi tenaga dalam yang sangat besar ke arah Kok Santiang,membuat telapak tangan nya mengeluarkan cahaya berwarna biru dan berniat menghabisi lawannya itu dengan sebuah serangan terakhir.


Aliran energi tenaga dalam itu lah yang membuat Pasa La Ngang terlihat berbeda dari sebelumnya.


Bagi manusia gunung,mereka tidak terbiasa dan tidak pernah mempelajari penggunaan tenaga dalam.


Hal ini tidak lain disebabkan karena para leluhur mereka menganggap hidup damai dan bebas di alam liar adalah tujuan mereka, membuat mereka berusaha sebisa mungkin menghindari pertempuran dan pertemuan dengan kelompok manusia ataupun siluman yang ada dikawasan hutan wilayah selatan.


Sehingga tidak heran rasanya Inyoko dengan begitu mudah nya menaklukan beberapa orang anggota manusia gunung ketika di goa yang ada dipuncak gunung.


Sebelum serangan Pasa La Ngang mengenai Kok Santiang,seekor macan gunung datang menghalanginya,macan gunung yang berukuran cukup besar dibandingkan dengan macan gunung lainnya.


Macan gunung itu milik Kok Satang kepala suku manusia gunung.


Macan gunung milik Kok Satang mengigit dengan keras pundak Pasa La Ngang.

__ADS_1


Pasa La Ngang hanya tertawa saat mendapat gigitan salah satu hewan buas hutan wilayah selatan tersebut seperti tidak merasakan apa-apa.


Dalam sekali pukulan Pasa La Ngang membuat macan gunung yang cukup besar itu terpental dan tewas seketika.


Kok Satang terlihat sangat murka menyaksikan hewan peliharaannya itu tewas ditangan Pasa La Ngang.


Kok Satang berniat maju menghadapi Pasa La Ngang akan tetapi dihalangi oleh Inyoko,karena sangat yakin hanya akan mengantarkan nyawanya saja jika Kok Satang melanjutkan niatnya tersebut.


Akan tetapi sebuah serangan tiba-tiba membuat Pasa La Ngang terpaksa mundur beberapa langkah sambil menahan sakit akibat darah yang keluar dari bagian dadanya.


Luka itu berasal dari sabetan golok gagak hitam milik Mai Chen.


Sesuatu yang aneh dan tidak masuk akal bagi manusia gunung kembali terjadi,luka menganga dibagian dada Pasa La Ngang tersebut perlahan tertutup dan menghilang tanpa bekas.


"Saudara Chen,biar aku saja yang menghadapi manusia itu"


Teriak Inyoko.


"Tidak,biarkan ini menjadi pertarungan ku,


Jangan merusak harga diriku saudaraku"


biarkan aku berdiri sejajar denganmu"


"Setidaknya izinkan aku dan golok gagak hitam peninggalan kakek ku ini membuktikan diri"


Ucap Mai Chen,sambil melanjutkan serangannya kearah Pasa La Ngang.


Tebasan golok gagak hitam dengan aliran tenaga dalam milik Mai Chen menyerang Pasa La Ngang bertubi-tubi.


Terlihat jelas perkembangan pesat Mai Chen selama beberapa bulan terakhir semenjak sepuh suci sekte A Jhi Er mengangkatnya sebagai murid.


Serangan Mai Chen membuat Pasa La Ngang kerepotan dan menghasilkan beberapa sayatan luka yang cukup dalam pada tubuhnya.


Pasa La Ngang terpaksa menggunakan cukup banyak tenaga dalam untuk menghentikan pendarahan dari luka-lukanya tersebut.

__ADS_1


Kali ini luka-luka yang diberikan Mai Chen tidak lagi dapat ditutupi oleh Pasa La Ngang seperti sebelumnya.


Belum sempat menarik nafas Pasa La Ngang kembali harus menerima serangan golok gagak hitam Mai Chen.


Pasa La Ngang dipaksa serius menghadapi lawannya kali ini,kesombongan yang sebelumnya diperlihatkannya sirna seketika.


Untuk pertama kali Pasa La Ngang dibuat hanya bisa bertahan dengan cara menghindari setiap serangan yang datang kepadanya.


Sebuah ayunan golok gagak hitam berkekuatan cukup besar mengarah kepada Pasa La Ngang, sepertinya serangan Mai Chen ini akan benar-benar mengakhiri riwayat Pasa La Ngang.


Semua orang berdecak kagum melihat kedahsyatan serangan yang dilakukan oleh Mai Chen.


Akan tetapi sesuatu yang diluar dugaan semua orang Pasa La Ngang dapat menahan serangan dahsyat Mai Chen dengan membentuk sebuah lingkaran gelombang tenaga dalam pelindung,yang melindungi tubuhnya dari efek serangan Mai Chen.


Inyoko terlihat gusar menyaksikan pertarungan antara Mai Chen dan Pasa La Ngang, karena apa yang baru saja dilakukan oleh Pasa La Ngang adalah sebuah teknik yang hanya bisa dikuasai oleh pendekar tingkat tinggi yang memiliki tenaga dalam cukup besar.


Inyoko berniat membantu Mai Chen,karena mulai merasa Pasa La Ngang bukanlah lawan seimbang untuk sahabatnya itu.


Putri Wa Dehn menghalangi keinginan Inyoko tersebut dan mengingatkan Inyoko,jika tindakannya hanya akan membuat Mai Chen terluka perasaannya.


Putri Wa Dehn merasa Mai Chen mampu untuk menghabisi Pasa La Ngang.


Gelombang tenaga dalam pelindung Pasa La Ngang bahkan memantulkan sabetan golok gagak hitam Mai Chen dan membuatnya terpental.


Darah mulai mengalir dari sudut bibir Mai Chen,sebagai pertanda bahwa dirinya mendapatkan luka dalam dari serangan terakhir yang dikeluarkannya.


"Kau cukup kuat untuk ukuran manusia gunung,Aku cukup puas bisa menghadapi musuh sepertimu"


"Tapi aku pastikan golok gagak hitam milik ku akan mengambil nyawamu hari ini"


Ucap Mai Chen.


Kali ini giliran Pasa La Ngang yang mengambil inisiatif untuk menyerang terlebih dahulu.


Mai Chen dan Pasa La Ngang saling bertukar beberapa teknik dan jurus.

__ADS_1


Semua orang yang menyaksikan pertarungan itu merasa kekuatan dan teknik keduanya terlihat seimbang,hanya Inyoko yang menyadari jika setiap serangan Mai Chen tidak berpengaruh apa-apa terhadap Pasa La Ngang.


Bahkan Mai Chen mulai kesulitan mengatur pernapasan dan aliran tenaga dalamnya,sehingga mengakibatkan luka dalamnya menjadi semakin parah.


__ADS_2