Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Tembok Timur Berdarah


__ADS_3

Inyoko dapat membaca situasi yang sangat tidak menguntungkan bagi tetua Phi Thoek.


Inyoko melepaskan gelombang energi yang besar untuk membuat Lha Bas Ono terpental,hal ini dilakukannya agar memberikannya waktu untuk dapat bergerak cepat membantu tetua Phi Thoek.


Dengan teknik langkah dewa,Inyoko bergerak sangat cepat menuju tempat tetua Phi Thoek dan Sing Gha Lang berada.


Gerakan Inyoko seperti kilat yang bahkan tidak dapat di ikuti oleh mata.


Sementara itu Sing Gha Lang telah bersiap untuk menyelesaikan pertarungannya dengan tetua Phi Thoek yang sudah tidak dapat bergerak dengan sebuah pukulan yang penuh dengan tenaga dalam.


Inyoko akhirnya tiba ditempat tetua Phi Thoek diwaktu yang tepat,hampir saja sebuah pukulan tenaga dalam Sing Gha Lang mengakhiri hidupnya.


Sabetan golok pusaka naga dengan tenaga dalam besar terpaksa membuat Sing Gha Lang mundur dan menghentikan niatnya.


"Berani-beraninya kau mengganggu kesenanganku"


"Kau akan segera ku kirim ke neraka bocah sialan"


Ucap Sing Gha Lang geram kepada Inyoko.


Inyoko tak menggubris perkataan dari Sing Gha Lang itu,dia segera menyalurkan energi murni dan tenaga dalam miliknya kepada tetua Phi Thoek.


Tetua Phi Thoek duduk bersimpuh mencoba menyerap dan mengalirkan energi murni dan tenaga dalam yang baru saja dia terima, untuk mengatur kembali pernapasan dan peredaran darahnya yang terganggu akibat luka dalam yang dialaminya.


Tak ingin membuang-buang waktu Sing Gha Lang melesat cepat menyerang Inyoko yang terlihat sedikit lengah setelah menyalurkan energi murni dan tenaga dalamnya kepada tetua Phi Thoek.


Sing Gha Lang merasa berada diatas angin karena sangat yakin serangannya akan membuat Inyoko celaka.


Gelombang energi pukulan tenaga dalam yang sangat besar dikeluarkan oleh Sing Gha Lang dan mengarah tepat kearah Inyoko yang memperlihatkan banyak celah.


Akan tetapi sesuatu yang diluar dugaan semua orang terjadi.


Tiba-tiba saja gelombang energi pukulan tenaga dalam Sing Gha Lang lenyap sebelum menyentuh Inyoko.


Hanya dalam sekejap mata Inyoko menghilang dari pandangan Sing Gha Lang.


Sing Gha Lang tiba-tiba kehilangan sebelah tangannya tanpa sempat menyadari apa yang telah terjadi.


Dan Inyoko secara mengejutkan telah berada dibelakang tubuh Sing Gha Lang.


Inyoko tersenyum sambil menggenggam golok pusaka naga ditangannya.

__ADS_1


Kecepatan dan gerakan luar biasa baru saja di tunjukan oleh Inyoko dihadapan lawannya tersebut.


Bahkan kecepatan dan kekuatan tebasan golok pusaka naga milik Inyoko sampai tidak dapat terlihat dan disadari oleh Sing Gha Lang.


Darah mengalir deras dari tangan Sing Gha Lang yang telah terputus itu,dia mencoba mengontrol dan mengalirkan tenaga dalamnya untuk menghentikan pendarahan hebat yang sedang terjadi pada tangan nya.


Tak berselang lama,Lha Bas Ono tiba ditempat pertarungan Inyoko dan Sing Gha Lang.


Lha Bas Ono sendiri juga tidak dapat menerima apa yang telah terjadi pada rekannya tersebut.


Karena kekuatan yang dimiliki oleh Sing Gha Lang bisa dikatakan hampir setingkat dengannya.


"Hahahhaa"


"Kau sepertinya tidak sabar menunggu giliran mu"


Ucap Inyoko kepada Lha Bas Ono yang baru saja datang.


Inyoko kembali bergerak dengan sangat cepat,menghilang dari pandangan Lha Bas Ono dan Sing Gha Lang.


"Manusia seperti apa dia"


"Persis seperti milik tuan Ghun Thang"


Gumam Lha Bas Ono dalam hatinya.


Lha Bas Ono dan Sing Gha Lang memperhatikan sekitarnya dengan seksama, mewaspadai serangan yang mungkin saja mendadak akan mereka dapatkan dari Inyoko yang tidak terlihat.


Seketika teriakan orang-orang yang menemui ajalnya memenuhi tempat tersebut.


Mayat berjatuhan dari anggota kalajengking merah tanpa mereka sadari arah datang nya serangan yang mencabut nyawa mereka.


Dalam seketika tempat itu menjadi tempat pembantaian yang menyeramkan bagi semua anggota kalajengking merah.


Banyak dari mereka yang berniat kabur dan meninggalkan tempat itu,akan tetapi Inyoko tidak membiarkan satupun anggota kalajengking merah lolos dari tebasan golok pusaka naga yang tidak terlihat.


Dalam waktu lima menit seluruh anggota kalajengking merah,termasuk tiga orang dari lima iblis pencabut nyawa yang tersisa yang sedang berhadapan dengan dua orang sepuh suci sekte kini menjadi mayat-mayat di luar tembok timur kota Dhu Mai.


Lha Bas Ono dan Sing Gha Lang adalah dua orang yang tersisa dari seluruh anggota kalajengking merah yang berada diluar tembok timur kota Dhu Mai.


Inyoko kembali menampakkan dirinya dihadapan kedua orang penting sekte kalajengking merah itu.

__ADS_1


Baik Lha Bas Ono maupun Sing Gha Lang tidak dapat menutupi rasa takut mereka kepada Inyoko.


"Kalian para iblis akan musnah dan binasa ditangan ku"


"Aku akan memberikan kematian yang menyakitkan kepada kalian berdua"


Teriak Inyoko.


Inyoko melompat tinggi ke udara memainkan golok pusaka naga dengan jurus tarian pengemis suci yang terlihat begitu dahsyat.


Dalam satu tebasan Sing Gha Lang kembali kehilangan satu tangan nya yang tersisa.


Tak lama kemudian kepala Sing Gha Lang yang terpisah dari tubuhnya nya.


Sing Gha Lang menemui ajalnya tanpa sempat memberikan perlawanan apapun.


Lha Bas Ono semakin gemetar setelah menyaksikan kematian temanya yang begitu mengenaskan.


"Hahahaha"


"Ternyata dunia ini begitu luas"


"Mungkin ini adalah hari kematian ku"


"Tidak aku sangka aku akan mati ditempat ini,sebelum mencapai tempat yang dijanjikan oleh tuan Ghun Thang"


Teriak Lha Bas Ono tiba-tiba.


Tak berselang lama Lha Bas Ono bergerak menyerang Inyoko lebih dulu, meskipun dia cukup paham jika apa yang dia lakukan itu tidak akan bisa merubah apapun.


Dia tidak ingin hanya menunggu Inyoko datang dan menghabisinya,baginya lebih baik mati terhormat daripada mati sia-sia tanpa perlawanan sama sekali.


Lha Bas Ono tidak pernah menyangka Inyoko memiliki kekuatan yang begitu besar,karena sebelumnya Inyoko tidak pernah mengeluarkan kekuatan yang sebesar itu saat bertarung dengan nya.


Tepat seperti dugaannya,sebelum serangan nya menyentuh Inyoko sebuah tebasan golok pusaka naga membelah tubuh pimpinan sekte kalajengking merah itu menjadi dua bagian.


Lha Bas Ono akhir nya mendapatkan kematian ditangan Inyoko.


Setelah kematian Lha Bas Ono,tempat disekitar tembok timur kota Dhu Mai terasa sangat mencekam,bau amis darah dan potongan tubuh manusia tersebar disekitar tempat itu.


Inyoko masih berdiri sambil menggenggam erat golok pusaka naga yang berlumuran darah ditangan nya.

__ADS_1


__ADS_2