Cinta Pertapa Naga

Cinta Pertapa Naga
Pertarungan Inyoko


__ADS_3

Semua perhitungan dan rencana manusia iblis Ghun Thang menjadi berantakan setelah kemunculan Inyoko dengan kekuatan yang dia miliki saat ini.


Hanya dalam hitungan beberapa hari saja perdana menteri kekaisaran Ming itu telah kehilangan banyak prajurit dan orang-orang terbaiknya saat berhadapan dengan Inyoko.


Hal ini membuat manusia iblis Ghun Thang menarik mundur kembali pasukan besar yang sudah dia kerahkan,karena menurunnya semangat tempur para prajurit kekaisaran Ming yang kini dia pimpin,setelah mendengarkan kabar kekalahan telak pasukan kalajengking merah di tembok timur kota Dhu Mai.


Pada awalnya manusia iblis Ghun Thang berniat mengirim Lha Bas Ono beserta anggota kalajengking merah untuk sebagai pembuka jalan bagi pasukan besar yang dia pimpin.


Manusia iblis Ghun Thang berpikiran jika Lha Bas Ono dan Sing Gha Lang akan dapat dengan mudah menaklukkan kota Dhu Mai,karena hanya ada tiga orang pendekar kuat yang tersisa di kota itu.


Tujuannya adalah untuk menaklukan salah satu negara kuat,negara timur jauh Ham Pai.


Dan untuk itu manusia iblis Ghun Thang terlebih dahulu harus menghadapi kekuatan para pendekar sekte aliran putih yang mendiami kota Dhu Mai, karena tidak ada jalan lain untuk masuk ke wilayah negara timur jauh Ham Pai kecuali melewati kota Dhu Mai.


Manusia iblis Ghun Thang memutuskan untuk membawa kembali pasukan besar yang dipimpinnya ke ibukota kekaisaran Ming.


Sementara itu di kota Dhu Mai,sehari setelah pertempuran diluar tembok timur kota,para anggota klan ular bersama Dewi Mata Dara terlihat tiba di kota Dhu Mai,setelah putri Koa menyampaikan pesan dari Inyoko kepada mereka.


Beberapa hari setelah nya seluruh pasukan dan prajurit negara Paja Bing Nguang juga akhirnya tiba di kota Dhu Mai.


Putra mahkota kerajaan Pha Cah dan semua pasukannya memilih untuk kembali ke dinasti Juryan,dan berniat membangun kembali kekuatan dinasti Juryan setelah kekejaman adik tirinya pangeran Lha Cah yang dibantu oleh campur tangan manusia iblis Ghun Thang membuat rakyatnya menderitanya.


Semua orang yang baru kembali dari medan perang dilembah kelok sembilan,selalu bertanya tentang keberadaan Inyoko.


"Kita semua berhutang banyak kepada murid mu itu tetua Ho"


"Anak muda seusianya memikul tanggung jawab ini seorang diri"

__ADS_1


"Dia memiliki segalanya untuk menjadi seorang kaisar hebat dimasa depan"


"Dan aku bersedia menjadi penopangnya untuk itu"


Ucap tetua Phi Thoek membuka percakapan didepan semua orang yang kini telah berkumpul kembali di kota Dhu Mai.


Kakek Gwen dan semua orang yang ikut dalam perang di lembah kelok sembilan juga turut membicarakan apa yang telah Inyoko lakukan dan perbuat dalan perang tersebut.


Tetua Ho merasakan kebanggaan yang luar biasa dengan pencapaian yang telah dicapai oleh murid yang dia temukan beberapa bulan silam itu.


Tetua Ho tidak pernah menyangka jika Inyoko akan memiliki kekuatan sebesar itu dan memiliki peran yang amat penting untuk menghadapi kebangkitan raja Iblis lewat sosok manusia iblis Ghun Thang.


Bisa dikatakan Inyoko saat ini adalah pendekar terkuat diantara semua pendekar yang ada.


Dewi Mata Dara meminta putri Koa untuk segera menuju ketempat Inyoko berada,karena hanya putri Koa yang merupakan keturunan dari pertapa ular hijau yang dapat menemukan keberadaan Inyoko.


Hanya klan ular hijau yang dapat merasakan keberadaan pemilik cahaya energi pertapa,yang saat ini dimiliki oleh Inyoko.


Inyoko berada didalam sebuah hutan ditemani rajawali dewa perang dipuncak sebuah gunung yang berada tidak jauh dari kota Dhu Mai.


Inyoko bermaksud memperbaiki ruang jiwa nya yang telah rusak karena sempat dirasuki oleh kekuatan iblis.


Inyoko duduk bersila, seluruh tubuh nya dipenuhi oleh aura energi tiga dewa penguasa bumi.


Tetesan darah mulai keluar dari sudut bibirnya, pertanda adanya luka dalam didalam tubuhnya.


Inyoko sedang bertarung dengan dirinya sendiri didalam dimensi alam pikirannya.

__ADS_1


Inyoko menghadapi kebencian,dendam,dan amarah yang menyatu dan berubah menjadi sosok gelap didalam dirinya.


Hal yang dialami oleh Inyoko itu persis dengan apa yang pernah dialami oleh kakek Gwen saat menghadapi monster laba-laba didalam hutan kabut.


Saat itu kakek Gwen secara tidak sengaja menyerap hawa iblis milik monster laba-laba.


Hanya saja ketika itu kakek Gwen berubah menjadi sosok pertapa iblis gelap dan bertarung dengan Inyoko.


Inyoko bertarung hebat dengan dirinya sendiri didalam dimensi alam pikiran nya.


Ingatannya kembali terkenang semua kenangan pahit yang pernah terjadi dalam hidupnya.


Saat-saat dirinya kehilangan orang-orang yang dia sayangi dan kehidupan keras yang pernah dia jalani.


Hampir saja kekuatan jahat iblis menguasai dimensi alam pikiran Inyoko yang mulai berubah menjadi hitam.


Akan tetapi kekuatan aura energi tiga dewa penguasa bumi berhasil membantu Inyoko menghadapi dirinya sendiri.


Warna hitam didalam dimensi alam pikiran Inyoko perlahan kembali berubah menjadi putih, retakan-retakan dibeberapa bagiannya juga mulai menghilang,seiring dengan itu Inyoko terbatuk dan mengeluarkan gumpalan lendir hitam yang mengeluarkan asap dari mulutnya.


Putri Koa sedikit panik melihat kondisi Inyoko tersebut,akan tetapi dirinya tidak berani bertindak gegabah dengan menolong Inyoko,karena gangguan saat seseorang sedang bermeditasi dengan tenaga dalam dan aura energi yang tinggi dapat berakibat fatal bagi orang tersebut.


Inyoko mulai membuka matanya,menandakan meditasi dan pertarungan didalam dimensi alam pikiran nya yang telah selesai.


Putri Koa mulai bernafas lega menyaksikan Inyoko yang terlihat dalam keadaan yang lebih baik.


Inyoko tersenyum ketika melihat kehadiran putri Koa dihadapannya bersama dengan rajawali dewa perang.

__ADS_1


Perlahan matahari mulai terbenam,malam mulai menyongsong dan membuat gelap hutan dipuncak gunung tersebut.


Inyoko mulai menyalakan api unggun, sementara itu rajawali dewa perang membawakan beberapa ekor ikan untuk mereka santap malam itu.


__ADS_2