
Tidak terlihat adanya Pasukan Sekte Kalajengking Merah yang melakukan pengejaran kepada rombongan Inyoko yang melarikan diri itu.
Rombongan Inyoko memutuskan untuk bersembunyi di sebuah hutan diluar kota Dhu Mai.
"sekali lagi kami minta maaf yang terlambat membantu tuan-tuan"
"Perkenalkan namaku Lan Deh dan ini Adik ku Tan Deh"
Ucap salah seorang pria misterius itu.
"bukan kah kalian Pendekar Pedang Kembar dari Gunung Lhin Tao."
"aku bahkan sampai tidak mengenali kalian"
"maafkan aku para tetua"
Balas Kha Chan penuh rasa kaget.
memang Kha Chan sebelum nya belum pernah bertemu dengan kedua orang pendekar itu.
tapi Pendekar Pedang Kembar termasuk pendekar yang punya nama di dunia persilatan kekaisaran Ming.
mereka tidak tergabung dengan sekte manapun,tapi mereka tetap bagian dari pendekar aliran putih yang cukup diperhitungkan.
"Kami juga begitu"
"Kami tidak mengetahui kalau tuan-tuan adalah anggota keluarga Gagak Hitam Lao Chen,jika saja kami tidak melihat tuan muda mengeluarkan golok Pusaka Gagak Hitam kebanggaan keluarga Chen"
"kami sudah mendengar berita tentang kematian nya di istana kaisar "
"kami turut berduka,Gagak Hitam Lao Chen adalah teman lama kami"
Ucap Lan Deh.
"Aku Mai Chen,cucu dari Lao Chen memeberi hormat pada tetua"
Ucap Mai Chen memperkenalkan diri,kepada dua orang yang mengenal kakek nya itu.
"Ya anak ini adalah penerus dari Keluarga Bangsawan Chen"
Jelas Kha Chan.
sambil memperkenalkan rombongan yang lain nya.
kemudian mereka menjelaskan situasi yang terjadi di Kekaisaran Ming kepada pendekar pedang kembar itu,dan tujuan perjalanan mereka.
"Kami juga datang ke kota ini,setelah seorang utusan dari kediaman Guru Bha Thuang meminta bantuan pada kami."
"tapi sepertinya kami terlambat,kediaman dan sekolah milik guru Bha telah hancur berantakan."
"sementara kami tidak menemukan siapapun yang dapat dipercaya di kota Dhu Mai,untuk meminta informasi setelah melihat kota itu telah dikuasai penuh oleh Sekte Kalajengking Merah."
"kami melihat rombongan kalian ketika memasuki restoran itu,dan aku yakin jika kalian bukan lah orang biasa dan penduduk kota itu"
__ADS_1
"jadi kami putuskan untuk mengikuti dan mengawasi kalian"
Tan Deh menjelaskan kepada rombongan Inyoko.
"saat ini yang punya informasi yang kita butuhkan adalah anak ini"
Ucap Kha Chan menunjuk Ahn Thak yang masih dalam keadaan kritis,dan sedang mendapatkan pengobatan sari Fan Ning.
"anak ini adalah anak dari kepala pelayan di kediaman Guru Bha Thuang"
"sebaiknya kita tunggu sampai dia sadar"
Sambung Kha Chan.
Dua orang pendekar pedang kembar itu kemudian mengambil alih pekerjaan Fan Ning yang sedang mengobati luka-luka ditubuh Ahn Thak.
dengan bantuan tenaga dalam kedua nya dapat sedikit mempercepat proses penyembuhan dari luka-luka yang diderita Ahn Thak.
"Aku ada dimana?"
"Tuan Kha ..."
suara itu keluar dari bibir Ahn Thak yang baru saja sadarkan diri.
"Kau tenang saja,sekarang kita berada ditempat yang aman"
Jawab Kha Chan.
"aku mohon tolong lah tuan Guru Bha Thuang dan semua muridnya yang masih tersisa"
"dimana mereka saat ini berada?"
Lanjut Kha Chan.
"mereka ada di dalam gua di kaki gunung itu"
"bawalah mereka bersama kalian"
ucap Ahn Thak menunjuk ke arah sebuah gunung yang terlihat dari tempat mereka berada.
tak lama kemudian Ahn Thak menghembuskan nafas terakhirnya,karena meskipun telah mendapat aliran tenaga dalam dari Pendekar Pedang Kembar,luka dan pendarahan yang dialami nya sudah cukup parah.
"Bukan kah kita meninggalkan Rajawali Dewa Perang di sekitar pegunungan itu"
Tunjuk Inyoko.
"tapi mengapa kita tidak bertemu dengan Guru Bha Thuang dan murid-muridnya"
Balas Mai Chen.
"Kita akan melanjutkan perjalanan setelah kita lakukan pemakaman yang layak untuk anak ini"
Ucap Kha Chan.
__ADS_1
"Kau benar, kita harus bergerak cepat,aku merasakan hawa energi yang cukup besar menuju tempat ini"
Kakek Gwen berkata setelah bangkit dari persemedian nya.
Meskipun belum pulih sepenuhnya,tapi terlihat tenaga dalam dan hawa energi milik Kakek Gwen sudah kembali normal.
Mereka segera melaksanakan pemakaman yang layak untuk Ahn Thak,dan melakukan penghormatan terakhir untuk anak kepala pelayan kediaman Guru Bha Thuang itu.
"sebaik nya kau memanggil Rajawali mu kemari,dan membawa kalian ketempat yang telah diberitahukan bocah itu"
"aku bersama Tan Deh dan Lan Deh akan menuju tempat itu dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh"
"setelah bertemu dengan orang yang kita cari itu,Mai Chen temui kami di tempat awal kita diturunkan Rajawali Dewa Perang di kaki gunung itu."
Jelas Kakek Gwen,karena Fan Ning dan Putri Wa Dehn tidak menguasai Ilmu meringankan tubuh.
sehingga menurutnya akan lebih baik jika kedua orang wanita itu bersama Mai Chen dan Inyoko serta Kha Chan menaiki Rajawali Dewa Perang.
Inyoko mulai memejamkan mata nya dan mengusap cincin Jantung Rajawali di jari nya.
muncul suara Rajawali didalam pikiran Inyoko.
"tunggu aku Inyoko,aku akan segera ketempat mu berada"
Suara Rajawali Dewa Perang dalam pikiran Inyoko.
tak lama kemudian Rajawali Dewa Perang muncul dihadapan mereka.
tentu saja sama seperti yang lain nya,ini pengalaman pertama bagi Pendekar Pedang Kembar melihat sosok hewan Pertapa,kedua nya sungguh terkejut dan tidak dapat berkata-kata.
Kemudian mereka berpisah membentuk dua kelompok menuju gua yang ada di gunung itu.
Pengamatan Kakek Gwen akhir nya terbukti benar.
Ketika Pasukan besar pengejar Kalajengking Merah tiba di hutan itu kelompok Inyoko dan teman-temannya telah terbang dan pergi jauh meninggalkan hutan itu.
"Lapor Ketua, sepertinya mereka sudah melarikan diri cukup jauh"
"mohon perintah selanjutnya"
ucap seorang anggota pasukan Sekte Kelelawar Hitam pada ketua baru nya.
Em Phul
Em Phul berhasil mengkudeta ketua sekte Kelelawar Hitam sebelum nya Ma Ing Kek lewat sebuah pertarungan.
"sepertinya kita terlambat mendapatkan informasi"
"Khe Phin Ding terlalu lemah dan menganggap remeh mereka"
"Dia pasti akan mendapat hukuman setimpal dari tuan Ghun Thang akibat kecerobohan dan kegagalan nya itu"
"aku semakin penasaran mengapa sampai tuan Ghun Thang begitu tertarik dengan bocah yang ada bersama mereka"
__ADS_1
Ucap Em Phul,dan kemudian menggerakkan pasukan besar yang dibawanya kembali ke kota Dhu Mai.