
Dalam dimensi lain di alam pikirannya Inyoko bertemu dengan Thun Dit sosok lain dari golok pusaka naga dan Rajawali Dewa Perang.
"sekarang apa yang harus aku lakukan untuk meningkatkan kemampuan yang aku miliki?"
Ucap Inyoko mengawali percakapan diantara mereka.
"Plaaak"
"Sabar sedikit bocah"
Jawab Thun Dit sambil melayangkan sebuah pukulan ke kepala Inyoko.
"aduh"
"mengapa semua orang begitu gemar memukul kepalaku"
"apa lagi yang kita tunggu?"
"kita tidak punya banyak waktu untuk sekedar bermain-main"
Balas Inyoko sambil mengelus-elus kepalanya.
"wajar saja kepalamu itu selalu dipukuli,supaya otak mu yang beku itu menjadi encer"
"jika hanya ada kami berdua kau tidak akan mendapatkan apa-apa sekarang"
Sambung Rajawali Dewa Perang dengan geram.
"maksud kalian berdua,akan ada lagi yang akan membantuku selain kalian?"
"siapa orang itu?"
"biar aku yang menemuinya"
ucap Inyoko terburu-buru dan penuh rasa penasaran.
"Plaaaaaak"
"sabarlah bocah"
"sebentar lagi dia juga akan muncul"
"tapi kau harus bisa dengan cepat belajar dengan nya,karena dia tidak punya waktu yang banyak untuk bisa berada ditempat ini seperti kami berdua"
Jawab Thun Dit dengan kesalnya dan kembali melayangkan pukulannya ke kepala Inyoko.
Tidak lama setelah itu dimensi lain alam pikiran Inyoko itu bersinar dan menyilaukan mata,dari balik sinar itu muncul bayangan sosok lain.
Hi Nyiak !!!!
Kemunculan sosok itu sangat mengejutkan Inyoko dan membuat ekspresi wajahnya terlihat sangat gembira dan terharu.
__ADS_1
Hi Nyiak adalah wujud lain dari Harimau Putih salah satu hewan pertapa milik Inyoko,tapi akibat pertarungan menghadapi hewan pertapa iblis akhirnya harimau putih itu tewas,dikarenakan saat itu kemampuan Inyoko yang masih terbilang cukup rendah.
"Plaaaak"
"kita tidak punya cukup waktu untuk saling bernostalgia"
"Hi Nyiak kau tidak bisa berada disini untuk waktu yang lama bukan?"
Ucap Thun Dit sambil kembali memukul kepala Inyoko.
Hi Nyiak hanya mengangguk setuju dengan perkataan yang baru saja diucapkan oleh Thun Dit tersebut.
kemudian tanpa banyak bicara Hi Nyiak,Thun Dit dan Rajawali Dewa Perang berdiri mengelilingi Inyoko.
Ketiga sosok yang mewakili tiga dewa penguasa bumi itu kemudian berubah wujud menjadi bola-bola cahaya yang berputar-putar mengelilingi Inyoko.
Ketiga bola cahaya itu memancarkan cahaya yang berbeda-beda, tergantung aura energi yang mereka miliki.
"Konsentrasi lah dan fokus ikuti aliran energi yang kami keluarkan"
Suara muncul dari salah satu bola cahaya itu.
Inyoko kemudian mencoba fokus mengikuti gerakan bola-bola cahaya yang bergerak semakin cepat itu.
Inyoko terlihat semakin sulit mengikuti pergerakan dari bola-bola cahaya yang kini tidak terlihat lagi wujudnya,yang tampak oleh Inyoko hanyalah kilatan-kilatan cahaya yang menyatu seperti sebuah jalur.
cukup lama Inyoko berpikir bagaimana caranya untuk dapat mengikuti gerakan bola-bola cahaya itu,bahkan saat ini bola-bola itu bergerak semakin cepat,bahkan sampai tidak dapat dilihat oleh mata sama sekali.
Inyoko berteriak keras,seketika tubuh Inyoko dikelilingi oleh tiga aura energi yang berbeda persis seperti warna bola-bola cahaya yang mengelilinginya itu.
tentu saja Inyoko dapat mengeluarkan aura energi yang sama karena memang dialah pemiliknya.
Ketiga aura energi milik Inyoko itu juga mulai berputar-putar mengelilingi tubuh Inyoko seperti membentuk sebuah perisai energi.
Inyoko mulai memejamkan mata nya dan berkonsentrasi melihat sekitarnya dengan menggunakan mata bathin dan bantuan aura energi miliknya.
Perlahan Inyoko mulai dapat melihat kembali jalur pergerakan bola-bola cahaya itu,yang tadi sempat menghilang dan tidak terlihat oleh mata.
Inyoko semakin mempercepat perputaran ketiga aura energi miliknya dan dari tubuhnya mengeluarkan cahaya keputihan yang menyilaukan.
dalam keadaan mata yang masih tertutup Inyoko kini dapat melihat jelas setiap gerakan bola-bola cahaya itu.
Bola cahaya berwarna merah melambangkan aura energi milik dewa naga pelindung bumi dan lautan.
Bola cahaya berwarna biru melambangkanqa aura energi milik dewa harimau pelindung bumi dan daratan.
Bola cahaya berwarna emas melambangkan aura energi dewa rajawali pelindung bumi dan langit.
Inyoko tersenyum,merasakan peningkatan energi yang mengalir didalam tubuhnya.
Inyoko mencoba menangkap setiap bola-bola cahaya energi itu dengan tangannya,akan tetapi tangannya tidak dapat menangkapnya karena seperti menembus bola-bola itu.
__ADS_1
Hal ini kembali membuat Inyoko menjadi kebingungan.
rasa senang dan kepuasaan yang dia rasakan sebelumnya mendadak sirna.
"ini tidak baik,aku belum mengalami peningkatan apa-apa"
"bahkan energi ketiga mahluk ini belum bisa aku sentuh"
Inyoko bergumam dalam hati penuh rasa penasaran.
Inyoko terus berpikir bagaimana caranya agar dirinya dapat menangkap bola-bola cahaya energi itu.
sementara Hi Nyiak telah memberikan pertanda jika dia sudah tidak memilik banyak waktu lagi di dimensi alam pikiran Inyoko itu,karena memang Hi Nyiak sudah kehilangan wujud fisiknya didunia nyata.
disaat-saat terdesak seperti itu tiba-tiba ingatan Inyoko melayang.
Inyoko kembali teringat pelajaran pertama yang dia dapatkan dari tetua Ho.
teknik menyatukan diri dengan kekuatan alam disekitar tubuh.
tapi kali ini Inyoko mencoba menambah kekuatan jangkauan ilmu tersebut.
bahkan Inyoko dapat merasakan keadaan disekitar tubuh fisiknya di alam nyata.
Inyoko merasa sangat puas sekali dan merasa sangat yakin jika kali ini dia tidak akan gagal lagi menangkap bola-bola cahaya itu dengan tangannya.
dan benar saja dalam waktu singkat Inyoko telah berhasil menangkap bola-bola cahaya energi itu,dan seketika bola-bola cahaya energi yang ditangkapnya itu pecah menjadi butiran-butiran kecil yang menyatu dengan tubuhnya.
Setelah semua butiran pecahan bola cahaya itu menyatu dengan tubuh Inyoko,sosok Thun Dit,Hi Nyiak dan Rajawali Dewa Perang kembali muncul dihadapan Inyoko.
"selamat tuan"
"sayang sekali,aku tidak punya waktu lagi untuk terus berada disini"
"banyak hal yang ingin aku ceritakan kepadamu"
"tapi saatnya telah tiba dan kita harus berpisah kembali"
"aku akan terus melihat tuan berkembang dan menjadi kuat dari kejauahan"
"selamat tinggal tuan"
Ucap Hi Nyiak wujud lain dari harimau putih bersamaan dengan itu dirinya lenyap seperti tertiup angin.
Inyoko merasa sedikit sedih karena tidak sempat mengucapkan terimakasih kepada sahabat lamanya itu,tapi dia merasa cukup senang karena merasakan energi yang mengalir dalam tubuhnya saat ini terasa berbeda dan cukup besar.
Setelah berterimakasih kepada Thun Dit dan Rajawali Dewa Perang,perlahan dimensi lain alam pikiran Inyoko menghilang.
Inyoko kemudian membuka matanya yang kini telah berada kembali di dunia nyata.
"Saatnya kita kembali,dan membuat perubahan saudara rajawali"
__ADS_1
Ucap Inyoko pada burung rajawali raksasa yang ada disampingnya.